Senin, 06 Juli 2026

Kemarin Nangis, Kini Bisa Senyum Sedikit! Wabup Tiorita Ditunjuk Jadi Plt Bupati Langkat

Faliruddin Lubis - Senin, 06 Juli 2026 18:24 WIB
Kemarin Nangis, Kini Bisa Senyum Sedikit! Wabup Tiorita Ditunjuk Jadi Plt Bupati Langkat
IST
Wakil Bupati Langkat Tiorita Surbakti resmi menerima SK sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat diserahkan langsung Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution di Kantor Gubernur Sumut, Senin (6/7/2026).

POSMETRO MEDAN, Medan-Kemarin, Wakil BupatiLangkatTiorita Br Surbakti menangis tersedu-sedu saat wawancara soal Ondim ditangkap KPK. Nah, Senin (6/7/2026), Tiorita sudah bisa tersenyum sedikit saat menerima langsung Surat Keputusan (SK) sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat.

SK tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan.

Tiorita menjadi Plt Bupati Langkat menggantikan Syah Afandin atau Ondim yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK beberapa hari lalu.

Baca Juga:

"Kemarin kita sudah berkoordinasi dengan Kemendagri, dengan Pak Mendagri langsung, diminta segera melaksanakan penunjukan Plt agar berjalannya roda pemerintahan di Kabupaten Langkat tetap normal. Oleh karena itu, tadi barusan ini kami sudah menyerahkan surat keputusannya untuk Bu wakil bupati menjadi pelaksana tugas bupati," ujar Gubernur Sumut Bobby Nasution, Senin (6/7/2026).

Bobby menyayangkan terjeratnya Ondim dalam kasus korupsi. Menurut Bobby, yang menjadi korban dalam kasus ini adalah masyarakat.

Baca Juga:

"Ini sangat disayangkan ini kembali ya, Langkat menjadi penangkapan oleh KPK kepada bupati. Tentu yang pertama yang terkorbankan adalah masyarakat yang menjadi korban utama, karena uangnya yang digunakan ini uang untuk membangun daerah, untuk anak-anak sekolah. Jadi harapan kita ini tidak terjadi lagi," ucapnya.

"Pertama, kita bilang sistemnya harus benar-benar baik. Kedua, kalau sistemnya sudah baik, ini kembali ke personalnya. Secanggih apa pun sistem, pastikan sistem ini yang menjalankan adalah person to person-nya. Kalau person to person-nya punya niat yang tidak baik, secanggih apa pun sistemnya, pasti ada, pasti ada sela-sela untuk, untuk menembusnya," ungkapnya.

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution memberikan pesan khusus kepada Tiorita Surbakti yang baru ditunjuk menjadi Plt Bupati Langkat. Bobby meminta Tiorita tidak membuat ASN punya dua pilihan.

"Ini tadi saya sampaikan ke Bu Teo, khusus untuk jabatan ASN, jadikan ASN ini kerjanya untuk masyarakat, bukan untuk pimpinan. Tanggung jawab mereka itu kepada masyarakat, melapornya sama pimpinan. Jangan jadikan ASN ini punya dua pilihan melayani masyarakat atau melayani pimpinan," ujar Bobby di Medan Senin (6/7/2026).

Menurut Bobby, mengutamakan pelayanan kepada masyarakat menjadi hal penting yang harus diterapkan di Langkat. Dalam pertemuan bersama pemerintah kabupaten/kota, pihaknya kerap memberikan teguran baik secara langsung maupun tidak langsung.

"Nah, itu yang nggak boleh terjadi di Langkat. Itu yang sistemnya saya minta Bu Tio ke depannya harus bisa dibangun di Langkat," katanya.

"Ya, yang pasti kami kan di provinsi ini kan sebagai pemerintah pusat di daerah ya, hal-hal yang kami rasa janggal dalam melaksanakan roda pemerintahan pasti kami sampaikan. Baik itu teguran secara langsung, ya kami dengan Kepala Daerah ini kan sering kumpul-kumpul ya, baik teguran secara halus, secara apa bahasanya, satir lah mungkin ya, secara satir, ataupun teguran secara langsung. Ini sebenarnya sudah kita sampaikan beberapa kali," katanya.

Menanggapi arahan tersebut, Tiorita Surbakti menyatakan kesiapannya menjalankan amanah sebagai Plt Bupati Langkat dengan penuh tanggung jawab.

Ia juga berkomitmen untuk mengarahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat agar senantiasa menjaga integritas dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Sesuai arahan Gubernur, saya akan berusaha lebih maju mencapai kepercayaan masyarakat lagi kepada kami," kata Tiorita.

Diketahui, KPK telah menetapkan Bupati LangkatSyah Afandin (SAF) atau Ondim sebagai tersangka kasus suap fee proyek di lingkungan Pemkab Langkat dari operasi tangkap tangan (OTT). Syah Afandin terjaring OTTKPK pada Kamis (2/7).

Syah Afandin terjaring OTT bersama Yaqub Abdhal Al Mu'arif (YQB), tim sukses Syah Afandin pada Pilkada 2024. Keduanya kemudian ditetapkan tersangka oleh KPK.

KPK menduga Ondim telah menerima Rp 800 juta dari Yaqub hingga April 2026. Pada Juni 2026, Ondim meminta Rp 300 juta, namun Yaqub diduga hanya sanggup memberi Rp 100 juta.

Selain suap, Ondim juga diduga menerima gratifikasi. Jumlahnya mencapai Rp 3,5 miliar. (DetikSumut/KominfoSumut)

Tags
beritaTerkait
Melihat dari Dekat Sosok Delia Pratiwi Sitepu, SH
Wakil Bupati Samosir Hadiri Puncak Pesta Bolon PSBBI se Dunia
Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir Ingatkan Anggota Jangan Terlibat  Narkoba dan Judi
Family Gathering PWI Meriah, Hadiah Berlimpah ...
Bupati Langkat Syah Afandin Di-OTT KPK, Nih Sikap Tegas PAN
Syah Afandin Di-OTT KPK, Tiorita Surbakti, Wakil Bupati Langkat Berpotensi Ditunjuk Jadi Pj
komentar
beritaTerbaru