Satpolairud Polres Sibolga Gencarkan Patroli dan Sambangi Nelayan
Satpolairud Polres Sibolga gencarkan patroli dan sambang nelayan untuk menjaga stabilitas kamtibmas dan ekonomi perairan.
Sumut 18 detik lalu
- Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Subrata Nata Lumbantobing SSTP MSP, membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Early Warning System (EWS) Cik Laila Kota Pematangsiantar.
Baca Juga:
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar, Jalan H Adam Malik, Selasa (07/07/2026). Cik Laila merupakan singkatan dari Cek Informasi Kebutuhan Pengendalian Inflasi Terintegrasi.
Subrata mengucapkan terimakasih dan menyampaikan apresiasi kepada Tim Aplikasi Early Warning System dan perangkat daerah terkait, yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai upaya bersama dalam memperkuat pengendalian inflasi daerah melalui sistem peringatan dini yang berbasis data, analisis, dan kolaborasi.
Baca Juga:
"Stabilitas harga bahan pokok merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Kenaikan yang tidak terkendali tidak hanya menurunkan daya beli masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan angka kemiskinan, mengganggu aktivitas ekonomi, serta mempengaruhi stabilitas sosial. Makanya, pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan hanya ketika harga sudah mengalami lonjakan. Namun ada hal yang jauh lebih penting, yaitu kemampuan kita mendeteksi gejala-gejala awal, sehingga langkah antisipatif dapat dilakukan sebelum permasalahan berkembang menjadi lebih besar," terangnyadalam sebuah postingan anonim facebook @Pemko Pematangsiantar yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Rabu 8 Juli 2026.
Disebutkan, di sinilah pentingnya membangun Early Warning System (EWS) yang mampu memberikan informasi secara cepat, akurat, dan mudah dipahami oleh para pengambil kebijakan.
"Sistem ini diharapkan mampu mengidentifikasi komoditas yang mulai menunjukkan indikasi kenaikan harga, gangguan pasokan, maupun potensi risiko inflasi beberapa waktu ke depan sehingga pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dapat mengambil langkah yang tepat dan terukur," katanya.
Keberhasilan EWS, lanjutnya, sangat ditentukan oleh kualitas data dan sinergi antari instansi.
"Oleh karena itu saya mengajak seluruh pemangku kepentingan; Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia, perangkat daerah, pengelola pasar, hingga akademisi untuk terus memperkuat kolaborasi dalam penyediaan data, penyusunan indikator, validasi informasi, serta penyusunan rekomendasi kebijakan.
Saya berharap hasil Focus Group Discussion ini tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi menghasilkan rumusan yang aplikatif, memiliki metodologi yang kuat, indikator yang terukur, serta dapat diimplementasikan secara berkelanjutan sebagai instrumen pendukung pengambilan keputusan Pemerintah Kota Pematangsiantar," katanya.
Selain itu, lanjutnya, EWS yang dibangun hendaknya mampu menjadi media informasi yang bermanfaat, tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga bagi masyarakat dan pelaku usaha. Sehingga tercipta transparansi informasi harga serta meningkatnya kepercayaan publik terhadap kebijakan pengendalian inflasi daerah.
"Saya meyakini, melalui kolaborasi yang erat, pemanfaatan teknologi informasi, dan penguatan kualitas data statistik, Kota Pematangsiantar akan memiliki sistem pengendalian inflasi yang semakin responsif, adaptif, dan berbasis bukti (evidence-based policy). Sejalan dengan visi Pemerintah Kota Pematangsiantar untuk mewujudkan kota yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras. Sehingga penguatan sistem peringatan dini harga bahan pokok menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman mengatakan, untuk memerkuat sinergi, pengendalian inflasi Kota Pematangsiantar melalui pemanfaatan data, sistem peringatan dini, dan protokol respons kebijakan yang lebih cepat dan terkoordinasi.
"FGD Early Warning System (EWS) ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pengendalian inflasi daerah melalui pemanfaatan Early Warning System yang lebih cepat, presisi, dan berbasis data. Melalui forum ini, BI Pematangsiantar berharap koordinasi TPID tidak hanya bersifat responsif, tetapi semakin preventif dalam membaca potensi tekanan harga sejak dini," katanya.***
Satpolairud Polres Sibolga gencarkan patroli dan sambang nelayan untuk menjaga stabilitas kamtibmas dan ekonomi perairan.
Sumut 18 detik lalu
Rotasi Jabatan di lingkungan Korbrimob Polri diharapkan agar mengutamakan amanah, loyalitas dan profesionalisme.
Profil 15 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Padang Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan siap mengukir prestasi gemilang di ajang bergengsi Seiba Inter
Medan 16 menit lalu
Radiapoh Hasiholan Sinaga, S.H., M.H alias RHS, mantan Bupati Simalungun
Profil 28 menit lalu
Bupati Humbahas dan Kajari meneken kesepakatan bersama untuk Zona Integritas WBK, anti narkoba dan kekerasan anak.
Sumut 35 menit lalu
Polres Karo menjadi lokasi penelitian STIK Lemdiklat Polri, memperkuat penanganan bencana berbasis riset.
Sumut 42 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) resmi mengakuisisi penyelenggaraan pendidikan Sekolah Tinggi Ilmu K
Medan 48 menit lalu
Pemkab Tapanuli Utara mendorong transparansi dan optimalisasi manfaat Proyek Strategis Nasional bagi masyarakat.
Sumut 54 menit lalu
Mencegah tawuran dan aksi geng motor, Polres Sibolga gencar berpatroli pada dini hari di sejumlah titik rawan
Sumut 60 menit lalu
Polres Pematangsiantar mengamankan seorang pria pemilik sabu 5,47 gram di Jalan Ade Irma Suryani.
Peristiwa satu jam lalu