Sabtu, 14 Februari 2026

The JCS Power; No Gigi Atrek

Administrator - Jumat, 17 Oktober 2025 01:56 WIB
The JCS Power; No Gigi Atrek
Adam Wizard
Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak (JCS)

POSMETRO MEDAN, Medan-Bisa dihitung berapa banyak saya bertatap muka langsung dengannya. Apalagi ngobrol. Baik secara kedinasan ataupun santai.

Papasan di jalan atau sebuah acara pun, oh ada sekali di sebuah tempat makan legend di Medan. Maklum, belakangan saya kurang mobile mengikuti pers rilis atau kegiatan kepolisian lainnya.

Dan akhirnya, Selasa sore (14/10/2025) semalam, saya dipertemukan lewat Dirut Posmetro Medan, Zulkifli Tanjung. Meski demikian, saya tetap kepo mengikuti sepak terjang dan jejak digital keberhasilan dan giat-giatnya di media online dan sosial media.

Baca Juga:

Dulu sekali, semasa masih menjabat Kasat Reskrim Polrestabes Medan, sebelum menjabat Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak (JCS), dikenal tegak lurus dalam penegakan hukum terhadap pelaku pelanggaran pidana dan penyalahgunaan narkoba.

Untuk urusan terpapar narkoba, saat Jean Calvijn menjabat Kasubdit Narkotika di PMJ (Polda Metro Jaya), dia dikenal tak ada gigi atrek. Semua disikat. Puluhan artis dijebloskan ke penjara. Seperti Nunung dan suaminya, July Jan Sambiran dan lainnya.

Baca Juga:

Semasa menjadi Wadir Reskrimun Polda Metro Jaya, Jean Calvijn Simanjuntak, malah pernah menciduk preman Jakarta John Refra Kei alias John Kei dan anak buahnya.

Kelompok preman ini ditangkap polisi atas dugaan keterlibatan dalam kasus penyerangan dan penganiayaan di kawasan Green Lake City, Tangerang Kota dan Cengkareng, Jakarta Barat, pada 21 Juni 2020 silam.

Nah balik ke Medan, prestasinya semakin melejit. Triliunan rupiah barang bukti berhasil diamankan Direktorat Narkoba Poldasu yang dipimpinnya. Termasuk 300 miliar vape berliquid narkoba, 100 an lebih kilogram sabu, pil ekstasi, happy five dan keytamin. Direktorat Narkoba Poldasu pecah rekor dengan hasil tangkapan ruaaar biasa.

Belum lagi beberapa tempat hiburan malam di berbagai daerah di Sumatera Utara yang disegelnya. Mendengar namanya saja, para bandit narkoboy di daerah ini, langsung menggigil. Calvijn berkarakter tegak lurus dalam menjalankan tupoksinya sebagai insan Bhayangkara.

"Kuncinya tim harus tetap solid, bang. Jangan ada pengkhianat dalam sebuah tim," katanya saat ditemui di ruang kerjanya di lantai 2 Gedung Mapolrestabes Medan Jalan HM Said.

Kombes Pol Calvijn ternyata asik diajak ngobrol. Orangnya sepintas sangat ramah. Tak sangar dan mudah diajak guyon, terkecuali kepada para bandit. Kalau urusan bandit, sepertinya KBP Calvijn tak punya toleransi. Dia berusaha menjelma menjadi Polri sebagai penegak hukum dan penganyom masyarakat tanpa boleh ada celah.

Nama Calvijn sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Sumut. Pasalnya alumni Akpol 1999 itu cukup lama wara wiri di Sumut. Pernah Kapolsek Medan Baru, di Pamobvit, Wakpolres Simalungun, pernah juga bertugas di Sibolga dan jabatan-jabatan lainnya.

Calvijn juga menduduki banyak jabatan strategis lainnya, yakni Kapolres Trenggalek Polda Jawa Timur, Wadirkrimum Polda Metro Jaya dan Kasubdit I Dittipidnarkoba Bareskrim Polda.

Pada Maret 2025, Calvijn dimutasi menjadi Dirresnarkoba Polda Sumut. Dia menggantikan AKBP Yemi Mandagi. Sebelum menjadi Dirresnarkoba Polda Sumut, Calvijn menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidnarkoba Bareskrim Polri.

Selama menjabat sebagai Dirresnarkoba Polda Sumut, Calvijn mengungkap banyak kasus-kasus besar, seperti pabrik vape liquid narkoba di apartemen mewah Podomoro, pabrik ekstasi di markas ormas, serta penggerebekan di beberapa tempat hiburan malam yang menjadi sarang narkoba.

Atas prestasinya yang gemilang itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun menunjuknya sebagai Kapolrestabes Medan, menggantikan BJP Gidion Arief Setyawan yang kini menjabat Wakapolda Sulawesi Tenggara.

Penunjukan Jean Calvijn Simanjuntak itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor: ST/2134/IX/KEP.2025 tertanggal 19 September 2025.

Uniknya lagi, acara sertijab dan kenal pamit untuk Calvijn digelar jauh dari aroma hedon. Hanya diadakan di halaman Mapolrestabes Medan, di bawah tenda berukuran medium. Bukan di sebuah gedung ataupun hotel.

Sayangnya, saya tak sempat menyaksikan malam kenal pamit Calvijn. Apakah sempat diulosi atau tidak. Karena jika ulos disematkan, pertanda ikatan kasih sayang telah terjalin. Dalam filsafat Batak ada istilah "ijuk pengihot ni hodong" (ijuk pengikat pelepah di bagian batang) dan untuk Ulos pengikat kasih sayang antar sesama.

Setiap Ulos mempunyai keadaan, sifat, fungsi maupun hubungan dengan hal tertentu. Ada 3 unsur yang paling mendasar pada kehidupan manusia yaitu nafas, darah dan panas.

Kepercayaan orang Batak apabila Tondi perlu diulosi, maka kaum lelaki yang berjiwa keras niscaya mempunyai sifat kepahlawanan dan kejantanan.

Sifat kepahlawan, kejantanan dan keramahtamahan itu terpancar pada diri alumni Universitas Pelita Harapan pendidikan Doktor Hukum angkatan 2021 tersebut. (Wiku Sapta)

Editor
: Faliruddin Lubis
Tags
beritaTerkait
Kombes Jean Calvijn Bertekad Sulap Kartel  Narkoba dan Judi Jermal Jadi Kawasan Hijau
Kecamatan Medan Kota Kolaborasi BNNP Sumut, Sosialisasi Bahaya Narkoba Kepada Pelajar
Operasi 100 Hari Judi di Medan 3 Kecamatan Masuk Zona Merah, Ini Daftarnya
Polrestabes Medan Ungkap 33 Kasus Perjudian, 62 Tersangka Diamankan
Dukung Ketahanan Pangan, Polrestabes Medan Resmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
Langkah Tegas Kombes Jean Calvijn Sikat Mafia BBM, Amankan Belasan Ton Solar Subsidi
komentar
beritaTerbaru