Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Karo telah menyurati Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat di Medan untuk meminta pemeriksaan terhadap polutan akibat kabut asap di wilayah Karo.
Langkah ini dilakukan guna memperoleh gambaran kondisi pencemaran udara yang terjadi, sehingga upaya penanganan dan perlindungan kesehatan masyarakat dapat dilakukan secara tepat.
Baca Juga:
Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Karo juga telah bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendistribusikan masker kepada masyarakat, terutama kelompok rentan dan lingkungan sekolah.
Koordinasi juga dilakukan dengan seluruh puskesmas di wilayah Kabupaten Karo agar meningkatkan kewaspadaan serta segera mengambil langkah penanganan apabila terjadi peningkatan kabut asap di wilayah kerja masing-masing.
Baca Juga:
Dalam kesempatan tersebut, Immanuel mengimbau masyarakat Kabupaten Karo untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah pencegahan guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
Masyarakat diminta mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan. Apabila terpaksa beraktivitas di luar, warga disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau sapu tangan saat bersin, menjaga asupan makanan bergizi, serta segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat apabila mengalami gejala gangguan kesehatan.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat Karo agar mengurangi aktivitas berat di luar ruangan. Gunakan masker apabila terpaksa harus beraktivitas di luar, tutup mulut ketika bersin, dan perbanyak mengonsumsi makanan bergizi. Apabila mengalami gejala-gejala gangguan kesehatan, segera periksakan diri ke puskesmas terdekat," pungkas Immanuel.(JpG)
Tags
beritaTerkait
komentar