Rumah Kosong Terbakar di Jalan Talawi Medan
Rumah Kosong Terbakar di Jalan Talawi Medan, Dua Unit Damkar dan Polisi Sigap Amankan Lokasi.
Peristiwa 55 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan -
Peristiwa pembunuhan ibu kandung oleh anak keduanyaL yang masih berusia 12 tahun di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (10/12/2025) lalu, masih menyisakan banyak tanda tanya.
Bukan sedikit warga yang tidak percaya bahwa sang anak tega dan mampu melakukan pembunuhan terhadap ibunya dengan sekitar 20 tusukan.
Warga sekitar yang mengenal keluarga tersebut mengaku hubungan keduanya tampak akrab. Namun, mereka membenarkan bahwa sang anak memiliki sifat introvert dan jarang bersosialisasi dengan lingkungan sekitar rumahnya.
Kasus ini memunculkan pertanyaan serius, apakah anak seusia itu mampu melakukan tindakan ekstrem, dan apakah sifat introvert meningkatkan risiko perilaku agresif? Meski motif sebenarnya masih didalami pihak kepolisian, sempat beredar informasi sebelum peristiwa itu terjadi, sempat ada teguran sang ibu terhadap anak pertamanya. Situasi tersebut diduga turut memicu ketegangan emosional di dalam rumah.
Menanggapi hal ini, pengamat sosial Sumatera Utara, Dr. Agus Suriadi, M.Si, mengatakan bahwa perilaku ekstrem pada anak tidak bisa dilepaskan dari kombinasi faktor psikologis dan lingkungan sosial. Anak yang introvert dan minim interaksi sosial berisiko memendam emosi yang tidak tersalurkan, yang jika tidak dikelola dengan baik, bisa berkembang menjadi tindakan agresif atau menyimpang.
Agus yang juga Ketua Prodi Kesejahteraan FISIP USU itu menilai lingkungan sosial memiliki pengaruh besar terhadap perilaku anak, terutama anak dengan kecenderungan introvert.
Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang mendukung keterbukaan, komunikasi, dan interaksi sosial umumnya lebih mampu menyalurkan emosi serta beradaptasi dengan situasi di sekitarnya. Sebaliknya, lingkungan yang minim dukungan atau terlalu menekan dapat memperkuat sifat tertutup, membuat anak merasa tidak aman untuk mengekspresikan perasaan dan pikirannya.
Sifat introvert yang tidak diimbangi dengan ruang ekspresi yang sehat berpotensi menyebabkan penumpukan emosi. Anak-anak yang jarang berinteraksi dan tidak memiliki saluran komunikasi yang memadai cenderung memendam perasaan seperti marah, sedih, atau frustrasi. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa berkembang menjadi kecemasan, depresi, bahkan ledakan emosi yang tidak terkontrol.
Dalam konteks keluarga, keberadaan ruang komunikasi yang aman menjadi faktor kunci. Keluarga yang mampu menciptakan suasana terbuka akan membantu anak pendiam merasa didengar dan dipahami.
Rumah Kosong Terbakar di Jalan Talawi Medan, Dua Unit Damkar dan Polisi Sigap Amankan Lokasi.
Peristiwa 55 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Patumbak Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kabupaten Deli Serdang tidak hanya menjadi momentum untuk m
Sumut 2 jam lalu
Penyampaian Aspirasi di DPRD Sumut Berjalan Aman dan Tertib, Kapolrestabes Medan Apresiasi Masyarakat.
Medan 3 jam lalu
Kapolrestabes Medan Berikan Motivasi Personel, Tekankan konsep &039Sabar, Sabar, Sabar&039 dalam Pelayanan Unjuk Rasa.
Medan 3 jam lalu
Warga Aceh Selundupkan 398,2 Gram Sabu dalam Sepatu, Ditangkap di Bandara Kualanamu.
Peristiwa 3 jam lalu
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Ditembak KKB di Distrik Muliama.
Peristiwa 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Patumbak Pemerintah Kabupaten Deli Serdang meluncurkan inovasi Pelayanan Akses Kesehatan Kita Peduli (PAS KALI) khusus b
Sumut 3 jam lalu
Wakil Presiden RI Kunjungi Korban Keracunan MBG di Berastagi Sumatera Utara.
Sumut 3 jam lalu
Posmetro Medan, Labuhanbatu Buntut video yang menyoroti persoalan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat, Kabupaten Labuh
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) be
Sumut 5 jam lalu