Ultah Unik ala Marandus Sirait dalam Peringatan HLH
Ultah unik ala Marandus Sirait dalam perringatan Hari Lingkungan Hidup.
Global 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan - Forum Sastrawan Deliserdang (Fosad), Sabtu 18 April 2026 mendatang akan mengadakan acara Diskusi dan Doa untuk memperingati 100 hari wafatnya salah seorang Sastrawan besar Sumatera Utara, Ir. Jaya Arjuna.
Dalam acara tersebut juga akan diluncurkan buku "Mengenang Sastrawan Insinyur Jaya Arjuna: Sang Penjaga Peradaban" yang disusun oleh S. Satya Dharma, dkk.
Jaya Arjuna, Sastrawan kelahiran Bukittinggi, pada 7 Oktober 1953 ini wafat pada 2 Januari 2026 dalam usia 73 tahun. Selama hidupnya Bang Jaya, begitu dia suka dipanggil, tak pernah henti meneriakkan seruan moral untuk kebaikan lingkungan hidup dan peradaban manusia, baik melalui aksi-aksinya sebagai aktivis lingkungan hidup, sebagai dosen maupun sebagai sastrawan lewat karya-karya sastra yang ditulisnya.
Baca Juga:
Di kalangan aktivis pecinta lingkungan, Jaya Arjuna bukanlah orang asing. Pun di kalangan para seniman. Sejak masih mahasiswa jurusan mesin di Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU), Jaya Arjuna sudah terlibat dalam banyak sekali aktivitas terkait pelestarian lingkungan hidup dan kesenian.
Di kampusnya, dulu, dia adalah salah seorang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan salah seorang pendiri Korps Mahasiswa Pecinta Alam (Kompas) USU.
Baca Juga:
Melanjutkan kecintaannya terhadap lingkungan hidup yang dipupuknya sejak masih mahasiswa itu, Jaya Arjuna bahkan akhirnya terjun total sebagai aktivis lingkungan dan bahkan melanjutkan pendidikan S2-nya terkait lingkungan itu di University Putra Malaysia.
Bahkan, dialah satu-satunya dosen/aktivis lingkungan yang pernah dikejar-kejar dengan pisau terhunus oleh seorang rektor salah satu kampus Perguruan Tinggi terkemuka di Medan karena aktivitas dan sikap tegasnya yang menolak adanya kegiatan perusakan lingkungan yang mengatasnamakan almamaternya itu.
Kisah itu terangkum dalam buku "Jaya Arjuna: Sang Penjaga Peradaban" yang kini sudah terbit. Sebuah buku yang mengisahkan jejak dan kiprah almarhum Ir. Jaya Arjuna, baik sebagai Sastrawan, sebagai aktivis mahasiswa, maupun sebagai pecinta lingkungan hidup.
Di luar kampus, Jaya Arjuna juga dikenal sebagai seorang penulis yang produktif dan terlibat aktif dalam banyak sekali kegiatan kesenian yang berlangsung di Medan. Sampai akhir hayatnya, Jaya Arjuna bahkan masih tercatat sebagai anggota Majelis Kesenian Medan (MKM).
Buku "Jaya Arjuna: Sang Penjaga Peradaban" berisi rangkuman karya almarhum dan testimoni oleh sejumlah rekan dan koleganya, baik semasa mahasiswa, semasa jadi aktivis maupun semasa jadi sastrawan. Semua testimoni itu diharapkan bisa memberi gambaran apa dan siapa Jaya Arjuna semasa hidupnya.
Ultah unik ala Marandus Sirait dalam perringatan Hari Lingkungan Hidup.
Global 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN Pimpinan Cabang Majelis Taklim dan Dzikir Al Haura Batubara mengelar acara pelantikan Majelis Taklim dan Dzikir Al Haura Kec
Sumut 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Polda Sumut resmi memulai Operasi Kepolisian Kewilayahan ASEAN U19 Toba 2026 dengan menggelar Apel Gelar Pasukan di
Medan 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN,DELISERDANG Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasi
Medan 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Polresta Deli Serdang menggelar Apel Pergeseran Pasukan dalam rangka Pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkade
Sumut 8 jam lalu
Meksiko Salah Satu Kuda Hitam Piala Dunia 2026, Berikut Daftar Skuadnya.
Sport 10 jam lalu
Gedung Baru Rumah Aspirasi Sofyan Tan Diresmikan, Targetkan Pelayanan Pendidikan Lebih Luas.
Medan 10 jam lalu
Sejak 1 Juli 2026 pemerintah melindungi masyarakat dari penipuan digital, Registrasi SIM Biometrik.
Lifestyle 13 jam lalu
Patroli Blue Light Polsek Sunggal, Berikan Rasa Aman Dan Nyaman Kepada Warga.
Medan 13 jam lalu
Skuad Aljazair di Piala Dunia 2026, Lini Serang Diperkuat Houssem Aouar dan Amine Gouiri.
Sport 13 jam lalu