POSMETRO MEDAN– Untuk memastikan penanganan bencana erupsi Gunung Sinabung berjalan optimal, Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Sinabung menggelar rapat koordinasi, Minggu (6/9/2026).
Rapat yang berlangsung pukul 08.30 WIB hingga 09.30 WIB tersebut dihadiri unsur TNI-Polri, BPBD Kabupaten Karo, PVMBG, BNPB dan Dinas Kesehatan. Kapolres Tanah Karo diwakili Kapolsek Simpang Empat AKP Poltak Hamonangan, S.H., sementara Dandim 0205/TK diwakili Pasi Ops Kapten Sahlan Tambunan dan turut hadir Kalaksa BPBD Karo Juspri Nadeak.
Baca Juga:
Dalam rapat itu,--seperti dikutip dari sebuah postingan anonim facebook @Polres Karo yang terlihat POSMETRO MEDAN Minggu 6 September 2026-- peserta mengevaluasi pelayanan masyarakat yang berada di posko pengungsian sekaligus membahas perkembangan kondisi Gunung Sinabung.
Aspek kebersihan, fasilitas pengungsian, dapur umum serta pelayanan kesehatan menjadi perhatian agar kebutuhan masyarakat terdampak tetap terpenuhi dengan baik.
Baca Juga:
Berdasarkan hasil pemantauan yang disampaikan dalam rapat, kondisi Gunung Sinabung saat ini menunjukkan asap visual sekitar 500 meter, dengan sulfur sekitar 700 ton.
Sementara itu, tremor terpantau menurun dan pembentukan kubah lava baru belum terpantau. PVMBG akan terus melakukan pengamatan dan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Sinabung.
Kapolsek Simpang Empat AKP Poltak Hamonangan, S.H., menegaskan pentingnya sinergi seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana erupsi.
"Kami bersama seluruh unsur terkait terus berkoordinasi untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat terdampak tetap berjalan dengan baik. Warga, khususnya yang berada di zona merah, kami imbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti setiap arahan dari petugas," ujar AKP Poltak Hamonangan.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap menggunakan masker guna menjaga kesehatan, menjaga kebersihan lingkungan posko pengungsian, serta tidak melakukan aktivitas di wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.***
Tags
beritaTerkait
komentar