Dugaan Pembunuhan Nenek di Deli Serdang Libatkan Oknum Polisi Terungkap, Cuma Gegara Pinjaman Rp50 Juta Ditolak
Dugaan pembunuhan nenek di Tanjung Morawa Libatkan Oknum Polisi Terungkap, cuma Pinjaman Rp50 Juta Ditolak
Peristiwa 7 menit lalu
POSMETRO MEDAN- Polemik aksi unjuk rasa menolak Surat Edaran (SE) Walikota Medan yang berujung pada tuntutan pencopotan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, terus menggelinding bak bola salju. Namun, di tengah desakan evaluasi dari sejumlah pihak, dukungan justru mengalir dari Ketua Umum Horas Bangso Batak (HBB), Lamsiang Sitompul.
Lamsiang menilai, tuntutan sekelompok pihak yang meminta Kapolri mencopot Kapolrestabes Medan hanya gara-gara memimpin doa di tengah massa aksi adalah tindakan yang berlebihan dan tidak tepat sasaran.
Menurut Lamsiang, tindakan Kombes Pol Jean Calvijn saat menghadapi massa pendemo justru merupakan langkah cerdas untuk meredam tensi tinggi. Saat itu, situasi antara massa aksi dan pihak Pemko Medan sempat menemui jalan buntu (deadlock).
Baca Juga:
"Situasi sudah sangat panas saat itu. Ada kebuntuan antara pendemo dengan Walikota Medan. Pendemo minta surat edaran dicabut, sementara Walikota terkesan mempertahankan. Kondisinya genting," ungkap Lamsiang kepada wartawan, Sabtu (7/3/2026).
Ia menegaskan, inisiatif Kapolrestabes memimpin doa di tengah kerumunan massa terbukti ampuh mendinginkan suasana yang nyaris meledak.
Baca Juga:
"Dengan adanya doa yang dipimpin Kapolrestabes, suasana jadi sejuk. Kita yang tadinya panas malah jadi malu kalau sampai melakukan tindakan anarkis. Itu membuat suasana hati pendemo tenang, yang marah jadi adem," tegasnya.
Lebih lanjut, Lamsiang membandingkan strategi humanis kepolisian tersebut dengan aksi-aksi di tempat lain, termasuk di Mabes Polri, di mana polisi kerap menyambut pendemo dengan pendekatan religius dan persuasif.
"Apa bedanya dengan demo di Mabes Polri? Polisi menyambut pendemo pakai kopiah, sorban, atau hijab. Itu kan tujuannya menyejukkan suasana. Jadi menurut saya, tindakan Kapolrestabes itu sudah benar dalam rangka menenangkan situasi," tambahnya.
Lamsiang Sitompul juga meminta aparat kepolisian bertindak tegas dan tanpa kompromi terhadap oknum-oknum yang mencoba menunggangi polemik penataan ternak babi di Sumatera Utara dengan narasi provokatif dan isu SARA.
Pernyataan tegas ini menyusul semakin liarnya unggahan di media sosial yang dinilai sudah melenceng jauh dari substansi penataan, bahkan menjurus pada ujaran kebencian dan hasutan yang mengancam kerukunan masyarakat.
Dugaan pembunuhan nenek di Tanjung Morawa Libatkan Oknum Polisi Terungkap, cuma Pinjaman Rp50 Juta Ditolak
Peristiwa 7 menit lalu
Jelang HUT Ke81 RI, Babinsa Kodim 0207/Simalungun Turun Langsung Ajak Warga Kibarkan Merah Putih
Sumut 20 menit lalu
Betty Bromage, 97 tahun, pecahkan rekor dunia sendiri sebagai perempuan tertua yang melakukan wing walk, setahun setelah stroke.
Inter-Nasional satu jam lalu
POSMETRO MEDAN,GUNUNGSITOLI. Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, mengatakan status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
Sumut 2 jam lalu
Ratusan Senjata dan Amunisi Ditemukan di Ruang Eks Ketua Yayasan Sekolah Jakarta.
Peristiwa 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,GUNUNGSITOLI Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, langsung mengambil langkah cepat membantu pro
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,GUNUNGSITOLI Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, kembali menjalankan program berkantor di Kepu
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Korban Penipuan dan Penggelapan, May Mulyana, melalui Penasihat Hukumnya, M.Hendra S.H.,M.H. mempertanyakan profes
Peristiwa 2 jam lalu
Duta Genre Harus Jadi Penggerak Remaja, Rico Waas Jangan Hanya Aktif Saat Ada Acara.
Medan 3 jam lalu
Ungkap Hasil Operasi Pekat dan Kasus Narkoba.
Medan 3 jam lalu