Rico Waas : Organisasi Kekeluargaan Harus Dukung Pembangunan Daerah
Posmetro Medan, Medan Pelantikan Pengurus Punguan Pasaribu Dohot Boruna (PPDB) Kota Medan periode 20262030 di Bernada Hall, Jalan Jamin
Sumut 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan– Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, muncul fenomena mencolok yang menuai kontroversi di sejumlah daerah, pengibaran bendera bajak laut One Piece, sebuah simbol fiksi dari budaya populer Jepang.
Aksi ini dinilai sejumlah pihak sebagai bentuk penghinaan terhadap kedaulatan negara dan simbol-simbol nasional.
Bendera berlambang tengkorak berikat kepala jerami itu, yang identik dengan kelompok bajak laut dalam serial anime One Piece, terlihat dikibarkan di beberapa titik, bahkan berdampingan dengan Sang Saka Merah Putih. Aksi ini sontak memicu kecaman dari tokoh-tokoh nasionalis dan pengamat budaya.
Baca Juga:
"Ini bukan sekadar budaya populer. Ketika bendera bajak laut asing dikibarkan di momen sakral kemerdekaan, itu sudah melampaui batas. Ini adalah bentuk provokasi dan berpotensi memecah belah nasionalisme generasi muda," ujar pemerhati ideologi kebangsaan, Ir. Pratama Sudirman.
Lebih lanjut, ia menilai fenomena ini sebagai gejala lunturnya semangat kebangsaan akibat serbuan budaya asing yang tidak disaring secara bijak.
Baca Juga:
"Kalau dibiarkan, bisa-bisa anak muda lebih bangga jadi bajak laut fiksi daripada pewaris semangat juang para pahlawan kemerdekaan," tambahnya tegas.
Aparat keamanan dan pemerintah daerah pun didesak untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pengibaran simbol non-nasional di momentum kenegaraan.
Menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, pengibaran selain bendera negara dalam konteks seremonial kenegaraan dapat dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap nilai kebangsaan.
Sementara itu, di media sosial, perdebatan sengit antara pendukung aksi tersebut dan masyarakat yang mengecam terus berlangsung. Sebagian menyebut aksi itu sekadar ekspresi hiburan atau kreatifitas anak muda, namun tak sedikit yang melihatnya sebagai bentuk kemunduran nasionalisme.
Perlu ditegaskan kembali, Hari Kemerdekaan bukan sekadar panggung ekspresi budaya pop, tetapi momentum sakral untuk mengenang perjuangan dan meneguhkan identitas bangsa.
Posmetro Medan, Medan Pelantikan Pengurus Punguan Pasaribu Dohot Boruna (PPDB) Kota Medan periode 20262030 di Bernada Hall, Jalan Jamin
Sumut 6 jam lalu
Polisi Gagalkan Peredaran 4,2 Kg Sabu Jaringan Internasional di Asahan.
Kriminal 8 jam lalu
Siswi Kelas 2 SMA Diduga Dilarikan Pria Paruh Baya, Polisi Diminta Bertindak Cepat
Peristiwa 13 jam lalu
Polrestabes Medan Gelar Apel Sabuk dan Kentongan Kamtibmas serta Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H
Medan 13 jam lalu
Ketua DPD IPK Deli Serdang Hadiri Halal Bihalal DPD IPK Sumut.
Medan 14 jam lalu
POSMETRO MEDANGuna memastikan tidur warga Kota Medan tetap nyenyak dan aman dari gangguan bandit jalanan, Polrestabes Medan kembali memanas
Medan kemarin
Motif Sejoli Buang Bayi di Asahan Takut ketahuan Orangtua Saat Pulang Jelang Idul Fitri.
Peristiwa kemarin
Geng Motor Serang Warga di Deli Tua, Motor dan Rumah Dirusak, Barang Diduga Dijarah.
Peristiwa kemarin
Pegawai IndomaretAlfamart Bisa Punah, Penggantinya Muncul di China.
Global kemarin
Pastikan Kondisi Aman dan Bersih dari Narkoba, Lapas Muara Bungo Gelar Tes Urin dan Razia Kamar WBP
Inter-Nasional kemarin