Ia kerap terlihat berdiri di atas haluan jalur (perahu) menggunakan pakaian lengkap khas Melayu Kuansing di Sungai Batang Kuantan, Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau. Rayyan Mulai Arkan Dikha menekuni tari pacu jalur sejak usia 8 tahun.
Dikha kerap menari di atas haluan pada setiap perlombaan. Gerakannya yang begitu lentur membuat siapa saja terpesona.
Rayyan merasa sangat bangga karena tradisi yang ia cintai kini dikenal luas oleh masyarakat dunia.
Menjadi Togak Luan (orang yang berdiri di ujung perahu untuk menari mengikuti irama dayung) adalah keinginan Rayyan sejak kecil. Ia terbiasa berenang dan naik sampan di Sungai Kuantan, dua syarat utama menjadi penari di ujung jalur.
Keseimbangan dan kemampuan berenang adalah bekal penting. "Ayah sering ngajak ke Pacu Jalur, jadi saya tertarik," ungkapnya.
Ayah Rayyan adalah mantan peserta Pacu Jalur dari tim Jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo, sementara sang kakak pernah menjadi Togak Luan.
Rayyan sendiri sudah dua tahun bergabung sebagai Togak Luan di tim ayahnya. Kini, ia duduk di kelas 5 SD, dan memiliki cita-cita menjadi seorang Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Ia tampil mencolok di antara barisan pegawai dan pejabat Pemerintah Provinsi Riau di halaman Kantor Gubernur Riau pada Selasa (8/7/2025).
Tags
beritaTerkait
komentar