Polres Tapanuli Utara Musnahkan Barbut Narkotika, 8 Kg Sabu, 102 Kg Ganja, 159 Cartridge Pod
Polres Tapanuli Utara bersama Kejaksaan dan tim dari Polda Sumut memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan sejumlah perkara.
Berita 8 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan - Kawanan geng motor kembali berulah. Kali ini korbannya pekerja penggilingan bakso bernama Arif Nur Hidayat.
Pria yang tinggal di Gang Pelajar, Gaperta, Medan Helvetia ini mengaku diserang dan dibacok gerombolan geng motor di Simpang Lampu Merah Gaperta, Kamis (16/4/26) dinihari.
Akibatnya, Arif mengalami luka bacok dibagian betis dan sekujur tubuhnya lebam-lebam. Sementara keponakannya, Rizki Aji Setiawan juga menderita memar disebagian tubuhnya.
Baca Juga:
Arif saat ditemui di RS Hermina Jumat (17/4/25) menjelaskan jika peristiwa itu terjadi saat mau berangkat ke Pasar Sei Sikambing untuk bekerja.
Dini hari itu korban mengendarai Honda Vario bersama keponakannya Rizki. Setibanya di lokasi, ia mengaku melihat segerombolan geng motor.
Baca Juga:
"Sekitar pukul 03.30 Wib. Pas di depan Masjid NU kami sudah kepergok dengan geng motor itu," ucapnya.
Dijelaskannya, kawanan geng motor itu sekitar 50 orang mengendarai sekitar 30 sepeda motor berbagai merk sambil menenteng senjata tajam (sajam).
Lalu, sepeda motor korban dihadang kawanan geng motor. Keduanya sempat mau kabur masuk ke salah satu gang. Namun gagal, keduanya ditarik dan dikeroyok geng motor.
"Kami mau belok ke gang untuk mengelak. Ternyata nggak bisa karena gangnya dipasang portal. Kami (saya dan keponakan) pun pasrah dianiaya," tuturnya.
Karena dianiaya terus, kedua korban berteriak minta tolong. Namun tak ada warga yang berani keluar.
"Udah ngak tau lagi. Berapa orang yang memukul dan membacok saya. Tapi saya lihat satu orang beberapa kali mengayunkan parangnya ke kaki saya. Sampai betis saya robek dan mengeluarkan darah, di situ mereka berhenti," lanjutnya.
Bukan hanya luka dibetis, Arif juga menderita sejumlah luka lebam. Termasuk di bagian paha dan tangan kanannya.
"Keponakan saya juga lebam-lebam dipukuli," jelasnya.
Masih kata Arif, saat bertemu komplotan tersebut, ia mengaku tak lakukan perlawanan. Komplotan itu seketika mengejar dan menyerang kami tanpa alasan apapun.
"Memang langsung dibacok orang itu saya. Orang itu enggak ada cerita, langsung main hantam saja. Pokoknya aku sudah minta ampun. Tak peduli mereka," ungkapnya.
Meski begitu, Arif mengaku jika barang berharganya tidak ada yang hilang. "Handphone, kereta, semuanya utuh. Nggak ada yang hilang," katanya.
Hingga kini, Arif mengaku belum membuat laporan ke Polsek Helvetia. Ia masih fokus masalah luka yang dideritanya.
"Nanti bang. Masih fokus dengan luka-luka ku. Apalagi ini nggak bisa pakai BPJS. Saya pasien umum. Jadi masih memikirkan kondisi dan biaya dulu," jelasnya.
Meski begitu, Arif menjelaskan jika petugas Polsek Helvetia telah membesuk dan menginterogasi dirinya.
"Sudah ada datang polisi dari Helvetia ke sini menginterogasi. Kalau laporan resmi saya belum ada," tutupnya.
Terpisah, Kapolsek Helvetia, Kompol Nelson JP Sipahutar ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Dijelaskannya, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan yang pelakunya para geng motor.
"Benar, kemarin korban sudah kita temui dan kita masih lidik pelakunya. Memang korban belum buat laporan, tapi tetap kita lidik," jawabnya.
Kapolsek menambahkan, hasil interogasi awal yang dilakukan pihaknya, diduga komplotan tersebut salah sasaran.
"Dugaan kita salah sasaran. Tapi nanti akan kita dalami dulu," ujarnya.(MedanPos)
Polres Tapanuli Utara bersama Kejaksaan dan tim dari Polda Sumut memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan sejumlah perkara.
Berita 8 menit lalu
Viral Rumah ASN di Tanjungbalai Digeruduk Warga karena Kasus Pelecehan ke Anak.
Peristiwa 10 menit lalu
Ditresnarkoba Polda Sumut menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabusabu, yang dikirim lewat laut menggunakan perahu kayu.
Peristiwa 23 menit lalu
Tabrak Tiang Underpass, Remaja Pedagang Ikan di Medan Tewas
Peristiwa 27 menit lalu
Kejaksaan Negeri Simalungun ikut menghadiri acara kegiatan penyambutan Kunjungan Kerja Wakil Menteri Kesehatan RI.
Sumut 38 menit lalu
Tega mencabuli anak dibawah umur, seorang sopir angkot di Kecamatan Berampu, Dairi ditangkap polisi.
Peristiwa 53 menit lalu
Tanamkan semangat Merah Putih, Babinsa Koramil Tanah Jawa melatih tim Paskibra SMA HKBP Huta Bayu Raja menyambut HUT RI ke81.
Sumut satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali menorehkan capaian membanggakan dalam pemeringkatan pe
Medan satu jam lalu
7 Bintang Piala Dunia 2026 Jadi Rebutan Klub Raksasa Eropa.
Sport satu jam lalu
Kakak beradik ini dilaporkan kompak menjadi pengedar sabu di kawasan Belawan, terpaksa harus berurusan dengan polisi.
Medan satu jam lalu