POSMETRO MEDAN,Medan –Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap fakta terkait 10 proyekbermasalah senilai total Rp1,7 miliar di Dispora Sumut tahun anggaran 2024. Temuan ini menyeret namaMantan Kadispora Baharudin Siagian.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa Dispora Sumut bukan sekadar gagal mengelola anggaran, namun diduga menjadi ladang bancakan proyek siluman.
Laporan resmi BPK, yang melibatkan PPK, PPTK, Inspektorat, serta uji laboratorium material, menyebutkan adanya kekurangan volume dan mutu pekerjaan di hampir seluruh proyek.
Baca Juga:
Indikasi penyelewengan tercium kuat, mengarah pada permainan anggaran terstruktur dan sistematis. Berikut daftar proyekbermasalah yang disorot BPK yang berhasil dihimpun wartawan antara lain:
Pembangunan Indoor Volley Ball – Rp536.751.274,41
Baca Juga:
Rehab Tribun Penonton Utara Stadion Mini – Rp344.524.984
Rehab Tribun Selatan Stadion Mini Pancing – Rp138.788.262
Rehab Sirkuit Dispora – Rp113.969.000
Pembuatan Sirkuit Motocross – Rp107.622.495
Pemeliharaan Gedung Serba Guna – Rp350.114.493
Rehab Lintasan Sepatu Roda – Rp24.029.079
Rehab GOR Veteran – Rp63.915.403
Rehab GOR Futsal – Rp63.915.403
Pengecatan Pagar Sumut Sport Center – Rp39.229.762
Total kerugian negara diperkirakan mencapai Rp1,7 miliar, namun hingga kini, tidak ada satu pun pejabat Dispora Sumut yang bersuara, apalagi bertanggung jawab. Hal ini bukti buruknya tata kelola anggaran dan mendesak Kejaksaan maupun KPK turun tangan membongkar jaringan mafia proyek di lingkungan Dispora Sumut.
Jika dibiarkan, praktik ini tak hanya merugikan negara tetapi juga mencederai dunia olahraga di Sumatera Utara yang semestinya menjadi kebanggaan daerah.
Sekadar diketahui, KadisporaSumut tahun 2024 dijabat oleh Baharuddin Siagian. Saat ini Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumatera Utara (Sumut) itu menjabat Bupati Batubara. (Rez)
Tags
beritaTerkait
komentar