Jumat, 28 Agustus 2026

45 Warga Indonesia Hilang Ditelan Banjir Bandang Dahsyat Nepal Dan Tibet

Faliruddin Lubis - Jumat, 28 Agustus 2026 15:25 WIB
45 Warga Indonesia Hilang Ditelan Banjir Bandang Dahsyat Nepal Dan Tibet
AFP
Tim penyelamat membawa jenazah seorang korban di Kotamadya Bidur, Distrik Nuwakot, Nepal.

POSMETRO MEDAN,Kathmandu – Banjir bandang dan longsor lumpur dahsyat yang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Daerah Otonom Tibet, China, pada Rabu (26/8/2026) pagi terus menelan korban.

Hingga Jumat (28/8/2026) pagi, jumlah korban tewas di Nepal telah mencapai 469 orang, sementara hampir 1.000 orang masih dinyatakan hilang di kedua sisi perbatasan.

Ratusan korban hilang berasal dari berbagai negara. Terdapat 45 warga Indonesia yang berdomisili di Kathmandu, Nepal. Menurut Kementerian Luar Negeri Indonesia mereka bekerja di sektor perhotelan.

Baca Juga:

Namun hingga berita ini dipublikasi, Kedutaan Besar Indonesia di Dhaka dan di Beijing terus belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak banjir dan longsor ini.

Saat ini otoritas Indonesia di Dhaka tengah fokus memastikan ada atau tidaknya WNI yang mendaki di sekitar Nepal.

Baca Juga:

"Kami mengimbau agen perjalanan yang memberangkatkan WNI ke Nepal untuk segera menyampaikan informasi mengenai keberadaan dan kondisi WNI, terutama yang sedang melakukan perjalanan atau pendakian," begitu pernyataan Kemlu.

Orang-orang yang terdata hilang juga terdiri dari 100 warga India, 54 warga Amerika Serikat, dan 33 warga Inggris, menurut badan pariwisata Nepal.

Banyak keluarga menanti kabar di rumah sakit danmasih terus mencari kerabat mereka yang hilang.

Shreejana Shrestha, jurnalis BBC Nepali, mengunjungi sebuah rumah sakit di Kathmandu. Beberapa korban selamat diterbangkan dengan helikopter untuk menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Di sisi lain, banyak keluarga berkumpul di luar rumah sakit. Mereka dengan harapan menemukan orang-orang terkasih mereka.

Warga Nepal, Ram Kumari Shrestha, mencari suaminya. Saat bencana terjadi, suaminya yang bekerja sebagai pengemudi sedang menuju Distrik Rasuwa. Ram belum mendengar kabar darinya sejak satu hari sebelum banjir dan longsor terjadi.

Kementerian Luar Negeri Ukraina menyebut 53 warga merkea saat ini juga di perbatasan Nepal-Tibet. Mereka menyebut tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa warga Ukraina termasuk di antara korban tewas atau luka-luka.

Pemerintah Australia menyatakan bahwa sejumlah warga mereka berada di daerah yang terendam banjir. Namun otoritas Australia belum mengkonfirmasi jumlah pasti warga mereka yang dilaporkan hilang.

Seorang juru bicara dewan pariwisata di Nepal mengatakan bahwa 24 warga Kanada dilaporkan hilang. Kumar Adhikari, manajer sebuah perusahaan perjalanan, menerima ribuan panggilan dari puluhan keluarga warga Inggris yang hilang.

Agen perjalanan ini mengoperasikan sejumlah perjalanan wisata mereka melintasi perbatasan Nepal-Tibet, lapor kantor berita Press Association.

Operator agen perjalanan itu berkata kepada BBC, mereka telah mencoba menyewa helikopter penyelamat. Namun helikopter, klaim mereka, tidak bisa terbang karena kondisi yang buruk.

Press Association melaporkan, empat pemandu wisata Nepal yang bekerja untuk agen perjalanan dari Inggris ini hilang.

Kumar Adhikari mengatakan, dia telah menghubungi para pemandu ketika mereka diperkirakan berada di kantor imigrasi Tibet. Namun sambungan telepon itu tidak bisa terhubung.

"Kami berharap mereka aman," kata Kumar kepada PA. "Tapi kemudian saya menerima video dari pemerintah China yang menunjukkan, bahkan, sisi Tibet pun terkena banjir."

Kumar berkata, dia perlahan menanggapi banyak keluarga turis yang berjalan bersama perusahaannya. Namun dia belum dapat memberikan informasi terbaru, walau dia telah menghubungi konsulat Inggris dan mengirimkan salinan paspor kliennya.

"Saya merasa sangat sedih. Kami hanya memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya," kata Kumar.

"Saat ini kami sedang berduka, sangat berduka," ujarnya. (BBC)

Tags
beritaTerkait
Keluarga Saya Tersapu Banjir Di Depan Mata Saya...
Korban Tewas Sudah 389 Orang, Turis-Tentara Hingga Polisi Hilang
Seperti Tsunami! Banjir Bandang di Nepal-Tibet Renggut 165 Nyawa, 1.300 Hilang
Buat Laporan Palsu Sepeda Motor Kredit Hilang, 2 Sohib Ini Nyangkut di Polsek Medan Tembung
2 Lokasi Longsor di Pematangsiantar, BPBD Bersama Pemerintah Kecamatan Evakuasi Korban
Jelang HUT Ke-81 RI, Hutama Karya Kebut Penanganan Darurat Jalan Longsor di Aceh dan Sumatera
komentar
beritaTerbaru