Kerjasama Berbagai Bidang, Kejati Sumut, Aceh dan Riau Teken PKS dengan Kodaeral I
POSMETRO MEDAN,MEDANKejaksaan Tinggi Sumatera Utara bersama Kejaksaan Tinggi Riau dan Kejaksaan Tinggi Aceh melaksanakan penandatanganan pe
Medan satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta — Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Guntur Romli menyoroti penggunaan algoritma desil dalam menentukan status kesejahteraan masyarakat yang menjadi dasar pemberian berbagai bantuan dan subsidi pemerintah.
Melalui video yang diunggah di akun Threads miliknya, Gunromli menilai sistem tersebut berpotensi keliru membaca kondisi ekonomi masyarakat. Menurutnya, kesalahan klasifikasi justru dapat mengancam hak masyarakat kecil untuk mendapatkan bantuan pemerintah.
Kritik itu disampaikan karena, menurut Guntur, bukan hanya satu atau dua orang yang status desilnya dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya.
Baca Juga:
Guntur mencontohkan kasus Timbul, tukang becak di Malioboro, Yogyakarta, yang disebut mengalami perubahan status desil hingga dianggap masuk kelompok masyarakat yang lebih sejahtera.
Selain itu, ia menyoroti kasus di Bandung. Sekitar 130 mahasiswa Universitas Padjadjaran disebut terancam kehilangan KIP Kuliah setelah status desil ekonomi keluarga mereka mengalami kenaikan tanpa penjelasan yang memadai.
Baca Juga:
"Algoritma desil ini sungguh ancaman nyata terhadap nasib rakyat kecil. Bukan cuma Pak Timbul, tukang becak Malioboro Jogja yang naik pangkat jadi Kong Lomrat gara-gara perubahan desil. Di Bandung, 130 mahasiswa Universitas Pajajaran mendadak terancam kehilangan KIP Kuliah karena desil keluarga mereka melonjak tanpa penjelasan," ungkapnya, dikutip Kamis (3/9/2026).
Menurut Guntur, persoalan serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain. Ia mencontohkan pekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu yang disebut dapat tercatat dalam desil 10.
"Di berbagai daerah, pekerja serabutan dengan penghasilan tak menentu tercatat di desil 10. Kasta tertinggi kesejahteraan setara pengusaha besar. Bahkan ada dosen honorer berpenghasilan pas-pasan pun ikut terlempar ke desil atas," sambungnya.
Guntur menilai klasifikasi berdasarkan desil tidak selalu mampu menggambarkan kondisi finansial seseorang secara utuh.
"Hanya karena algoritma menilai profesi dosen otomatis identik dengan kemakmuran. Sistem yang tidak melihat gaji, tidak melihat utang, tidak melihat beban hidup nyata. Ia hanya membaca kategori di atas kertas," terangnya.
POSMETRO MEDAN,MEDANKejaksaan Tinggi Sumatera Utara bersama Kejaksaan Tinggi Riau dan Kejaksaan Tinggi Aceh melaksanakan penandatanganan pe
Medan satu jam lalu
POSMETRO MEDAN,DAIRI Pengurus Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Kabupaten Dairi periode 20262028 yang dinahkodai Rudi Anto Sinaga re
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Satu dari sekian ratus warga Perumnas Mandala, Adam Wizard Sitompul, mengapresiasi langkah cepat Bupati Deli
Sumut 9 jam lalu
Posmetro Medan , BINJAI Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., terus menunjukkan komitmen dalam memberantas peredaran dan
Peristiwa 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Langkat Informasi dugaan praktik perjudian jenis dadu besar kecil di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara
Peristiwa 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN Medan, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa kantor kelurahan sebagai garda terdepan pelayanan pemer
Medan 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN Medan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcikata
Medan 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Taput Di tengah fenomena kabut asap yang melanda kawasan Sumatera Utara, kesadaran masyarakat Tapanuli Utara dan Kabupaten
Lifestyle 12 jam lalu
Posmetro Medan, LabuhanbatuDugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Dusun Pasar III, Desa Pangkalan Lunang, Kecamatan Kualuh Leidong,
Peristiwa 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang mendukung upaya pelestarian lingkungan pesisir melalui penanam
Sumut 12 jam lalu