DPD Tapanuli Utara Rayakan HUT Ke-1 dengan Penuh Kekeluargaan: “GMN Adalah Kita Semua”
POSMETRO MEDAN, TAPANULI UTARA Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke1 Gajah Muda Nusant
Sumut 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan– Praktik jual beliseragam dan atribut sekolah masih terjadi di sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di Kota Medan.
Berdasarkan penelusuran wartawan Posmetro Medan Senin (14/7), kewajiban membeli seragam sekolah masih dibebankan kepada orang tua murid, meskipun hal tersebut seharusnya tidak diberlakukan di sekolah negeri.
Salah satu wali murid, Riska Br Ginting, mengaku merasa terbebani dengan kewajiban tersebut. Ia mengungkapkan, dirinya diberi tenggat waktu hingga Agustus untuk melunasi pembelian seragam lengkap.
Baca Juga:
"Kami bingung, Bang. Kalau gak beli, anak kami bisa dikucilkan. Tapi kalau beli, uangnya gak cukup. Terpaksa kami berutang dulu," ujarnya dengan nada kecewa.
Tidak hanya seragam harian, sejumlah sekolah juga mewajibkan pembelian atribut tambahan seperti baju batik, seragam pramuka, hingga simbol-simbol sekolah lainnya. Praktik ini diduga menjadi ladang bisnis terselubung yang melibatkan oknum di lingkungan sekolah.
Baca Juga:
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Kesiswaan Dinas Pendidikan Kota Medan, Yogi, menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut.
"Kami akan memanggil kepala sekolah yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai aturan. Kami juga akan mencari solusi terbaik tanpa merugikan pihak manapun, apalagi di tengah kondisi ekonomi sulit saat ini," ujar Yogi kepada Posmetro Medan.
Namun hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya tindakan konkret di lapangan. Dugaan bahwa praktik jual beliseragam ini telah berlangsung bertahun-tahun pun memperkuat anggapan lemahnya pengawasan oleh pihak berwenang.
Padahal, sekolah negeri seharusnya menjadi sarana pendidikan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Namun fakta di lapangan justru menunjukkan bahwa sebagian orang tua terpaksa menambah beban ekonomi hanya demi memastikan anak-anak mereka "tampil seragam".
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat: Apakah seragam masih menjadi simbol kedisiplinan, atau telah bergeser menjadi alat komersialisasi dalam dunia pendidikan.(Rez)
POSMETRO MEDAN, TAPANULI UTARA Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke1 Gajah Muda Nusant
Sumut 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pergeseran anggaran sebesar Rp503 miliar oleh Pemerintah Ka
Inter-Nasional 7 jam lalu
LKBH AMPI Binjai Siap Kawal Kasus Pembakaran Rumah Korban Intimidasi Jaringan Narkoba
Sumut 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN Gagalnya disahkan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Pemkab Deli Serdang Tahun Anggaran (TA) 2026, me
Medan 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memahami sej
Sumut 8 jam lalu
BHABINKAMTIBMAS HADIR MENDUKUNG EKONOMI KERAKYATAN.
Sumut 11 jam lalu
Polsek Barusjahe Berikan Pembinaan dan Bimbingan kepada Siswa SMA Negeri 1 Barusjahe.
Sumut 12 jam lalu
Polres Humbang Hasundutan menggelar acara pelepasan purna bakti Wakapolres.
Sumut 13 jam lalu
Polse Sianar Barat Cek Dugaan Curanmor di Jalan Simbolon Tindaklanjuti Laporan CC 110.
Sumut 14 jam lalu
Istana Pastikan Presiden Prabowo Lantik Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Siang Ini.
Inter-Nasional 15 jam lalu