Posmetro Medan , BINJAI - Pemerintah Kota (Pemko) Binjai merespons polemik kegiatan perayaan Halloween yang digelar Satuan.co, salah satu kafe di Jalan Ikan Kakap, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (30/10/2026)kemarin itu menuai sorotan dari sejumlah elemen masyarakat. Pasalnya, acara tersebut dinilai mengusung budaya kebarat-baratan dan dianggap tidak sesuai dengan lingkungan sekitar, terlebih lokasinya berjarak sekitar 50 meter dari Masjid Ar-Rahmah.
Baca Juga:
Ketua Persatuan Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Utara (PPMSU), Oza Hasibuan, mengaku kecewa dengan kegiatan tersebut. Dia kecewa dengan penampilan sejumlah pengunjung yang disebut mengenakan pakaian seksi serta dugaan adanya aktivitas konsumsi minuman keras di lokasi acara.
"Boikot, tidak sesuai dengan tempatnya. Kita siap galang masyarakat dan ulama," tegas Oza Hasibuan.
Baca Juga:
"Kami menilai acara Halloween yang diadakan di salah satu kafe di Jalan Ikan Kakap, Tanah Tinggi, Binjai Timur itu sudah keterlaluan dan mencederai umat Islam serta masyarakat sekitar yang berada di daerah tersebut," ujar seorang warga Binjai
Ia juga menyayangkan kegiatan tersebut digelar tidak jauh dari rumah ibadah. Terlebih, pihaknya mengaku menerima informasi mengenai dugaan adanya pengunjung yang mengonsumsi minuman keras saat acara berlangsung.
"Kami juga mendapat informasi bahwa banyak pengunjung mabuk-mabukan dan minum minuman keras. Ini disebabkan karena pihak kafe tersebut menyediakan musik DJ," ungkapnya.
Di tengah polemik yang berkembang, Pemko Binjai turut memberikan respons. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa informasi tersebut akan dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
"Dikoordinasikan ke OPD terkaitnya," jawab Chairin singkat, Rabu (04/11/2026).
Tags
beritaTerkait
komentar