DPN Gelar Semarak Gebyar HUT ke-81 RI di Stadion Teladan Medan
POSMETRO MEDAN, Medan Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Peduli Negeri (DPN) Sumatera Utara m
Medan 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Aceh - Hujan tak lagi turun sebagai kesejukan. Sejak sepekan terakhir, ia jatuh deras seperti ketukan tak sabar di atap-atap rumah Aceh, mengubah sembilan kabupaten/kota menjadi cekungan air raksasa. Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara, dan Aceh Selatan sembilan nama yang hari ini terdengar bagai deretan kabar darurat dari sebuah provinsi yang tengah berjuang menyelamatkan napasnya.
Di Jakarta, seorang pria bernama Teuku Zulman, 33 tahun, berdiri di antara gelisah dan doa. Gawai di tangannya telah sunyi sejak 26 November 2025 pukul 14.30 ketika sambungan telepon terakhirnya dengan keluarga di Langsa Baro dan Langsa Barat terputus. Banjir mematikan listrik, dan listrik memutuskan komunikasi. Maka diam menjadi satu-satunya jawaban untuk semua pertanyaannya, pada (27/11/2025)
"Akses komunikasi ke Kota Langsa putus total sejak kemarin siang. Kabar terakhir, banjir terjadi hampir di seluruh wilayah kota," ujarnya, suaranya bergetar oleh jarak yang tak bisa dipangkas oleh sinyal apa pun.
Zulman tak sendiri. Para perantau asal Langsa teman, kerabat, atau sekadar kawan satu kampung menjalani malam-malam penuh kecemasan. Gawai mereka hidup, tapi tak pernah berbalas. Seolah-olah banjir telah menenggelamkan bukan hanya rumah dan jalan, tapi juga suara manusia.
Di Aceh, Pusdalops BPBA mengonfirmasi apa yang dikhawatirkan banyak orang, Langsa lumpuh total. Tiga tower tumbang, listrik padam, internet padam, informasi pun padam. Hanya bunyi hujan yang tak kunjung selesai.
"Kami belum bisa memastikan kapan pemulihan selesai," kata Fauzan, petugas piket BPBA. Bahkan pertanyaan apakah daerah lain mengalami pemadaman serupa tak sempat ia jawab mungkin karena antrean laporan di hari yang kacau itu begitu panjang.
BPBA mencatat banjir telah menghantam Aceh sejak 18 November 2025. Hujan yang tak berhenti, angin kencang, serta geologi tanah yang labil bukan hanya memicu banjir, tetapi juga longsor. Air datang tak hanya dari langit tapi juga, menurut laporan resmi, dari lahan perkebunan kelapa sawit PTPN I Langsa. "Air kiriman," begitu warga menyebutnya.
Di Desa Paya Bujok Seulemak, 110 rumah tak lagi dapat membedakan mana halaman, mana jalan, mana sungai yang meluap. Air mengambil batas-batas itu, menggantinya dengan satu warna cokelat keruh.
Secara keseluruhan, bencana ini telah mengimbas 14.235 keluarga atau 46.893 jiwa, dengan 455 keluarga (1.497 jiwa) terpaksa mengungsi. Angka-angka itu dingin, tapi di baliknya ada manusia yang menggigil, kehilangan, atau sekadar berusaha bertahan pada sisa malam yang basah.
Zulman menunggu kabar. Ribuan orang lain juga menunggu kabar. Namun kabar hanya datang dari hujan yang tak mau pergi dan dari pemerintah yang, menurut banyak warga, masih terlalu sunyi.
POSMETRO MEDAN, Medan Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Peduli Negeri (DPN) Sumatera Utara m
Medan 4 jam lalu
Sejumlah wisatawan dan penggemar olah raga kano asal Inggris didampingi Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Pakpak Bharat Maringan Bancin.
Sport 5 jam lalu
Wabup Samosir Bersama Dirjen Hortikultura Kementan Tanam Bawang Putih, Dorong Samosir Jadi Sentra Swasembada Pangan.
Bisnis 6 jam lalu
Polres Karo Ungkap Peredaran Sabu di Kedai Tuak, Seorang Pria Diamankan.
Kriminal 7 jam lalu
Wali Kota Wesly Servis Bola Perdana, Tandai Pembukaan Kompetisi QRIS Padel Championship Tahun 2026
Sport 7 jam lalu
Meriahkan HUT RI ke81, Kodim 0201/Medan Gelar Lomba 17 Agustus.
Medan 8 jam lalu
Tim gabungan Bea Cukai menggagalkan penyelundupan moge ilegal.
Inter-Nasional 9 jam lalu
Bupati Humbang Hasundutan mengukuhkan Paskibraka kabupaten Tahun 2026.
Sumut 11 jam lalu
Paskibra Kecamatan Jorlang Hataran Dikukuhkan, Gladi Upacara HUT RI ke81 Berlangsung Khidmat.
Sumut 12 jam lalu
Bayi di NTT Lahir Saat Gempa, Diberi Nama Agustin Gempita Aurora.
Viral 12 jam lalu