POSMETRO MEDAN,Medan -Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, mengingatkan pentingnya silaturahmi dan sinergi di tengah kehidupan modern yang cenderung individualistis. Apalagi orang – orang saat ini sering sibuk dengan gadget (HP) masing-masing.
Bahkan, ungkap Rico Waas, tidak jarang, dalam satu rumah, orangtua pun kadang tidak tahu anak-anaknya berkomunikasi dengan siapa, sehingga dikhawatirkan dapat mengarah pada timbulnya masalah di kalangan kaum muda.
Perkembangan teknologi, kata Rico Waas, memang membuat segalanya berjalan cepat, namun tidak semua manusia mampu menyesuaikan diri dengan kecepatan itu. Akibatnya, banyak yang larut dalam dunia maya dan melupakan kehidupan nyata.
Baca Juga:
"Jadi sangat penting sekali dilakukannya silaturahmi dan sinergi," kata Rico Waas resmi membuka kegiatan Muzakarah dan Diskusi Warga Nahdlatul Ulama (NU) Kota Medan di Aula H Anif, Kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Jalan IAIN, Kecamatan Medan Timur, Sabtu (18/10/2025).
Selanjutnya terkait kegiatan yang mengusung tema, "Merawat Jagad, Membangun Peradaban: Sinergi dan Kolaborasi Keislaman Ahlusunah Wal Jama'ah, Kemanusiaan untuk Medan Bertuah", Rico Waas mengatakan, guna merawat jagad, dapat dimulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga:
"Merawat jagad tidak selalu dimulai dengan langkah besar, tetapi dari kebiasaan sederhana yang konsisten dilakukan seperti membuang sampah pada tempatnya, tertib berlalu lintas, menggunakan helm dan menjaga hubungan baik antar tetangga," ungkapnya.
Suami Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas ini, juga menyinggung peran keluarga sebagai fondasi utama membangun peradaban. Dari keluarga yang kuat, lahir manusia yang peduli, berakhlak, dan berkontribusi positif bagi lingkungannya.
"Mari kita bangun SDM yang kuat. Karena manusia yang terbangun akan merawat jagad, tapi kalau manusianya rusak, justru akan merusak jagad," ajaknya.

Untuk itu, ungkap Rico Waas, kolaborasi antara pemerintah dan ormas keagamaan seperti NU sangat penting dalam mewujudkan kemaslahatan umat. Diharapkannya, dakwah yang dilakukan warga NU tak berhenti di mimbar, tetapi hadir di jalan-jalan kehidupan umat. Tidak hanya sekadar ucapan tapi juga sampai pada tindakan.
Editor
: Salamudin Tandang
Tags
beritaTerkait
komentar