Tim Macan Polres Pelabuhan Belawan Amankan 2 Pelaku Tawuran dan 4 Sajam
Tim Macan Polres Pelabuhan Belawan Amankan Dua Pelaku Tawuran dan Empat Sajam di Desa Helvetia.
Peristiwa 12 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Semarang -- Polisi berpangkat AKBP berinisial B ditangkap Propam Polda Jawa Tengah terkait kasus tewasnya dosen Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang Dwinanda Linchia Levi (35). AKBP B diamankan di sebuah tempat.
Sebelumnya, dosen cantik ini ditemukan tewas di dalam kamar Kostel Mimpi Inn, kawasan Gajahmungkur, Semarang, dalam kondisi tanpa busana di lantai kamar.
Setelah penemuan jasad, tim kepolisian segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jenazah korban kemudian dibawa ke kamar mayat RS Kariadi Semarang untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng, Kombes Pol Dwi Subagyo mengatakan, anggota polisi tersebut langsung diamankan dan dibawa untuk dilakukan pemeriksaan intensif di Bidang Propam Polda Jateng.
"Kamis melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kasus ini," kata Kombes Pol Dwi Subagyo Rabu (19/11/2025).
Polisi tengah melakukan autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian dosen Hukum Pidana tersebut.
Hingga saat ini, polisi masih berupaya mengumpulkan barang bukti tambahan dan memeriksa sejumlah saksi lain guna mengungkap secara tuntas misteri kematian Dwinanda Linchia Levi.
Misteri Kematian Dosen Muda
Kasus kematian Dwinanda Linchia Levi ini menyisakan banyak tanda tanya, terutama terkait hubungan korban dengan seorang perwira polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) yang juga menjadi saksi kunci.
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kamar hotel, dengan sejumlah kejanggalan yang membuat keluarga dan masyarakat bertanya-tanya.
Kematian Dwinanda pertama kali dilaporkan oleh AKBP B, yang menjabat di Direktorat Samapta Polda Jawa Tengah bagian Pengendalian Massa (Dalmas).
Kejanggalan muncul ketika diketahui bahwa korban dan AKBP B ternyata tercatat dalam satu kartu keluarga (KK).
Kerabat korban, Tiwi, mengungkapkan bahwa korban dan saksi pertama adalah satu KK, yang menimbulkan kecurigaan keluarga.
"Iya korban satu KK dengan saksi pertama (AKBP B), katanya sebagai saudara. Kecurigaan ini muncul ketika adik saya menanyakan alamat korban dengan saksi pertama kok sama, ternyata mereka satu KK, korban dimasukkan ke KK sebagai saudara," ujar Tiwi saat dihubungi TribunJateng.com, Selasa (18/11/2025).
Tiwi mengaku kaget atas keterkaitan antara korban dengan saksi pertama. Sejauh yang dirinya tahu, korban tak pernah menceritakan sosok polisi tersebut.
"Kami baru tahu tadi siang (Selasa, 18 November 2025), hubungan korban dan saksi pertama infonya agar korban bisa pindah KTP Semarang, maka masuk KK-nya saksi pertama," jelasnya.
Selain itu, keluarga merasa aneh karena AKBP B tidak hadir saat jenazah korban diautopsi di rumah sakit. "Kalau namanya saudara harusnya hadir karena sebagai saudara harusnya hadir, tapi sampai sore dia (polisi) itu tidak datang," terangnya.
Informasi kematian korban juga terlambat sampai ke keluarga, dan kondisi jenazah yang ditemukan telanjang serta bercak darah di beberapa bagian tubuh menambah misteri kasus ini.
Keluarga korban menilai ada beberapa kejanggalan terkait kematian korban, di antaranya informasi meninggalnya korban yang berjarak cukup jauh.
Korban ditemukan meninggal dunia pada Senin pagi, tapi keluarga baru menerima informasi kematian korban pada Senin petang. Korban juga ditemukan dalam kondisi telanjang dan telentang begitu saja di lantai kemarik tanpa alas apa pun.
Keluarga korban yang menerima foto tersebut lantas curiga atas kematian korban. Pada bagian lain, wajah korban dalam foto tersebut juga sangat berbeda dengan kondisi semasa hidup. "Informasinya keluar darah dari hidung dan mulut korban. Kemudian sekilas dari foto korban yang kami terima, ada bercak darah keluar dari bagian intim korban."
"Nah ini yang masih membuat keluarga korban masih merasa janggal atas kematian ini," paparnya.
Meskipun merasa janggal, keluarga korban masih menunggu keputusan keluarga besar untuk langkah hukum ke depan.
"Sebenarnya keluarga sudah menggebu-gebu, tapi silakan nanti keluarga terutama kakak kandung dari korban," ujar Tiwi.
(wan/bbs)
Tim Macan Polres Pelabuhan Belawan Amankan Dua Pelaku Tawuran dan Empat Sajam di Desa Helvetia.
Peristiwa 12 menit lalu
Polres Tapanuli Tengah Ringkus Pengedar Sabu di Sarudik, Sejumlah Barang Bukti Diamankan
Peristiwa satu jam lalu
174.791 Narapidana dan Anak Binaan Terima Remisi HUT ke81 RI, 3.563 Langsung Bebas.
Inter-Nasional 3 jam lalu
Sampaikan Permohonan Maaf ke Masyarakat Indonesia, SBY Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara HUT RI di Istana.
Inter-Nasional 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Medan menggelar peringatan Hari Ulang Tahun
Medan 4 jam lalu
Polres Tapteng Tangkap Pengedar Ganja di Sibolga Utara, 100 Gram Barang Bukti Disita.
Peristiwa 5 jam lalu
TORNADO&rsquoS CLUB TARUTUNG MERIAHKAN HUT KE81 RI.
Sumut 14 jam lalu
Kapolda Sumut Whisnu Hermawan Hadiri Upacara HUT ke81 RI di Lapangan Astaka.
Medan 16 jam lalu
Upacara HUT ke81 Kemerdekaan RI Di Polda Sumut Berlangsung Khidmat.
Medan 17 jam lalu
Posmetro Medan, Labuhanbatu Suasana haru menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat di Jalan Juang 45, Kecamatan Ran
Sumut 17 jam lalu