Para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan Sapma Mahasiswa itu juga menjelaskan, bahwa tantangan keamanan saat ini mulai dari kejahatan transnasional, konflik sosial, terorisme, hingga kejahatan lingkungan, membutuhkan koordinasi lintas sektor yang kuat, sehingga kepemimpinan Presiden memungkinkan koordinasi strategis yang cepat dan terintegrasi.
Baca Juga:
Keempat orang punya nama di Kabupaten Padangsidimpuan itu juga menilai, untuk memperkuat Polri bukan dengan memindahkan posisinya, melainkan dengan reformasi internal, peningkatan akuntabilitas, transparansi, serta pengawasan publik yang kuat.
Baca Juga:
"Oleh karena itu, kami menegaskan sikap bahwa Polri harus tetap berada di bawah Presiden Republik Indonesia demi demokrasi, keadilan, dan masa depan bangsa." tegas mereka.(Hap).
Tags
beritaTerkait
komentar