Kamis, 20 Agustus 2026

BEM USU Gelar Aksi Refleksi Kemerdekaan, 8 Tuntutan untuk Prabowo-Gibran

Evi Tanjung - Kamis, 20 Agustus 2026 21:42 WIB
BEM USU Gelar Aksi Refleksi Kemerdekaan, 8 Tuntutan untuk Prabowo-Gibran
Dam
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sumatera Utara saat menyampaikan peryataan sikap di depan lapangan merdeka.

POSMETRO MEDAN, Medan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan Lapangan Merdeka Medan, Jalan Balai Kota, Kelurahan Kesawan, Kamis (20/8/2026).

Aksi bertajuk "Refleksi Kemerdekaan Republik Indonesia" tersebut menyoroti berbagai persoalan krusial dan membawa delapan tuntutan nasional.

Dengan membentangkan spanduk bertulisan "Apakah Indonesia Sudah Merdeka?".

Baca Juga:

Massa aksi menuntut respons konkret pemerintah terhadap isu pendidikan, ekonomi, hingga supremasi hukum dan kebebasan ruang sipil.

Berikut delapan poin tuntutan yang disuarakan mahasiswa dalam aksi tersebut:

Baca Juga:

Pemulihan Pascabencana: Mendesak pemulihan penuh di wilayah terdampak bencana, khususnya Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Prioritas Pendidikan: Menuntut pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengembalikan pendidikan sebagai program prioritas utama nasional.

Stabilitas Harga: Menuntut pemerintah menurunkan sekaligus menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) serta bahan pokok.

Pemerataan Ekonomi: Mendorong pembangunan nasional yang non-Jawasentris serta transparansi alokasi APBN dan APBD berbasis program prioritas.

Evaluasi Program Gizi: Mendesak penghentian program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk dialihkan ke skema pemenuhan gizi yang dinilai lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Pengesahan Regulasi Penting: Menuntut percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat guna menjamin kepastian hukum.

Kebebasan Ruang Sipil: Menghentikan segala bentuk represifitas dan intervensi aparat penegak hukum di ruang publik, serta menjamin kebebasan berpendapat dan berekspresi.

Realisasi Lapangan Kerja: Menagih janji politik pembukaan 19 juta lapangan kerja secara terukur dan berkelanjutan.

Salah satu perwakilan mahasiswa, Angga Al Maaris Harahap, menyatakan kekecewaannya terhadap sikap para pejabat publik yang dinilai pasif dalam merespons keresahan masyarakat di daerah.

"Masyarakat Sumatera Utara resah, dan respons dari pejabat sampai sekarang tidak ada. Seharusnya pejabat yang katanya perwakilan rakyat turun langsung mendengarkan apa yang dirasakan dan diaspirasikan rakyat. Tugas mereka mendatangi warga, bukan menunggu di kantor sampai didatangi," ujar Angga di sela aksi.

Angga menambahkan, pemilihan Lapangan Merdeka sebagai titik demonstrasi bertujuan agar aspirasi mereka disaksikan langsung oleh masyarakat luas.

"Memang sangat keceawa kami terhadap pejabat-pejabat sekarang dan kami memutuskan aksi itu di lapangan merdeka agar di saksikan masyarakat sumatera utara," ungkap Angga.

Sementara, Kadiv Kajian dan Analisa BEM USU, Satrio Sianturi, mengatakan kehadiran mahasiswa di sini bentuk kemarahan atas 81 tahun Indonesia Merdeka.

"81 tahun kita merdeka, 81 tahun luka kita rayakan. Pertanyaannya apakah kita sudah benar-benar merdeka? Memang tidak banyak kita hadir di sini, tapi suara kecil ini akan terus bertumbuh melawan rezim biasa itu," ujar Satrio.

Satrio mencontohkan saudara-saudara yang di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut) masih merasakan pahitnya kehidupan. Ekonomi mereka belum pulih pasca dilanda bencana.

"Tapi nyatanya pemerintah malah menggelontorkan dana ke program Makan Bergizi Gratis (MBG). Artinya apa, rakyat Indonesia bukan prioritas pemerintah. Ini harus kita lawan," pungkasnya.( Dam)

Tags
beritaTerkait
Kanwil Kemenag Sumut Gelar Doa Lintas Agama, Teguhkan Semangat Persatuan dan Kepedulian
Pangdam I/BB di Kodim 0207/Simalungun: Jangan Melakukan Kesalahan Sekecil Apapun!
Ratusan Pelajar Keracunan di Berastagi, Pemerintah tak Cukup Hanya Minta Maaf
Pejabat Baru Lapas Lubuk Pakam Turun ke Blok Hunian, Dialog dengan Warga Binaan
HM Nezar Djoeli Minta KPK Hentikan Opini Tak Bertanggung Jawab Soal Raja Juli Antoni
Belum Beraksi Ketahuan, Maling Masuk Rumah Sakit Dimassa, 2 Polisi Juga Ikut Kena Pukul
komentar
beritaTerbaru