Terduga Pelaku Penganiayaan Hingga Tewas Diamankan
Tim Jatanras Polres Asahan Amankan Terduga Pelaku Penganiayaan hingga Korban Meninggal Dunia.
Kriminal 9 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta– Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, membeberkan peluang negaranya tampil di FIFA World Cup 2026 di tengah memanasnya situasi geopolitik.
Berbicara melalui saluran televisi publik Iran, Taj menyatakan partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 kini dalam tanda tanya besar.
Keputusan untuk mundur dari Piala Dunia diambil setelah serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Baca Juga:
Eskalasi dramatis ini terjadi menyusul operasi militer gabungan pada Sabtu (28/2/2026) yang menargetkan sejumlah kota besar di Iran, termasuk ibu kota Teheran.
"Dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan dari Amerika Serikat tersebut, kecil kemungkinan kami bisa menantikan Piala Dunia, tetapi para pimpinan olahraga yang akan memutuskan hal itu," ujar Taj, dilansir dari Marca, Minggu (1/3/2026).
Baca Juga:
Aturan FIFA Jika Iran Mundur
Dalam regulasi resmi FIFA disebutkan, apabila Iran benar-benar mundur dari turnamen, maka slot tersebut akan diisi oleh pengganti yang dinominasikan, biasanya runner-up langsung dari play-off kualifikasi terkait atau tim dengan peringkat tertinggi yang belum lolos dari konfederasi tersebut.
"Jika penggantian tidak memungkinkan (karena waktu, visa, perjalanan), slot grup dapat diberikan kepada tim pengganti dengan jadwal tetap; atau dalam kasus luar biasa dilakukan penyesuaian susunan grup," tulis FIFA pada aturan turnamen.
Dengan skenario tersebut, Uni Emirat Arab (UEA) disebut-sebut berpeluang menggantikan Iran. UEA merupakan tim dengan peringkat tertinggi yang gagal lolos pada penyisihan zona Asia.
Dalam kualifikasi Asia, UEA sempat melaju hingga play-off kontinental melawan Irak pada putaran kelima. Namun, UEA kalah agregat 2-3 sehingga Irak berhak melaju ke play-off antarkonfederasi yang dijadwalkan pada 31 Maret 2026 melawan Bolivia atau Suriname.
Opsi lain yang dipertimbangkan adalah mempromosikan Irak langsung ke posisi Iran di Grup G, sementara UEA menggantikan Irak pada jalur play-off antarkonfederasi sebagai kesempatan terakhir menuju Piala Dunia.
FIFA Pantau Situasi Global
Sementara itu, Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi global.
"Kami memantau perkembangan di seluruh dunia karena tujuan kami adalah menyelenggarakan Piala Dunia yang aman dengan semua pihak berpartisipasi," ujarnya.
Ketidakpastian ini terjadi hanya beberapa bulan sebelum Piala Dunia 2026 digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Jika Iran benar-benar mundur, keputusan FIFA soal pengganti akan sangat menentukan komposisi akhir peserta dan peta persaingan di Grup G.(BeritaSatu)
Tim Jatanras Polres Asahan Amankan Terduga Pelaku Penganiayaan hingga Korban Meninggal Dunia.
Kriminal 9 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Taput Langkah strategis kembali diambil Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam menjaga kesehatan fiskal daerah. Bupati
Inter-Nasional satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jaksel Rayakan hari jadi ke 14 pada 8 Agustus 2026, Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) menggelar berbagai kegi
Inter-Nasional 2 jam lalu
Polisi Amankan Perempuan Diduga Buang Bayi di Tepi Sungai Asahan.
Peristiwa 2 jam lalu
Sidang Waterfront City Samosir, Penasihat Hukum Enda Simakasura Tegaskan Proyek Selesai dan Perubahan Sesuai Adendum.
Medan 3 jam lalu
Kanwil Kemenkum Sumut Laksanakan Pengawasan Kepatuhan Pembayaran Royalti di Rumah Bernyanyi Eleven Family Medan
Medan 4 jam lalu
Kapolres Dairi Ungkap Kronologi Penganiayaan Berujung Maut di Tanah Pinem, dalam sebuah jumpa pers.
Peristiwa 5 jam lalu
Polres Labuhanbatu dan KNPI memperkuat sinergitas menjaga keamanan.
Sumut 5 jam lalu
Polsek Munte Bersama Forkopimcam Bagikan Bendera Merah Putih, Kobarkan Semangat Nasionalisme Jelang HUT RI ke81.
Sumut 5 jam lalu
Semangat Gotong Royong Terus Dijaga, Babinsa dan Warga Bahkisat Bersatu Bangun Lingkungan Bersih
Sumut 5 jam lalu