Rabu, 15 April 2026

Pabrik Sawit LTS Kampung Pajak Terbakar, Api Berkobar Hebat di Jantung Mesin Pengolahan

Evi Tanjung - Selasa, 14 April 2026 15:44 WIB
Pabrik Sawit LTS Kampung Pajak Terbakar, Api Berkobar Hebat di Jantung Mesin Pengolahan
habibi
Pabrik Sawit LTS Kampung Pajak Terbakar Hebat/ foto: Habibi

POSMETRO MEDAN, Labura – Kepulan asap hitam pekat yang biasanya keluar dari cerobong Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Lingga Tiga Sawit (LTS), kini berganti menjadi petaka. Minggu (12/4/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WIB, pabrik yang berlokasi di Kampung Pajak, Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara ini luluh lantak dilahap si jago merah.

Insiden kebakaran hebat ini terjadi tepat di samping Kantor Kepala Desa Kampung Pajak, sontak memicu kepanikan luar biasa di tengah masyarakat. Video amatir detik-detik api melalap bangunan pabrik pun viral secara berantai di berbagai platform media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber internal perusahaan, titik api diduga kuat berasal dari area vital, yakni mesin pengolahan. Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan itu menyebutkan bahwa kondisi infrastruktur pabrik yang sudah uzur menjadi faktor pemicu.

Baca Juga:

"Kebakaran terjadi di sekitar wilayah mesin pengolahan. Kondisi pabrik memang sudah tua, dan saat ini sebenarnya masih dalam proses pembaruan suku cadang komponen sejak beralih manajemen dari PJLU ke LTS," ungkapnya.

Kanit Reskrim Polsek Na IX-X, Iptu Dr. Iskandar Muda Sipayung, membenarkan adanya peristiwa mencekam tersebut. Meski api berkobar dahsyat, pihak kepolisian memastikan tidak ada nyawa yang melayang.

Baca Juga:

"Ya, benar (kebakaran). Tidak ada korban jiwa," tegas Iskandar singkat saat dikonfirmasi media, Senin (13/4/2026).

Namun anehnya, pihak kepolisian tampak sangat tertutup mengenai penyebab pasti maupun total kerugian material yang diderita pihak LTS. Setali tiga uang, Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP M. Jihad Fajar Balman, pun memilih bungkam. Hingga Selasa (14/4/2026), konfirmasi via pesan singkat WhatsApp yang dikirim awak media ini tak kunjung mendapat respons meski peristiwa sudah berlalu dua hari.

Di balik musibah ini, terselip nada kemarahan dari warga sekitar. Dedi, salah seorang warga Desa Kampung Pajak, melontarkan pernyataan menohok. Menurutnya, insiden ini seolah menjadi "puncak" dari keresahan warga atas polusi yang dihasilkan pabrik selama bertahun-tahun.

"Lihat saja asapnya setiap beroperasi, hitam pekat dan sangat meresahkan. Sudah selayaknya terjadi (kebakaran), biar mereka sadar," ketus Dedi.

Dedi membeberkan bahwa keluhan warga soal asap hitam pekat ini sudah berulang kali dilaporkan, bahkan sudah sampai ke telinga Pemerintah Kabupaten Labura. Namun, pengawasan seolah mandul dan pabrik tetap melenggang beroperasi meski mencemari udara.

Tags
beritaTerkait
Anrizal Ramaputra Laporkan Akun Facebook Sofya Moureen Terkait Dugaan Hoaks
Pemkab Labuhanbatu dan Thariqat Naqsyabandiyah Gelar Dzikir Akbar & Halal Bihalal 1447 H
Aktivis Labuhanbatu: Putusan MK Wajibkan BPK Jadi Rujukan Tunggal Korupsi
Alarm Merah! Tragedi Panipahan Adalah ‘Bom Waktu’ Bagi Labuhanbatu: Aktivis Desak APH Sikat Praktik Ilegal
Kadispora Medan Buka Bakat Olahraga Pelajar Tahun 2026
Dinas SDABMBK Kota Medan Gelar Pembekalan dan Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi
komentar
beritaTerbaru