Senin, 18 Mei 2026

PTPN I Regional 1-JMSI Sumut Gelar Workshop Kebangkitan Tembakau Deli

Rahudman Harahap: Pemerintah Harus Buka Ruang Diskusi
Salamuddin Tandang - Sabtu, 29 November 2025 18:02 WIB
PTPN I Regional 1-JMSI Sumut Gelar Workshop Kebangkitan Tembakau Deli
Ist
PTPN I mulai mengembangkan cerutu, varian tembakau lokal yang tengah diuji rasa dan kualitasnya bersama komunitas di Medan.

"Kita tidak kekurangan areal. Dari lahan yang ada saja belum semuanya kami tanami. Yang kami khawatirkan bukan lahannya, tapi lonjakan kebutuhan tenaga kerja. Banyak pekerja sudah terserap ke sektor lain," jelasnya.

Selama tiga tahun terakhir, mereka hanya menanam empat hektare karena keterbatasan SDM. Namun mulai 2025, skala penanaman ditingkatkan:

Baca Juga:

"Tahun 2025 kami tanam 20 hektare dan tenaga kerjanya tersedia. Tahun depan kami buka lagi 50 hektare. Lalu 2027 kami targetkan 150 hektare. Bertahap, tapi pasti."

PTPN I juga mencatat peningkatan produktivitas signifikan.

Baca Juga:

"Selama ini hanya 400–450 kg per hektare. Tahun 2025 kami sudah dapat 700 kg. Itu target kami: produksi naik, biaya turun, dan lebih kompetitif."

Ia menegaskan bahwa tingginya biaya produksi tembakau harus ditekan agar mampu bersaing di pasar internasional.

Selain itu, pihaknya juga mulai mengembangkan jurutu, varian tembakau lokal yang tengah diuji rasa dan kualitasnya bersama komunitas di Medan.

JMSI Sumut: Media harus ambil peran mengawal sejarah Tembakau Deli

Ketua JMSI Sumut Rianto SH MH menegaskan bahwa media harus hadir mengawal sejarah, identitas, dan masa depan Tembakau Deli.

Tags
beritaTerkait
Semua Kecamatan di Kota Medan Diguyur Hujan Ringan Senin 18 Mei 2026
Fabio Di Giannantonio Menang di Tengah Tragedi Alex Marquez
Afif Abdillah: Tak Perlu Perdebatkan Urusan Administrasi Wali Kota Medan Rico Waas
Juara MotoGP Catalunya 2026, Giannantonio: Menyenangkan, tapi Lebih Penting Semuanya Selamat
Polda Sumut Bongkar Jaringan Narkoba di Simalungun-Batubara
Kecelakaan Mengerikan di Catalunya, Alex Marquez Jalani Operasi dan Terancam Absen Lama
komentar
beritaTerbaru