Budi kemudian mengaitkan pandangannya dengan sejumlah dinamika sosial yang terjadi belakangan. Ia menyebut adanya aksi demonstrasi serta situasi masyarakat yang menurutnya menunjukkan kondisi tidak normal.
"Jangan maksud saya begini loh, saya pengalaman dengan gerak sejarah, ini adalah yang abnormal di masyarakat saat ini," jelasnya.
Baca Juga:
Ia lantas menyinggung aksi massa di Pati dan Madura serta membandingkannya dengan situasi menjelang Reformasi 1998.
"Ini demo Pati, Madura, demo Pati ikut tandingan, nah ini kayak 98, pasti kalah yang preman," bebernya.
Baca Juga:
Budi mengatakan situasi abnormal tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat memunculkan perubahan yang sulit diprediksi.
Menurut Budi, dinamika yang terjadi di masyarakat tidak cukup dihadapi hanya dengan skenario politik yang telah disiapkan sebelumnya.
Ia menilai perubahan dapat berlangsung di luar perkiraan ketika keresahan masyarakat bertemu dengan kondisi ekonomi yang sedang dihadapi.
"Cuma maksud saya itu jadi abnormal, agar masyarakat yang membuat kita tidak hanya memikirkan skenario-skenario profesional, langkah-langkah, tahapan-tahapannya semestinya ini terjadi yang namanya patahan segar," tegasnya.
Budi kemudian kembali menyinggung kondisi masyarakat yang menurutnya sedang menghadapi tekanan.
"Dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat (marah). Saya ingin mengatakan ini adalah sesuatu yang lebih cepat dari yang kita bayangkan," terangnya.
Tags
beritaTerkait
komentar