Senin, 19 Oktober 2026

Subhanallah...Anak Perempuan 6 Tahun Selamat Setelah Terkubur 55–60 Jam di Bawah Reruntuhan Banjir Nepal

Faliruddin Lubis - Senin, 31 Agustus 2026 14:13 WIB
Subhanallah...Anak Perempuan 6 Tahun Selamat Setelah Terkubur 55–60 Jam di Bawah Reruntuhan Banjir Nepal
X@Ayesha786Majid
Anak Perempuan 6 Tahun Selamat Setelah Terkubur 55–60 Jam di Bawah Reruntuhan Banjir Nepal.

POSMETRO MEDAN,Kathmandu – Di tengah bencana banjir bandang dahsyat yang melanda wilayah perbatasan Nepal-Tibet, tim penyelamat berhasil mengevakuasi seorang anak perempuan berusia 6 tahun yang terkubur di bawah lumpur dan reruntuhan selama lebih dari 55 hingga hampir 60 jam. Subhanallah..!

Anak tersebut ditemukan di desa Timure, Distrik Rasuwa (sekitar 3 km hilir dari pos perbatasan Nepal-China yang dilanda lumpur), pada Jumat malam 28 Agustus 2026.

Personel Armed Police Force (APF) Nepal mendengar tangisan samar dari bawah timbunan tanah, kayu, dan puing bangunan saat sedang melakukan pencarian korban. Mereka lalu menggali secara manual hingga berhasil menarik gadis kecil itu keluar dalam kondisi masih hidup.

Baca Juga:

Menurut juru bicara APF, Netra Karki, penyelamatan itu disebut sebagai "keajaiban". Sebagian besar tubuh anak tersebut terkubur lumpur, namun kepala terlindungi struktur kayu yang jatuh di atasnya sehingga tidak tertutup sepenuhnya.

Ia mengalami luka di wajah dan punggung, namun tidak mengancam jiwa. Setelah dievakuasi, ia diberi pertolongan pertama, termasuk minum sup, di pos keamanan perbatasan Timure. Kondisinya kemudian memburuk sehingga diterbangkan dengan helikopter ke rumah sakit di ibu kota Kathmandu pada Sabtu 29 Agustus untuk perawatan lebih lanjut.

Baca Juga:

Pada awalnya, identitas lengkap dan informasi mengenai orang tua anak tersebut belum diketahui. Laporan terbaru menyebutkan namanya Manisha (beberapa sumber menyebut Manisha Magar atau Manisha Tamang), dan orang tuanya kemudian berhasil dilacak serta juga sedang menjalani pengobatan di rumah sakit yang sama.

Banjir bandang yang dipicu runtuhnya gletser pada Rabu 26 Agustus 2026 telah merenggut ratusan nyawa di Nepal dan Tibet. Hingga akhir Agustus, jumlah korban tewas mencapai lebih dari 700–800 orang, sementara ribuan lainnya masih dinyatakan hilang. Operasi pencarian dan penyelamatan terus berlangsung di tengah medan yang sulit, akses jalan terputus, dan cuaca buruk.

Kisah penyelamatan anak perempuan ini menjadi salah satu titik harapan di tengah tragedi besar yang melanda kawasan Himalaya.(X/BBS)

Tags
beritaTerkait
Tinjau Rehabilitasi SDN 108076 Tanjung Selamat, Bupati Disambut Antusias Siswa
Polres Sibolga Gelar Pelatihan Fungsi Teknis Satuan Lalu Lintas
Penumpang Sedang Terlelap, Kapal Tiba-tiba Miring
LMP MBG Pastikan Standar Menu dan SOP Badan Gizi Nasional Terpenuhi
Begini Penampakan Rumah Viral Tetap Berdiri Tegak Dihantam Banjir Bandang Dahsyat di Nepal
Potret Menyedihkan Anak-Anak Korban Banjir Bandang di Nepal, Lihat Foto-fotonya...
komentar
beritaTerbaru