Senin, 06 Juli 2026

Aksi Demo di Kejatisu: Mahasiswa Dibogem Hingga Berdarah, Kapolda Sumut Harus Mengusut

Administrator - Rabu, 23 Juli 2025 22:58 WIB
Aksi Demo di Kejatisu: Mahasiswa Dibogem Hingga Berdarah, Kapolda Sumut Harus Mengusut
TRG/Ist
Mahasiswa yang kena bogem

POSMETRO MEDAN,Medan- Aksi damai massa mahasiswa untuk medesak pengungkapan dugaan korupsi dana Covid-19, di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara berakhir ricuh. Sekelompok orang tak dikenal melakukan penyerangan terhadap masa aksi mahasiswa.

Akibatnya, seorang mahasiswadibogem hingga berdarah-darah. Dugaan sementara penyerang mahasiswa adalah preman bayaran.

Sekretaris Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN-SU (DEMA-U), Tegar langsung menanggapi insiden tersebut.

Baca Juga:

"Penyerangan dalam bentuk brutalisme tersebut adalah bentuk tindakan yang mencederai demokrasi, karena sama-sama kita ketahui bahwa penyampaian pendapat dalam bentuk aksi demonstrasi dilindungi oleh undang-undang," katanya.

Ditambahkan Tegar, bahwa Kepolisian Daerah Sumatra Utara harus segera mengusut tuntas permasalahan tersebut karena ini adalah negara hukum.

Baca Juga:

"Ini menjadi permasalahan serius bagaimana premanisme bisa menghambat proses penyampaian pendapat, Kapolda Sumut harus mengusut tuntas dan menyelesaikan permasalahan ini dengan hukum yang berlaku," kata Tegar.

"Ruang demokrasi yang terganggu dapat ditandai bahwa negara gagal melindungi keamanan dan kenyamanan penyampaian pendapat," tegas Tegar. (TRG)

Editor
: Administrator
Tags
beritaTerkait
Pemateri NGOTIS Soroti Fenomena Doomscrolling, Mahasiswa Diminta Lebih Bijak Bermedia Sosial
Diduga Mangkrak, Proyek Rp9,4 Miliar di RSJ Prof Dr Ildrem Minta Diusut Kejati Sumut
Unimed Gelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan PPG Calon Guru Gelombang 1
Sukseskan “Gerakan Hijau Pesisir”, Mahasiswa FDK UINSU Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Sergai
Ayyoub Bouaddi, Mahasiswa Matematika yang Mengatur Lini Tengah Maroko
GEMUR-SUMUT Kembali Gelar Aksi di Kejati Sumut, Desak Usut Dugaan Ketidaksesuaian Anggaran Kecamatan Huristak Padang Lawas
komentar
beritaTerbaru