Kanwil Kemenkum Sumut Awasi Kepatuhan Pembayaran Royalti di Rumah Bernyanyi Eleven Family Medan
Kanwil Kemenkum Sumut Laksanakan Pengawasan Kepatuhan Pembayaran Royalti di Rumah Bernyanyi Eleven Family Medan
Medan 49 menit lalu
Halaman Polrestabes Medan Senin pagi (4/5/2026) menghadirkan suasana berbeda. Ratusan kendaraan yang berjajar rapi, selain menjadi barang bukti tindak kejahatan, juga menjadi simbol dari sebuah kepemimpinan yang bekerja cepat, tegas, cerdas, namun tetap berpihak pada rasa kemanusiaan.
Di satu sisi, jejeran kendaraan itu tentu saja menunjukkan bagaimana kejahatan jalanan masih menjadi masalah besar di kota ini. Namun di sisi lain, itu juga sekaligus menjadi penanda, betapa keras sudah Polrestabes Medan bekerja mengungkap dan menggulung itu semua. Meminjam istilah ulama terkemuka di Medan, KH Zulfikar Hajar, "Menjadi jihad untuk menciptakan rasa aman."
Baca Juga:
Dalam bingkai ikhtiar yang tak mengenal jam kerja itu, ada sosok Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH, yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi "konduktor orkestrasi" dan kerja keras seluruh jajaran di Polrestabes Medan.
Dalam satu bulan terakhir saja, di bawah komandonya, 290 tersangka dari 250 laporan polisi berhasil diamankan. Tidak itu saja, tak kurang dari 14 tersangka terpaksa dihadiahi timah panas. Calvijn selalu menekankan pendekatan yang humanis, tetapi yang selalu digarisbawahi, jika situasi mendesak, jangan pernah ragu melakukan tindakan tegas dan terukur.
Baca Juga:
Angka-angka itu tidak pernah berhenti menjadi sekadar statistik. Itu adalah sebuah kesaksian tentang intensitas kerja sekaligus ketegasan dalam menanggapi keresahan warga. Pun bagi Kombes Calvijn, ia tidak hanya hendak memaparkan jumlah dan capaian. Ia memilih menjadikannya sebagai bentuk akuntabilitas, membuka kinerja kepolisian di hadapan publik, menjelaskan proses, sekaligus mengembalikan dan menjaga kepercayaan.
Kepemimpinannya terasa dalam cara ia menggerakkan organisasi. Konsolidasi internal senantiasa menjadi fondasi yang terus diperkuat. Ia mendorong setiap satuan kerja untuk tidak sekadar hadir, tetapi benar-benar bekerja maksimal dan memberi dampak nyata. "Harus menjadi terang dan garam!"
Dari patroli rutin hingga patroli bersinggungan dan patroli gabungan, semuanya berjalan dalam satu helaan napas yang sama: menjaga rasa aman warga kota. Hasilnya, kejahatan jalanan, khususnya pencurian dengan kekerasan, berhasil ditekan hingga 14 persen.
Namun, ketegasan itu tidak berdiri sendiri. Ada sisi lain yang justru menguatkan kepemimpinannya: pendekatan humanis. Keputusan untuk menggelar pengembalian ratusan kendaraan kepada pemilik sahnya tanpa biaya adalah contoh nyata. Sebanyak 129 sepeda motor, satu becak motor, dan satu mobil dikembalikan langsung kepada warga. Bagi banyak orang tentu saja ini bukan hanya pengembalian barang tetapi pemulihan rasa aman yang barangkali sempat hilang..jpeg)
Ekspresi haru Muhammad Salim Nasution, salah satu warga yang motornya kembali, menjadi cerminan dampak kerja itu. Ucapan terima kasihnya bukan hanya ditujukan kepada institusi, tetapi kepada sosok pemimpin yang dinilai mampu menghadirkan kehadiran negara secara nyata.
Di sisi lain, Kombes Calvijn juga memahami bahwa keamanan kota tidak bisa dibangun sendirian. Ia aktif merawat sinergi dengan berbagai elemen, mulai dari TNI dalam hal ini Kodim Medan, pemerintah daerah baik Pemko Medan maupun Pemkab Deli Serdang, hingga tokoh agama dan masyarakat. Kolaborasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan strategi yang membuat kerja-kerja kepolisian menjadi lebih terintegrasi dan efektif.
Kehadiran perwakilan pemerintah kota, Kodim 0201/Medan, kejaksaan, hingga tokoh dan insan pers dalam setiap momentum penting menjadi penanda bahwa pendekatan kolaboratif itu berjalan nyata. Dalam bentang kota yang dinamis seperti Medan, pola kepemimpinan semacam ini menjadi kunci: tegas dalam tindakan, terbuka dalam komunikasi, dan hangat dalam pendekatan.
Di tengah tantangan keamanan perkotaan yang kompleks, sosok Jean Calvijn Simanjuntak menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif memang diukur dari tercapainya tujuan. Akan tetapi, yang tidak kalah penting juga bagaimana hasil dan tujuan itu dapat dicapai, dengan konsolidasi yang kuat, kerja tim yang solid, dan sentuhan kemanusiaan yang tidak pernah ditinggalkan.
Dia selalu katakan, tidak ada hasil maksimal yang bisa dicapai sendirian. Harus bisa sinergis dan kompak, agar semua pekerjaan bisa efektif serta jelas memberi dampak.
(Toga Nainggolan, Pemred Posmetro Medan)
Kanwil Kemenkum Sumut Laksanakan Pengawasan Kepatuhan Pembayaran Royalti di Rumah Bernyanyi Eleven Family Medan
Medan 49 menit lalu
Kapolres Dairi Ungkap Kronologi Penganiayaan Berujung Maut di Tanah Pinem, dalam sebuah jumpa pers.
Peristiwa satu jam lalu
Polres Labuhanbatu dan KNPI memperkuat sinergitas menjaga keamanan.
Sumut satu jam lalu
Polsek Munte Bersama Forkopimcam Bagikan Bendera Merah Putih, Kobarkan Semangat Nasionalisme Jelang HUT RI ke81.
Sumut 2 jam lalu
Semangat Gotong Royong Terus Dijaga, Babinsa dan Warga Bahkisat Bersatu Bangun Lingkungan Bersih
Sumut 2 jam lalu
Residivis di Mangkubumi Diduga Kembali Edarkan "Pod Getar", Warga Desak Polisi Turun Tangan.
Medan 2 jam lalu
Kapolrestabes Banda Aceh diperiksa di Divpropam Mabes Polri.
Inter-Nasional 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi, MM, secara resmi membuka turnamen o
Medan 2 jam lalu
Polsek Lima Puluh mengungkap kasus pencurian sepeda motor milik seorang nelayan .
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Medan melepas salah satu siswi atas nama Baheera Yudhia Asti, untuk mengikuti Ja
Medan 3 jam lalu