Sabtu, 28 Maret 2026

Belum Reda Kasus Camat Judol Rp1,2 Miliar, Medan Kembali Digegerkan Isu Perselingkuhan Camat dengan Istri Lurah

Evi Tanjung - Jumat, 06 Februari 2026 05:48 WIB
Belum Reda Kasus Camat Judol Rp1,2 Miliar, Medan Kembali Digegerkan Isu Perselingkuhan Camat dengan Istri Lurah
Ist

POSMETROMEDAN, Medan — Citra aparatur Pemerintah Kota Medan kembali tercoreng. Setelah publik dikejutkan dengan kasus dugaan camat yang bermain judi online (judol) menggunakan kartu kredit kecamatan hingga menelan anggaran fantastis mencapai Rp1,2 miliar, kini muncul isu baru yang tak kalah memalukan.

Jagat media sosial di Kota Medan dalam beberapa hari terakhir diramaikan dengan kabar dugaan perselingkuhan seorang camat dengan istri lurah. Informasi tersebut menyebar luas melalui pesan berantai dan unggahan media sosial, saat di konfirmasi wartawan camat tersebut mengatakan," Biarlah ini menjadi ladang kebaikan buat saya." Hal ini memicu kemarahan publik serta menambah panjang daftar kontroversi yang melibatkan pejabat di lingkungan Pemko Medan.

Meski belum ada pernyataan resmi dari pemerintah maupun aparat penegak hukum terkait kebenaran isu tersebut, masyarakat menilai rentetan persoalan ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan pembinaan terhadap pejabat publik di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Baca Juga:

Siti Fauziah, salah seorang warga Kota Medan, mengungkapkan kekecewaannya terhadap perilaku oknum pejabat yang seharusnya menjadi teladan di tengah masyarakat. Menurutnya, kasus demi kasus yang mencuat bukan lagi persoalan sepele, melainkan sudah menyangkut moral, etika, dan kepercayaan publik.

"Belum selesai kasus camat main judol pakai kartu kredit kecamatan sampai Rp1,2 miliar, sekarang muncul lagi isu camat selingkuh dengan istri lurah. Ini sangat memalukan. Pejabat itu digaji dari uang rakyat, seharusnya memberi contoh yang baik, bukan malah bikin gaduh," ujar Siti dengan nada geram.

Baca Juga:

Ia menegaskan, apabila isu perselingkuhan tersebut terbukti benar setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwenang, maka Pemko Medan tidak boleh ragu mengambil tindakan tegas.

"Kalau benar terbukti, jangan dipertahankan. Pecat saja camat yang seperti ini. Jangan sampai citra Pemko Medan makin jatuh di mata masyarakat," tegasnya.

Pengamat kebijakan publik menilai, maraknya isu yang melibatkan pejabat daerah menunjukkan pentingnya penegakan disiplin dan sanksi tegas sesuai aturan kepegawaian dan kode etik aparatur sipil negara (ASN). Mereka juga mendorong agar Inspektorat Kota Medan segera melakukan klarifikasi dan pemeriksaan internal guna memastikan kebenaran informasi yang beredar di tengah masyarakat.

Selain itu, publik juga menuntut transparansi dari Pemerintah Kota Medan agar tidak muncul kesan adanya pembiaran atau upaya melindungi oknum tertentu. Kepercayaan masyarakat, menurut mereka, hanya bisa dipulihkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan normatif.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemko Medan belum memberikan keterangan resmi terkait isu dugaan perselingkuhan tersebut. Sementara itu, masyarakat berharap Wali Kota Medan segera bersikap dan memastikan setiap pejabat yang melanggar hukum maupun etika jabatan ditindak sesuai peraturan yang berlaku.( Red)

Tags
beritaTerkait
Wakil Wali Kota Medan Terima Kunjungan Danyon Parako 463 Pasgat
Wiriya Alrahman Sekda Medan Pensiun Juni 2026,Walikota Medan Rico Waas Beri Sinyal
Zakiyuddin Harahap Sambut Hangat Tamu Halalbihalal, Pererat Silaturahmi di Kota Medan
Pererat Silaturahmi Antarkepala Daerah, Rico Waas Hadiri Open House Idulfitri Gubsu
Ribuan Warga Padati Rumah Dinas Walikota, Rico Waas Sapa Warga dengan Ramah
Pawai Mobil Hias Disambut Antusias, Rico Waas Ajak Warga Sambut Hari Kemenangan
komentar
beritaTerbaru