Rabu, 12 Agustus 2026

Tiga Hari Usai Divaksin Siswa SD Meninggal Dunia, Keluarga Masih tak Terima

Evi Tanjung - Rabu, 12 Agustus 2026 18:42 WIB
Tiga Hari Usai Divaksin Siswa SD Meninggal Dunia, Keluarga Masih tak Terima
Jepri
Fransius Karo Sekali ayah korban ( tengah) masih berduka atas meninggalnya Felicia putrinya

Posmetro Medan, Karo -Duka mendalam menyelimuti keluarga Felicia Karo Sekali (11), warga Desa Seberaya, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo. Siswi kelas V SD Negeri 047164 Seberaya tersebut meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan selama tiga hari di rumah sakit.

Sebelumnya Felicia mendapat suntikan vaksinasi di sekolah, Rabu (5/8/2026). Vaksinasi tersebut dilakukan oleh tenaga medis dari Puskesmas Tiga Panah, Dinas Kesehatan Kabupaten Karo.

Berdasarkan keterangan keluarga, kondisi Felicia mulai menurun setelah menerima suntikan. Ia mengalami demam dan peningkatan suhu tubuh hingga akhirnya dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis.

Ayah korban, Fransius Karo Sekali, mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan vaksinasi di sekolah. Menurutnya, pihak sekolah tak memberitahukan orang tua perihal vaksinasi tersebut.

"Saya tahu vaksin itu dari anak saya. Dia bilang kalau tadi di sekolah disuntik vaksin. Tapi tidak ada pemberitahuan dari pihak sekolah kepada orang tua," ujar Fransius saat dikonfirmasi, Rabu (12/8/2026) siang.

Fransius menuturkan, setelah menerima vaksin, putrinya terlihat lemah dan mengalami demam tinggi. Keluarga sempat membawa Felicia ke bidan desa. Namun, karena kondisinya tidak kunjung membaik, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Amanda untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Jadi setelah divaksin, anak kita itu langsung drop dan badannya panas tinggi. Sempat kami bawa ke bidan desa, tapi panasnya tak turun juga. Makanya kami bawa ke Amanda," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Sesampainya di rumah sakit, Felicia langsung mendapatkan penanganan medis. Ia dipasang infus dan menjalani pemeriksaan, termasuk rontgen. Karena kondisinya semakin memburuk, Felicia kemudian dirawat di ruang ICU.

Namun, setelah tiga hari menjalani perawatan, nyawa Felicia akhirnya tidak tertolong.

"Sesampainya kami di rumah sakit, anak kami langsung mendapat infus dan rontgen. Terus langsung masuk ke ruang ICU karena kondisinya memburuk. Dan tiga hari dirawat, anak kami meninggal dunia," ungkap Fransius sambil menahan tangis.

Atas kejadian tersebut, keluarga meminta pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka mengenai pelaksanaan vaksinasi yang diterima putrinya, termasuk prosedur pemberian vaksin kepada siswa serta mekanisme pemberitahuan kepada orang tua.

Fransius juga berharap ada pihak yang bertanggung jawab dan dilakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya sang anak.

"Saya sangat berharap agar ada yang bertanggung jawab atas meninggalnya anak saya. Saya ingin tahu bagaimana prosedur vaksin ini, kenapa tidak ada pemberitahuan sama sekali kepada orang tua. Saya menitipkan anak saya di sekolah untuk dididik, bukan untuk divaksin," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tiga Panah, Lenny Florenta Sinulingga, belum memberikan keterangan terkait kejadian tersebut.

Saat media mendatangi kantor Puskesmas Tiga Panah untuk meminta konfirmasi, seorang pegawai menyampaikan bahwa kepala puskesmas sudah meninggalkan kantor.

"Ibu sudah keluar. Kapus jam masuknya hanya sampai jam dua siang," ujar pegawai tersebut.

KK

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru