Selasa, 20 Oktober 2026

Gas Bocor Meledak Saat Diperbaiki, 6 Sekeluarga Jadi Korban, Ayah-Anak Tewas

Faliruddin Lubis - Minggu, 30 Agustus 2026 19:50 WIB
Gas Bocor Meledak Saat Diperbaiki, 6 Sekeluarga Jadi Korban, Ayah-Anak Tewas
Hallonews
Warga menggotong jenazah korban kebakaran untuk dimakamkan di Desa Mekarmukti, Cikarang Utara, Bekasi.

POSMETRO MEDAN,Jakarta - Satu keluarga yang terdiri dari enam orang menjadi korban ledakan yang diduga dipicu kebocoran gas di Kampung Pulo Kapuk, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dua di antara tewas.

Keluarga korban, Tami (55), mengatakan dua orang yang tewas adalah ayah dan anak yakni Setiawan (36) dan anaknya Raihan Alfarizky (7). Keduanya tewas setelah sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Kabupaten Bekasi.

"Katanya itu gas ada yang bocor. Dia minta tolong sama menantunya, minta dibenerin," kata Tami, Minggu (30/8/2026).

Baca Juga:

Menurut dia tak lama setelah meminta bantuan, terdengar suara ledakan dari rumah korban. Ia yang tinggal di sebelah rumah korban mendengar suara ledakan tersebut.

"Satu kali meledak. Pokoknya meledak gitu kedengarannya," ujarnya.

Baca Juga:

Tami menyebut terdapat enam orang yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Dua di antaranya mengalami luka bakar parah hingga akhirnya meninggal dunia.

Satgas Kesehatan Desa Mekarmukti, Suta (41), mengatakan dirinya mengetahui kejadian setelah didatangi anak korban yang meminta pertolongan. Saat tiba di lokasi, sejumlah korban sudah berada di depan rumah dengan kondisi mengalami luka bakar.

Dirinya mengatakan enam korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit. Tiga korban dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi, sedangkan tiga lainnya dibawa ke Rumah Sakit Sentra Medika.

Menurut ia kebakaran diduga terjadi ketika ibu korban sedang memasak nasi. Tabung gas disebut mengalami kebocoran. Saat hendak mengganti atau memperbaiki tabung, api diduga muncul sehingga menyambar dan membakar orang-orang yang berada di dalam satu ruangan.

"Gasnya bocor, terus dia mau ganti, ternyata sudah ada api. Sudah kena semua langsung satu ruangan," katanya.

Suta mengatakan dua korban yang meninggal mengalami luka bakar sangat parah dengan luas luka lebih dari 90 persen. "Dua korban yang meninggal itu luka bakarnya di atas 90 persen, sudah full, kayaknya sudah 100 persen," ujarnya.

Sementara empat korban lain masih menjalani perawatan di rumah sakit. Salah satunya Enah yang sedang dirawat di ruang ICU RSUD Kabupaten Bekasi karena mengalami luka bakar sekitar 90 persen.

Kemudian Amelya Putri menjalani perawatan di ruang rawat karena mengalami luka bakar di bagian kaki dan tangan dengan luas di bawah 50 persen. Dua korban lain, Buyin dan Aisah (15) menjalani perawatan di Rumah Sakit Sentra Medika. Aisah mengalami luka bakar pada kedua kakinya.

Keenamnya masih belum dapat dipastikan karena menjalani perawatan di ruang ICU dan belum diperbolehkan dijenguk. Namun, berdasarkan kondisi saat pertama kali mendapatkan penanganan, luka bakarnya tergolong serius.

"Kalau kondisinya kritis atau tidak kami belum tahu karena memang tidak boleh dijenguk, karena di ICU. Tapi awal masuk kondisi luka bakarnya sudah lumayan 90 persen," ucapnya.

Saat ini kasus ledakan tabung gas yang mengakibatkan ayah dan anak tewas itu sedang dalam penanganan Polsek Cikarang Utara dan Polres Metro Bekasi.(Antara/Detik)

Tags
beritaTerkait
USU Minta Petugas Keamanan Pegang Teguh 3 Prinsip Dasar Ini
Mahasiswa Unimed  Dorong Proyek Kemanusiaan  Potensi TOGA di Desa Sukasari
UNIMED, UM, dan UPI Sosialisasikan Website GastroLingua sebagai Inovasi Pembelajaran Bahasa Berbasis Gastronomi
Bhabinkamtibmas Hadir Mendukung Ekonomi Kerakyatan
Akuang Diduga Kabur, Eksekusi 10 Tahun Penjara dan UP 856,8 M Batal?
KABAR DUKA! Personil Sat Lantas Polres Dairi Gugur dalam Peristiwa Kebakaran di Sidikalang
komentar
beritaTerbaru