POSMETRO MEDAN,Medan– Rekaman suara yang diduga milik pejabat kementerian beredar di whatsapp. Dalam rekaman yang diterima wartawan terdengar, pejabat itu terdengar berbicara dengan dua pria yang disebut sebagai "anak asuh"-nya, memunculkan dugaan adanya campur tangan pihak luar dalam tata kelola pemerintahan Kota Medan.
Dalam percakapan itu, pejabat itu mengklaim dirinya sebagai guru sekaligus mentor dari Wali Kota Medan saat ini. Ia juga menyebutkan niatnya untuk kembali ke Medan dan menduduki posisi Sekretaris Daerah (Sekda) guna memperkuat kendali kekuasaan di pemerintahan kota.
Tak hanya soal jabatan, rekaman tersebut juga memuat dugaan pembahasan mengenai pembagian proyek serta pengaruh dalam penempatan jabatan strategis di lingkungan Pemko Medan. Konten ini memicu reaksi keras dari berbagai kalangan yang menilai praktik tersebut mencerminkan potret buram birokrasi di kota tersebut.
Baca Juga:
"Luar biasa. Sampai-sampai wali kota pun seolah bisa diatur oleh lingkaran elite yang bahkan tidak berada dalam struktur resmi Pemko," ujar seorang pengamat kebijakan publik di Medan yang enggan disebutkan namanya.
Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pejabat itu maupun Pemerintah Kota Medan terkait keaslian rekaman suara tersebut. Meski demikian, publik mendesak adanya transparansi dan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Baca Juga:
Jika rekaman ini terbukti autentik, pertanyaan besar muncul mengenai sejauh mana pihak-pihak di luar pemerintahan resmi memiliki pengaruh dalam menentukan arah kebijakan dan distribusi kekuasaan di Kota Medan. (Rez)
Tags
beritaTerkait
komentar