Selasa, 02 Juni 2026

Ngeriii...Warga Jermal Dianiaya Hingga Babak Belur, Pelakunya Diduga Kelompok Preman

Administrasi C
Administrator - Senin, 01 Juni 2026 06:34 WIB
Ngeriii...Warga Jermal Dianiaya Hingga Babak Belur, Pelakunya Diduga Kelompok Preman
IST
Korban menjalani perawatan di rumah sakit.

POSMETRO MEDAN, Medan – Seorang warga bernama Rahmadsyah alias Mamat (45) babak belur setelah diduga menjadi korban penganiayaan kelompok preman, di kawasan Jermal, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (30/5/2026). Ngeriii...!

Peristiwa bermula sekitar pukul 19.00 WIB di rumah kontrakan korban yang berada di Jalan Jermal 7 Ujung, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Saat itu, Rahmadsyah sedang berada di dalam rumahnya, tiba-tiba didatangi dan dikeroyok oleh sekelompok orang.

Baca Juga:

Korban kemudian diculik dan dibawa ke lokasi lain. Di tempat tersebut, ia disiksa serta dibacok menggunakan senjata tajam jenis kelewang. Akibatnya, Rahmadsyah mengalami luka bacokan di sekujur tubuh dan bagian kepala.

Setelah merasa puas, para pelaku dengan kejam membuang korban yang masih berlumuran darah di area depan RS Muhammadiyah.

Baca Juga:

Berdasarkan keterangan warga, peristiwa bermula saat korban berupaya mengusir aktivitas pengedar narkoba. Tidak lama kemudian, sejumlah orang mendatangi korban di lokasi.

Setelah bertemu korban, orang-orang ini diduga melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam dan tombak. Korban yang berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke sebuah rumah kosong tetap dikejar dan terus diserang hingga mengalami luka bacok di sejumlah bagian tubuhnya.

Korban kemudian dibuang dalam kondisi berlumuran darah di depan Rumah Sakit Muhammadiyah, di Jalan Mandala By Pass, Kelurahan Tegal Sari Mandala I, Kecamatan Medan Denai, Sabtu (30/5/2026) malam.

Dalam rekaman yang beredar, korban menyebut aksi tersebut diduga dilakukan atas perintah seseorang. Pihak keluarga mengaku telah membuat laporan ke Polrestabes Medan dan berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan penculikan dan penganiayaan itu. Kasus ini pun menjadi perhatian publik setelah narasi dan rekaman korban beredar luas di media sosial.

Korban yang masih dalam kondisi syok menjelaskan identitas para pelaku. Ia menyebut ada sekitar 50 orang yang terlibat dalam penyerangan tersebut.

"Mobilnya banyak. Yang bacok aku si Is pakai kelewang, satu lagi yang gondrong agak tua, si Abah, si Ahak juga. Kurang lebih ada 50 orang," ujar Rahmadsyah kepada wartawan.

Korban juga menirukan perkataan pelaku yang mengatasnamakan seorang ketua ormas.

"Yang gondrong Soek bilang, 'Mati kau, mati kau. Ini perintah, ini perintah ketua. Perintah, matikan, matikan,' ini perintah ketua," lanjutnya menirukan ancaman para pelaku.

Sementara itu, Serka Dede Andiruka, kakak kandung korban yang merupakan anggota TNI, membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengaku keluarganya telah berupaya membawa adiknya ke rumah sakit, namun mengalami penolakan beruntun.

"Adik saya sempat dibawa ke RS Muhammadiyah, tapi kemudian kami rujuk ke RS Bhayangkara. Namun ditolak. Kami balik lagi ke RS Muhammadiyah, ditolak lagi. Lalu kami bawa ke RS Murni Teguh, juga ditolak," ungkap Dede dengan nada putus asa saat dikonfirmasi awak media, Minggu (31/5/2026).

Hingga akhirnya, pihak keluarga memutuskan membawa Rahmadsyah ke rumah kakak mereka untuk mendapatkan pertolongan pertama.

"Akhirnya kami bawa ke rumah kakak kami. Nggak taulah kenapa ditolak, bingung juga," tuturnya.

Atas kejadian ini, keluarga korban mengaku telah mendatangi Mapolrestabes Medan untuk membuat laporan polisi. Namun, hingga Minggu siang, laporan tersebut belum juga terdaftar.

"Laporan sudah saya serahkan ke pengacara kami, tapi sampai sekarang belum diangkat. Mungkin masih istirahat, karena kami baru bubar sampai jam 5 pagi," keluh Serka Dede.

Hingga berita diposting, belum ada keterangan dari pihak kepolisian. (TribunMedan/Instagram)

Tags
beritaTerkait
Tim Gabungan Polrestabes Medan Gempur Jermal
Perkiraan Cuaca Medan Masih Akan Diguyur Hujan
Rico Waas Pastikan Aspirasi Warga Ditindaklanjuti
Maruli Siahaan Tinjau Rumah Pangihutan Nainggolan di Belawan, Dengarkan Langsung Keluhan Warga
15 Warga Kelurahan Ladang Bambu Tuntungan Terverifikasi Calon Penerima Program PKH Medan Makmur
Rumah Warga di Medan Polonia Diduga Dirusak Kawanan Preman, Korban Stroke Lapor ke Polisi
komentar
beritaTerbaru