Selasa, 05 Mei 2026

Kombes Calvijn: Sinergis dan Kompak, Efektif dan Berdampak

Toga Nainggolan - Selasa, 05 Mei 2026 08:24 WIB
Kombes Calvijn: Sinergis dan Kompak, Efektif dan Berdampak
Istimewa

POSMETRO MEDAN

Halaman Polrestabes Medan Senin pagi (4/5/2026) menghadirkan suasana berbeda. Ratusan kendaraan yang berjajar rapi, selain menjadi barang bukti tindak kejahatan, juga menjadi simbol dari sebuah kepemimpinan yang bekerja cepat, tegas, cerdas, namun tetap berpihak pada rasa kemanusiaan.

Di satu sisi, jejeran kendaraan itu tentu saja menunjukkan bagaimana kejahatan jalanan masih menjadi masalah besar di kota ini. Namun di sisi lain, itu juga sekaligus menjadi penanda, betapa keras sudah Polrestabes Medan bekerja mengungkap dan menggulung itu semua. Meminjam istilah ulama terkemuka di Medan, KH Zulfikar Hajar, "Menjadi jihad untuk menciptakan rasa aman."

Baca Juga:

Dalam bingkai ikhtiar yang tak mengenal jam kerja itu, ada sosok Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH, yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi "konduktor orkestrasi" dan kerja keras seluruh jajaran di Polrestabes Medan.

Dalam satu bulan terakhir saja, di bawah komandonya, 290 tersangka dari 250 laporan polisi berhasil diamankan. Tidak itu saja, tak kurang dari 14 tersangka terpaksa dihadiahi timah panas. Calvijn selalu menekankan pendekatan yang humanis, tetapi yang selalu digarisbawahi, jika situasi mendesak, jangan pernah ragu melakukan tindakan tegas dan terukur.

Baca Juga:

Angka-angka itu tidak pernah berhenti menjadi sekadar statistik. Itu adalah sebuah kesaksian tentang intensitas kerja sekaligus ketegasan dalam menanggapi keresahan warga. Pun bagi Kombes Calvijn, ia tidak hanya hendak memaparkan jumlah dan capaian. Ia memilih menjadikannya sebagai bentuk akuntabilitas, membuka kinerja kepolisian di hadapan publik, menjelaskan proses, sekaligus mengembalikan dan menjaga kepercayaan.

Kepemimpinannya terasa dalam cara ia menggerakkan organisasi. Konsolidasi internal senantiasa menjadi fondasi yang terus diperkuat. Ia mendorong setiap satuan kerja untuk tidak sekadar hadir, tetapi benar-benar bekerja maksimal dan memberi dampak nyata. "Harus menjadi terang dan garam!"

Dari patroli rutin hingga patroli bersinggungan dan patroli gabungan, semuanya berjalan dalam satu helaan napas yang sama: menjaga rasa aman warga kota. Hasilnya, kejahatan jalanan, khususnya pencurian dengan kekerasan, berhasil ditekan hingga 14 persen.

Namun, ketegasan itu tidak berdiri sendiri. Ada sisi lain yang justru menguatkan kepemimpinannya: pendekatan humanis. Keputusan untuk menggelar pengembalian ratusan kendaraan kepada pemilik sahnya tanpa biaya adalah contoh nyata. Sebanyak 129 sepeda motor, satu becak motor, dan satu mobil dikembalikan langsung kepada warga. Bagi banyak orang tentu saja ini bukan hanya pengembalian barang tetapi pemulihan rasa aman yang barangkali sempat hilang.

Ekspresi haru Muhammad Salim Nasution, salah satu warga yang motornya kembali, menjadi cerminan dampak kerja itu. Ucapan terima kasihnya bukan hanya ditujukan kepada institusi, tetapi kepada sosok pemimpin yang dinilai mampu menghadirkan kehadiran negara secara nyata.

Di sisi lain, Kombes Calvijn juga memahami bahwa keamanan kota tidak bisa dibangun sendirian. Ia aktif merawat sinergi dengan berbagai elemen, mulai dari TNI dalam hal ini Kodim Medan, pemerintah daerah baik Pemko Medan maupun Pemkab Deli Serdang, hingga tokoh agama dan masyarakat. Kolaborasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan strategi yang membuat kerja-kerja kepolisian menjadi lebih terintegrasi dan efektif.

Kehadiran perwakilan pemerintah kota, Kodim 0201/Medan, kejaksaan, hingga tokoh dan insan pers dalam setiap momentum penting menjadi penanda bahwa pendekatan kolaboratif itu berjalan nyata. Dalam bentang kota yang dinamis seperti Medan, pola kepemimpinan semacam ini menjadi kunci: tegas dalam tindakan, terbuka dalam komunikasi, dan hangat dalam pendekatan.

Di tengah tantangan keamanan perkotaan yang kompleks, sosok Jean Calvijn Simanjuntak menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif memang diukur dari tercapainya tujuan. Akan tetapi, yang tidak kalah penting juga bagaimana hasil dan tujuan itu dapat dicapai, dengan konsolidasi yang kuat, kerja tim yang solid, dan sentuhan kemanusiaan yang tidak pernah ditinggalkan.

Dia selalu katakan, tidak ada hasil maksimal yang bisa dicapai sendirian. Harus bisa sinergis dan kompak, agar semua pekerjaan bisa efektif serta jelas memberi dampak.

(Toga Nainggolan, Pemred Posmetro Medan)

Editor
: Administrator
Tags
beritaTerkait
May Day Kondusif, Polrestabes Medan Gelar Doa Syukur Lintas Agama
Dalam Sebulan, Polrestabes Medan Sikat 250 Kasus, 290 Tersangka Gol
Rico Waas Gandeng Garuda Indonesia, Medan Bidik Sukses APEKSI dan AFF
Medan Bersiap, Sekda Bahas Detail Kesiapan Rakernas APEKSI XVIII 2026
Polsek Medan Labuhan Ungkap Kasus Curat
Siswa Nunggak SPP di Pancabudi, Wali Kota Medan Rico Waas Perintahkan Turun Tangan
komentar
beritaTerbaru