Melalui Medan Untuk Semua, Walikota Medan Buka Peluang Emas Investor India Masuk
Posmetro Medan, Medan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menghadiri pertemuan strategis bertajuk India Indonesia Business Promoti
Bisnis 7 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan –Sejumlah mahasiswi Universitas Darma Agung (UDA) diduga mengalami penyekapan di kamar asrama oleh pihak yang mengaku sebagai pengurus Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA).
Peristiwa ini terjadi di kompleks yayasan yang terletak di Jalan Dr. TD Pardede No. 21, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan.
Insiden tersebut diduga berkaitan dengan konflik internal yang tengah melanda yayasan, khususnya menyusul kebijakan baru terkait pungutan biaya asrama.
Baca Juga:
Salah satu pihak yang mengklaim sebagai ahli waris yayasan menunjuk Livi Sembiring sebagai pengelola atau ibu asrama.
Kebijakan baru itu menuai polemik setelah Livi Sembiring mulai memberlakukan pungutan sebesar Rp250 ribu per orang kepada para penghuni asrama.
Baca Juga:
Padahal, sebelumnya kamar asrama diberikan secara gratis, mengingat mayoritas mahasiswi berasal dari luar kota dan memiliki keterbatasan ekonomi.
Situasi memanas ketika para mahasiswi menolak pungutan tersebut. Beberapa di antara mereka mengaku mendapat intimidasi hingga mengalami tindakan penyekapan oleh orang-orang yang disebut sebagai suruhan yayasan.
"Teman saya, mahasiswi semester enam, disekap selama tiga jam. Ia sempat meminta bantuan kepada saya," ujar Leni, mahasiswi Fakultas Pertanian UDA, saat ditemui wartawan pada Selasa (6/5) malam.
Menurut Leni, aksi penyekapan dilakukan oleh sejumlah pria yang mengaku mendapat perintah dari Livi Sembiring.
Mereka mendatangi asrama secara tiba-tiba, lalu mengunci kamar dari luar. Bahkan, salah satu pintu kamar mandi sempat didobrak saat ada mahasiswi di dalamnya.
“Sore itu, banyak pria datang dan mengunci kami dari luar. Mereka juga menggedor pintu kamar mandi tempat teman saya berada,” ungkap Leni.
Leni menambahkan, insiden intimidasi serupa pernah terjadi pada bulan sebelumnya. Saat itu, beberapa mahasiswi sempat dipaksa membayar pungutan sebesar Rp167 ribu karena merasa takut.
Namun, pungutan tersebut kemudian digratiskan dengan dalih mempertimbangkan kondisi ekonomi mahasiswa.
"Kami berharap situasi kembali kondusif seperti dulu. Kami hanya ingin belajar dengan tenang tanpa gangguan atau rasa takut," kata Leni, menyuarakan harapan para penghuni asrama.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Universitas Darma Agung maupun Yayasan Perguruan Darma Agung terkait dugaan penyekapan dan intimidasi terhadap mahasiswi tersebut.(Dam)
Posmetro Medan, Medan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menghadiri pertemuan strategis bertajuk India Indonesia Business Promoti
Bisnis 7 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Team Khusus Anti Bandit ( Tekab) Polsek Medan Kota akhirnya berhasil menangkap dua pria terduga pelaku pencurian sepe
Kriminal 33 menit lalu
Posmetro Medan, Medan Warga Jalan Turi, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, khususnya dari dua lingkungan Lingkungan V dan Lingkunga
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Sebanyak 562 calon jemaah haji Kabupaten Deli Serdang mengikuti Manasik Haji Integrasi Tahun 1447 H/2026 M ya
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN Benarbenar apes nasib Ramlan (51). Garagara sekejap lupa mencabut kunci kontak, warga Labuhan Batu ini harus merelakan Hon
Medan 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Binjai Dengan tema yang menyentuh hati, Satu kata satu rasa sangat berarti untuk kita yang terpisah bersatu kembali empat
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Tanjung Morawa Bupati dr H Asri Ludin Tambunan memperkenalkan kawasan Simpang Kayu Besar, Kecamatan Tanjung Morawa, sebagai
Sumut 4 jam lalu
Bagi Anda yang gemar mengamati langit serta mencintai peristiwa astronomi, bersiaplah untuk mengarahkan pandangan ke atas.
Global 7 jam lalu
Pemprov Sumut Tawarkan KEK Sei Mangkei dan BRT ke Investor Jepang.
Sumut 7 jam lalu
Perebutan Tiket Piala Dunia 2026 Jalur Play Off Zona Eropa Berlangsung Sengit.
Sport 7 jam lalu