Polres Tapteng Tegaskan Bripka P Tidak Berstatus Patsus Saat Peristiwa Terjadi
Polres Tapteng Tegaskan Bripka P Tidak Berstatus Patsus Saat Peristiwa Terjadi
Sumut 28 menit lalu
POSMETRO MEDAN Labuhanbatu - Proses perekrutan Pegawai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) di lingkungan PTPN IV Meranti Paham (MEP) menuai sorotan. Sejumlah Buruh Harian Lepas (BHL) yang telah mengabdi selama bertahun-tahun mengaku tidak lolos dalam proses seleksi, sementara beberapa BHL yang baru bekerja dalam hitungan bulan justru dikabarkan berhasil diangkat menjadi PKWT.
Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya di kalangan pekerja terkait dasar dan mekanisme penentuan peserta yang dinyatakan lolos. Pasalnya, masa kerja yang selama ini dianggap sebagai salah satu bentuk loyalitas dan pengabdian dinilai tidak menjadi pertimbangan utama dalam proses perekrutan tersebut.
Salah seorang BHL yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa karena tidak masuk dalam daftar pekerja yang diangkat menjadi PKWT, meski telah mengabdi selama bertahun-tahun di perusahaan.
Baca Juga:
"Kami yang sudah lama bekerja berharap ada perhatian terhadap masa pengabdian. Namun kenyataannya ada yang baru bekerja beberapa bulan justru lebih dulu diangkat," ujarnya.
Baca Juga:
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah pekerja lainnya. Mereka mempertanyakan transparansi dan objektivitas proses seleksi yang dilakukan perusahaan. Menurut mereka, perusahaan perlu memberikan penjelasan terbuka mengenai kriteria dan indikator yang digunakan dalam menentukan kelulusan peserta.
"Kalau memang ada penilaian tertentu, sebaiknya disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan dugaan dan keresahan di kalangan pekerja," kata seorang pekerja lainnya, yang enggan disebut namanya, di PTPTN IV Meranti Paham (MEP) Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara. Sabtu, (6/6/2026).
Lebih mengejutkan berdasarkan hasil temuan dilapangan, inisial RA domisili Afd I MEP beberapa kali ikut memanen
langsung ikut ujian, ikut manen sekira 1 bulan sebelum pengumuman lulus PKWT, dan inisial A BHL yang juga doble job, provider security dan manen lolos PKWT. Dengan jumlah keseluruhan yang lolos PKWT dari beberapa Afd sebanyak 14 orang.
Sebelumnya ujian lapangan, dan interview dilaksanakan Asst Afd kemudian prosesnya jelang lebih kurang 1 minggu kemudian ujian dilaksanakan ujian tertulis, yang mengikuti ujian PKWT lebih kurang sekitar 50 puluhan orang. Menghadirkan tim dari PT LPP Agro Nusantara, dilaksanakan di ruangan kelas SD 06 Panai Hulu. Minggu, 25 April 2026 sekira pukul 2 Wib sore.
Nasir Wadiansan Harahap, SH, akrab di panggil bang Lacin praktisi hukum juga salah satu pegiat sosial Kabupaten Labuhanbatu, diminta tanggapannya mengaku turut prihatin atas dugaan adanya penyimpangan tersebut,
"Demi transparansi dan melindungi hak hak pekerja BHL yang telah lama mengabdi, maka pihak Managemen/SDM PTPN IV Meranti Paham (MEP) Kecamatan Panai Hulu sudah sepatutnya memberikan penjelasan terkait hal tersebut, jangan sampai hal tersebut justru merugikan perusahaan." Katanya.
"Prinsip transparansi dan keadilan harus tetap dijunjung tinggi agar tidak menimbulkan persepsi negatif maupun konflik internal di lingkungan kerja. Menurutnya, keterbukaan informasi terkait mekanisme seleksi menjadi penting untuk menjaga kepercayaan para pekerja terhadap kebijakan perusahaan," tutup Nasir Wadiansan.
Andrian Mufti, Manager PTPN IV Regional II Meranti Paham (MEP), terkait tidak lolosnya sejumlah BHL senior maupun terkait kriteria yang digunakan dalam perekrutan PKWT tersebut mengatakan, "Sama sekali tidak ada yang terlibat. Saya jamin tidak ada yang berani meloloskan. Yang menilai pihak LPP Medan, menurut saya penilaian mereka objektif." Ujarnya.
"Semua pemanen sama haknya untuk lulus. Penilaiannya mungkin waktu test. Saya menyarankan kedepannya, akan kita usulkan hal seperti itu. Catatan bagi kami, dan akan kita evaluasi kedepannya," katanya mengakhiri.
Para pekerja berharap perusahaan dapat memberikan penjelasan secara terbuka guna menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang serta memastikan proses rekrutmen berjalan secara adil, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (K**)
Polres Tapteng Tegaskan Bripka P Tidak Berstatus Patsus Saat Peristiwa Terjadi
Sumut 28 menit lalu
POSMETRO MEDAN, PERCUT SEI TUAN Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mendorong generasi muda untuk memperkuat kepedulian sosial melalui aks
Sumut 58 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang mendorong Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) berperan aktif da
Sumut satu jam lalu
Posmetro Medan, Labuhanbatu Pemadaman listrik yang berlangsung selama dua hari di wilayah Desa Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir,
Sumut satu jam lalu
Bobby Nasution selaku Gubernur Sumut meresmikan Sekolah Guang Ming di Medan.
Medan 2 jam lalu
Respons Laporan Warga, Sat Reskrim Polres Tapteng Cek Lokasi Diduga Lapak Judi di Sibuluan Raya Negatif Kegiatan Perjudian.
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mendorong pengembangan usaha pembuatan briket berbahan baku biomassa untuk
Sumut 15 jam lalu
POSMETRO MEDAN Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, menghadiri kegiatan perkenalan pengurus Dewan Pimp
Medan 24 jam lalu
POSMETRO MEDANMedan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) terus memperku
Medan 24 jam lalu
POSMETRO MEDANDalam praktik kepemimpinan, penghargaan paling bermakna bukan berupa pujian di podium. Ia hadir dalam bentuk yang lebih sahih
Editorial kemarin