
Baca Juga:
Rico Waas menjelaskan, sinergi itu dapat diwujudkan melalui berbagai program, salah satunya gerakan ASRI (Aksi Bersih dan Lestari) yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup. Program ini mendorong partisipasi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. "Gerakan bersih-bersih lingkungan ini bisa kita lakukan bersama agar dampaknya lebih luas," ujarnya.
Baca Juga:
Selain itu, Rico Waas juga menyoroti program PKH Medan Makmur yang menyasar kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas. Melalui program yang bersumber dari APBD tersebut, penerima manfaat memperoleh bantuan Rp200 ribu per bulan. Ia berharap pihak gereja dapat turut membantu memastikan bantuan benar-benar sampai kepada yang berhak.
Rico Waas kemudian menyinggung rumah ibadah yang memiliki nilai sejarah, termasuk gereja yang berstatus cagar budaya. Pemko Medan, katanya, memiliki program untuk membantu renovasi bangunan tersebut agar tetap terjaga fungsinya sekaligus nilai historisnya bagi masyarakat.
Sementara itu, Pendeta Salmon Lea Timea menyampaikan, komitmen gereja untuk berkontribusi melalui program "Gerakan Peduli Immanuel Berbagi". Program ini mencakup kegiatan sosial, penguatan toleransi antarumat beragama, serta kepedulian terhadap lingkungan sebagai bentuk nyata kehadiran gereja di tengah masyarakat.(ATN)N jl llll
Tags
beritaTerkait
komentar