Kamis, 23 Juli 2026
HAN 2026 Kanwil Kemenagsu

Lindungi Anak dari Kekerasan Nyata dan Digital

Evi Tanjung - Kamis, 23 Juli 2026 12:59 WIB
Lindungi Anak dari Kekerasan Nyata dan Digital
ist
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Lapangan Utama Kanwil Kemenag Sumut, Kamis (23/07/2026).

POSMETRO MEDAN, Medan - Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Syafrizal Bancin menyampaikan setiap anak adalah pribadi yang berharga, dihormati, dan didengar pendapatnya. Anak bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek permbangunan yang memiliki hak untuk berpartisipasi sesuai dengan usia dan tingkat kematangannya.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Lapangan Utama Kanwil Kemenag Sumut, Kamis (23/07/2026).

"Kita harus melindungi anak-anak kita. Kewajiban seluruh pihak untuk memastikan anak terbebas dari kekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, perkawinan anak, perundungan, baik di dunia nyata maupun ruang digital. Setiap anak punya hak untuk dihargai, dihormati, dan didengar pendapatnya," ucap Kabag.

Ia juga mengatakan Hari Anak Nasional (HAN) merupakan momentum penting untuk mengampanyekan pemenuhan hak anak atas hak hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan

diskriminasi.

Lebih lanjut, Kabag TU mengatakan perlindungan anak tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata.Dibutuhkan kolaborasi dan gotong royong seluruh elemen bangsa, dimulai dari keluarga sebagai pelindung pertama dan utama. Kemudian satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama dan tokoh adat, akademisi, hingga pemerintah pusat dan daerah.

"Yang tidak kalah penting, anak juga berperan sebagai mitra dalam upaya perlindungan. Melalui keberanian untuk menyampaikan pendapat, saling menjaga, saling mengingatkan, dan berpartisipasi sesuai dengan usia dan kapasitasnya. Anak turut berperan dalam mewujudkan lingkungan yang

aman dan nyaman bagi dirinya maupun sesamanya," lanjut Kabag.

Ia juga mengungkapkan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 mengangkat tema utama

"Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan. Melalui tema dan subtema peringatan HAN tahun ini, diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen bersama dalam memberikan perlindungan serta memastikan pemenuhan hak-hak anak Indonesia di tengah tantangan dan persoalan yang terus berkembang di masyarakat.

"Tema Hari Anak diwujudkan melalui Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gemas #RANA) sebagai gerakan bersama yang mengintegrasikan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, perundungan, pemenuhan hak anak, partisipasi anak, penguatan keluarga, penguatan peran masyarakat, keamanan ruang digital, serta respons cepat terhadap berbagai bentuk kekerasan terhadap anak," tambahnya.

Kabag menambahkan Peringatan HAN ke-42 Tahun 2026 juga memiliki beberapa nilai dasar yang dapat menjadi muatan tujuan pada tiap kegiatan yang dilaksanakan, yakni Berakhkak Mulia, Bahagia, Peduli, Berani, Cerdas, Solidaritas, Aman, dan Bertanggung Jawab. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu

terinternalisasi sebagai fondasi anak-anak Indonesia dalam bertumbuh bermasyarakat.

"Karena ketika seluruh bangsa bersatu melindungi anak, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi Indonesia Emas 2045. Anak-anak yang terlindungi hari ini akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju, adil, dan Sejahtera," ungkap Kabag.

"Selamat Hari Anak kepada seluruh anak-anak Indonesia. Semoga anak-anak di seluruh pelosok tanah air dapat merayakan, merasakan, dan memeriahkan hari istimewa ini secara serentak dan langsung," pungkasnya.(rel)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru