Sejoli Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap, Takut Ketahuan Orangtua Saat Mudik Lebaran
Motif Sejoli Buang Bayi di Asahan Takut ketahuan Orangtua Saat Pulang Jelang Idul Fitri.
Peristiwa 36 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang– Seorang pria berinisial S (61), yang disebut-sebut merupakan mantan anggota Polri dan pernah menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Talun Kenas, Polresta Deli Serdang, babak belur dihajar massa hingga nyaris tewas.
Peristiwa ini terjadi di Desa Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjung Morawa, Selasa (29/4/2025) dinihari.
Informasi yang dihimpun, insiden pemukulan brutal tersebut diduga dipicu oleh kekecewaan warga atas lambannya penanganan laporan tindak pidana yang menjerat S.
Baca Juga:
Sebelumnya, S dilaporkan atas dugaan kasus pencabulan terhadap dua anak di bawah umur berjenis kelamin laki-laki.
Meski laporan sudah diajukan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Deli Serdang, S tetap berkeliaran bebas tanpa tersentuh proses hukum.
Baca Juga:
Kondisi inilah yang diduga memicu kemarahan warga hingga akhirnya berujung pada aksi main hakim sendiri.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa masyarakat geram, karena merasa keadilan tidak ditegakkan sebagaimana mestinya.
“Sudah dilaporkan, tapi seperti tidak ada tindakan. Makanya warga bertindak,” katanya.
Dalam kejadian itu, S ditemukan terkapar di tanah bersemak dengan kondisi luka parah di sekujur tubuh. Ia menjadi tontonan warga yang melontarkan berbagai cacian atas perbuatannya, yang dinilai telah merusak masa depan dua anak korban.
Kanit Reskrim Polsek Talun Kenas Ipda Hotman Barus mengatakan peristiwa itu terjadi di Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, sekira pukul 22.00 WIB, tadi malam. Warga yang menduga S terlibat kasus pencabulan, mendatangi rumah S dan menghajarnya.
"Kan dia (S) di rumahnya, didatangi warga, dikeroyok," kata Hotman saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (29/4/2025).
Hotman menyebut warga kesal dan meminta S untuk segera diamankan atas dugaan kasus cabul tersebut. Sementara kasus itu, kata Hotman, masih dalam proses penyelidikan.
Penyidik Polresta Deli Serdang juga masih mengumpulkan bukti-bukti soal dugaan pencabulan itu.
"Jadi, masyarakat nggak sabar, maunya segera diamankan, sementara perkara kasusnya masih lidik di Polres (Deli Serdang), mana bisa kami suka-suka (menangkap). Kan belum tentu juga dia (S) tersangka, itu kan dugaan, pembuktiannya kan lama itu, tapi masyarakat ambil kebijakan sendiri, main hakim sendiri, mana boleh begitu ya," jelasnya.
"Biarlah proses hukum berjalan, polisi bekerja, tapi jangan dipaksa polisi mengamankan kalau belum cukup buktinya," sambung Hotman.
Hotman menyebut S saat ini masih menjalani perawatan karena mengalami sejumlah luka. Dia menyebut pihak keluarga S belum ada membuat laporan soal penganiayaan itu.
Dia sendiri belum bisa memastikan berapa banyak warga yang menghajar korban.
"Belum buat laporan. Saya belum bisa jelaskan berapa banyak (yang menganiaya), nantilah setelah mereka buat laporan baru kita periksa saksi-saksi," pungkasnya.
Kanit PPA Satreskrim Polresta Deli Serdang AKP Dodi Martha mengatakan dugaan pencabulan yang menyeret nama S itu diketahui orang tua korban pada Minggu (27/4). Lalu, kasus itu dilaporkan ke polisi pada Senin (28/4).
"Itukan ada dugaan perbuatan cabul, itu baru diketahui sama orang tua si korban hari Minggu
tanggal 27 April dan besoknya pada 28 April buat laporan," sebut Dodi saat dikonfirmasi wartawan.
Dodi belum memerinci usia korban dan kronologi dugaan pencabulan itu. Namun, dia menjelaskan bahwa pihaknya masih menyelidiki laporan tersebut.
"Korban sudah kami visum, pelapor sudah kami minta keterangan awal, baru melapor," ujarnya.
Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang Kompol Rizqi Akbar membenarkan bahwa S dikeroyok warga. Dia juga membenarkan bahwa S adalah pecatan anggota polisi.
"Iya (dimassa warga), (S) pecatan Polri," ujar Rizqi.
Rizqi belum memerinci alasan S dipecat dari institusi polri. Namun, dia menyampaikan bahwa S terakhir kali berpangkat Aiptu. "Iya, benar (Aiptu pangkat terakhir)," jelasnya.(kpn/dts)
Motif Sejoli Buang Bayi di Asahan Takut ketahuan Orangtua Saat Pulang Jelang Idul Fitri.
Peristiwa 36 menit lalu
Geng Motor Serang Warga di Deli Tua, Motor dan Rumah Dirusak, Barang Diduga Dijarah.
Peristiwa 2 jam lalu
Pegawai IndomaretAlfamart Bisa Punah, Penggantinya Muncul di China.
Global 3 jam lalu
Pastikan Kondisi Aman dan Bersih dari Narkoba, Lapas Muara Bungo Gelar Tes Urin dan Razia Kamar WBP
Inter-Nasional 3 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menghadiri pertemuan strategis bertajuk India Indonesia Business Promoti
Bisnis 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Team Khusus Anti Bandit ( Tekab) Polsek Medan Kota akhirnya berhasil menangkap dua pria terduga pelaku pencurian sepe
Kriminal 5 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Warga Jalan Turi, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, khususnya dari dua lingkungan Lingkungan V dan Lingkunga
Medan 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Sebanyak 562 calon jemaah haji Kabupaten Deli Serdang mengikuti Manasik Haji Integrasi Tahun 1447 H/2026 M ya
Sumut 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN Benarbenar apes nasib Ramlan (51). Garagara sekejap lupa mencabut kunci kontak, warga Labuhan Batu ini harus merelakan Hon
Medan 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Binjai Dengan tema yang menyentuh hati, Satu kata satu rasa sangat berarti untuk kita yang terpisah bersatu kembali empat
Sumut 8 jam lalu