Rabu, 11 Februari 2026

Ngeri! Bocah Kakak Beradik Hadang Kereta Api, KAI: Murni Iseng

Faliruddin Lubis - Sabtu, 03 Januari 2026 12:21 WIB
Ngeri! Bocah Kakak Beradik Hadang Kereta Api, KAI: Murni Iseng
IST
Viral aksi seorang anak perempuan bermain di rel dan mengadang kereta Commuter Line Jenggala di Sidoarjo, Jawa Timur.

POSMETRO MEDAN,Sidoarjo - Video dua bocah perempuan diduga mencoba menghentikan laju kereta api di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, jadi viral di media sosial. Kepolisian dan petugas KAI Daop 8 Surabaya pun turun tangan.

Video 25 detik itu memperlihatkan salah satu anak perempuan berlari menyeberangi rel saat ada kereta api yang melintas dari arah Sidoarjo menuju Mojokerto. Bocah itu sempat berhenti di tengah rel sambil mengangkat kedua tangannya ke arah kereta.

Kedua anak perempuan tersebut diketahui merupakan kakak beradik, warga Kecamatan Candi, Sidoarjo, dengan usia sekitar 12 tahun. Dalam rekaman video, satu anak lainnya berada di pinggir rel.

Baca Juga:

Dari hasil penelusuran, peristiwa itu diketahui terjadi pada Jumat (26/12/2025) sekitar pukul 17.20 WIB di KM 31+½ lintasan kereta apiSidoarjo arah Tulangan.

"Hasil penelusuran anggota Polsek Tulangan bersama Polsuska PT KAI, peristiwa itu berdekatan dengan JPL 9 yang berada di Desa Durungbedug Kecamatan Candi, bukan di wilayah Kecamatan Tulangan," kata Kapolsek Tulangan AKP Rizki Arif P saat dihubungi, Jumat (2/1/2026).

Baca Juga:

Orang tua kedua anak itu disebut sudah bertemu dan meminta maaf kepada pihak KAI.

Sementara itu petugas KAI Daop 8 Surabaya yang menindaklanjuti video viral itu menyimpulkan bahwa aksi tersebut dilakukan murni karena iseng. Mengingat, kedua anak masih berusia di bawah umur.

"Karena masih anak-anak, sekitar 12 tahun, kami simpulkan ini murni iseng. Mereka belum memahami risiko dan bahaya dari perbuatannya," kata Manager Humas Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono.

Setelah video tersebut viral, petugas bersama pihak terkait melakukan penelusuran dan mendatangi lokasi kejadian pada 31 Desember 2025. Petugas Daop 8 juga telah menemui kedua anak beserta orang tuanya untuk memberikan edukasi.

"Orang tua mengakui perbuatan anaknya salah. Tidak ada perjanjian tertulis, hanya komitmen lisan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang," ujar Mahendro.

Tags
beritaTerkait
Cabuli Belasan Bocah Kakek 65 Tahun Ditahan, Modusnya Kasih Uang Recehan
Ditlantas Polda Sumut Fasilitasi Ambulans dan Pengawalan Jenazah Korban Laka Kereta Api di Tebing Tinggi
Satu Keluarga Asal Medan Tewas Ditabrak Kereta Api di Tebing Tinggi
Begini Kronologis Truk Tabrakan dengan KA Putri Deli di Perlintasan Kisaran–Air Joman
Kereta Api Tabrak Truk Hingga Terguling di Perlintasan Kisaran-Tanjungbalai
Pria Tanpa Identitas Tewas Terpental Masuk Sungai Disambar Kereta Api
komentar
beritaTerbaru