Wabup Lom Lom Buka Musyawarah Pemuda untuk Pembangunan Deli Serdang
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Menindaklanjuti aspirasi pemuda dalam dialog refleksi satu setengah tahun pemerintahan, Pemerintah Kabupaten
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Nepal– Banjir bandang dan longsor lumpur dahsyat yang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Daerah Otonom Tibet, China, pada Rabu (26/8/2026) pagi terus menelan korban.
Hingga Jumat (28/8/2026) pagi, jumlah korban tewas di Nepal telah mencapai 469 orang, sementara hampir 1.000 orang masih dinyatakan hilang di kedua sisi perbatasan.
Tidak ada kesempatan sama sekali untuk menyelamatkan diri. "Anggota keluarga saya tersapu banjir di depan mata saya," kata Kalpana Malla, warga Distrik Nuwakot, Nepal.
Baca Juga:
Kalpana mengatakan, ayah, ibu, saudara perempuan, dan anak-anak saudara perempuannya semuanya tersapu banjir dan longsor.
"Mereka tidak bisa melarikan diri dari banjir, tidak ada kesempatan sama sekali," katanya.
Baca Juga:
"Banjir ini merenggut segalanya. Saya dan putra saya memanjat atap rumah dan selamat, tapi saya tidak bisa menjelaskan bagaimana kami bisa selamat," ujarnya.
Putra Kalpana, Sugam Malla, berkata dia menyelamatkan ibunya dengan menarik tangannya.
"Sebelumnya saya telah memberikan ponsel saya kepada saudara perempuan saya agar tetap aman dan dapat menghubungi orang untuk meminta bantuan. Tapi sekarang dia tidak dapat dihubungi, ponselnya mati. Saya khawatir dia pasti tersapu banjir," kata Sugam.
Warga lainnya, Goma Pandit, kehilangan semua hewan ternaknya.
"Lahan pertanian saya juga hanyut. Sepuluh karung biji sawi, berton-ton jagung dan padi semuanya hilang. Tidak ada yang tersisa," ujarnya.
Warga Nepal penyintas peristiwa ini, Keshav Prasad Baral, menyebut banjir di perbatasan antara Nepal dan Tibet tampak seperti semburan lumpur besar yang datang langsung ke arah kami.
Laki-laki berusia 68 tahun itu kini tengah dirawat di rumah sakit. Dia berkata, air naik semakin tinggi sebelum memasuki rumahnya.
Saat peristiwa itu terjadi, Keshav berusaha meraih tangan istrinya. Namun istrinya tetap tersapu banjir dan longsor.
"Empat atau lima jam kemudian, sebuah helikopter datang untuk menyelamatkan saya. Istri saya masih berada di suatu tempat di bawah lumpur. Dia telah tiada," katanya.(BBC)
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Menindaklanjuti aspirasi pemuda dalam dialog refleksi satu setengah tahun pemerintahan, Pemerintah Kabupaten
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Tangis terdakwa Rasiah Sukanthan pecah bukan karena vonis telah dijatuhkan. Persidangan di Pengadilan Negeri Medan
Peristiwa 6 jam lalu
Polres Karo mengajak seluruh masyarakat untuk bersamasama mencegah dan menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap anakanak.
Sumut 6 jam lalu
Satuan Lalu Lintas Polres Karo bersama UPT Dispenda/Samsat Kabanjahe dan sejumlah instansi terkait melaksanakan razia gabungan sadar pajak.
Sumut 6 jam lalu
Ruko Konveksi Dibobol Maling hingga Rugi Belasan Juta, Pemilik Lapor ke Polsek Medan Area.
Peristiwa 6 jam lalu
Mahasiswa UDA Gelar Unjuk Rasa, Rektor Ancam Drop Out
Medan 6 jam lalu
Polisi mengamankan pria yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap pengemudi mobil yang melintas di Jalan Diski, Sunggal.
Sumut 6 jam lalu
Kabar duka menyelimuti industri musik global. Legenda musik country asal Amerika Serikat, Dolly Parton, meninggal dunia usia 80 tahun.
Inter-Nasional 7 jam lalu
Posmetro Medan. Binjai Anggota DPRD Binjai Fraksi Demokrat Benny Aula Sanjaya Sembiring hadiri dan ikut kegiatan Gerakan Langit Biru Indo
Sumut 7 jam lalu
Pemko Pematangsiantar mendukung percepatan pendaftaran dan sertifikasi tanah wakaf guna memberikan kepastian hukum.
Sumut 7 jam lalu