"Kita tidak kekurangan areal. Dari lahan yang ada saja belum semuanya kami tanami. Yang kami khawatirkan bukan lahannya, tapi lonjakan kebutuhan tenaga kerja. Banyak pekerja sudah terserap ke sektor lain," jelasnya.
Selama tiga tahun terakhir, mereka hanya menanam empat hektare karena keterbatasan SDM. Namun mulai 2025, skala penanaman ditingkatkan:
Baca Juga:
"Tahun 2025 kami tanam 20 hektare dan tenaga kerjanya tersedia. Tahun depan kami buka lagi 50 hektare. Lalu 2027 kami targetkan 150 hektare. Bertahap, tapi pasti."
PTPN I juga mencatat peningkatan produktivitas signifikan.
Baca Juga:
"Selama ini hanya 400–450 kg per hektare. Tahun 2025 kami sudah dapat 700 kg. Itu target kami: produksi naik, biaya turun, dan lebih kompetitif."
Ia menegaskan bahwa tingginya biaya produksi tembakau harus ditekan agar mampu bersaing di pasar internasional.
Selain itu, pihaknya juga mulai mengembangkan jurutu, varian tembakau lokal yang tengah diuji rasa dan kualitasnya bersama komunitas di Medan.
JMSI Sumut: Media harus ambil peran mengawal sejarah Tembakau Deli
Ketua JMSI Sumut Rianto SH MH menegaskan bahwa media harus hadir mengawal sejarah, identitas, dan masa depan Tembakau Deli.
Tags
beritaTerkait
komentar