Kamis, 19 Februari 2026

Diduga Tersengat Listrik, Pedagang Asal Padang Tewas di Lokasi PSBD Asahan

Administrator - Senin, 06 Oktober 2025 08:55 WIB
Diduga Tersengat Listrik, Pedagang Asal Padang Tewas di Lokasi PSBD Asahan
kabartuban.com
Ilustrasi

POSMETRO MEDAN,Asahan– Suasana di lokasi Pagelaran Seni Budaya Daerah (PSBD) Kabupaten Asahan mendadak panik pada Sabtu (4/10/2025) sore. Seorang pedagang asal Sumatera Barat bernama Nimen meninggal dunia setelah diduga tersengat aliran listrik saat menata barang dagangannya sekitar pukul 15.30 WIB.

Peristiwa tragis itu terjadi menjelang pembukaan resmi PSBD Asahan 2025. Berdasarkan keterangan salah seorang saksi mata, sesama pedagang yang enggan disebutkan namanya, korban saat itu sedang merapikan dagangannya ketika memegang meja besi yang diduga terkena kabel listrik telanjang.

"Korban masih berbenah tempat jualan. Saat memegang meja besi, diduga besi tersebut bersentuhan dengan kabel listrik yang tidak berbalut, sehingga korban langsung tersetrum," ujarnya.

Baca Juga:

Saksi lain menyebut, korban merupakan warga asal Padang, Sumatera Barat, yang berjualan jam tangan di area PSBD. "Setelah kejadian, jenazah korban langsung dibawa pulang ke kampung halamannya di Padang," tambahnya.

Dari pantauan di lokasi pada Minggu (5/10/2025) sore, tenda tempat korban berjualan masih tampak dengan barang dagangan yang tertata rapi di dalam dus besar. Hingga kini, pihak penyelenggara PSBD belum dapat dikonfirmasi terkait insiden tersebut.

Baca Juga:

Pedagang Mengeluh, Listrik Padam

Insiden meninggalnya pedagang ini menambah sorotan terhadap pelaksanaan Pagelaran Seni Budaya Daerah (PSBD) Kabupaten Asahan 2025.

Acara tahunan yang seharusnya menjadi ajang hiburan rakyat dan penggerak ekonomi lokal itu sebelumnya juga diwarnai keluhan para pedagang.

Pada Sabtu (4/10/2025) malam, terjadi pemadaman listrik selama lebih dari tiga jam, dari pukul 20.00 hingga 23.00 WIB. Kondisi itu membuat aktivitas pedagang terganggu dan menyebabkan kerugian besar.

"Sudah bayar sewa lapak sampai jutaan rupiah, tapi lampu mati dari jam delapan sampai jam sebelas. Dagangan kuliner kami banyak sisa karena pengunjung bubar cepat," keluh salah satu pedagang kepada wartawan, Minggu (5/10/2025).

Para pedagang mengaku kerugian mereka mencapai lebih dari 70 persen akibat pemadaman tersebut. Mereka menilai pihak PLN ULP Kisaran tidak profesional karena tidak memberikan pemberitahuan sebelumnya. (Taslab News/Berita Merdeka Online/Red)

Editor
: Administrator
Tags
beritaTerkait
Jenazah Pilot Hendrick Lodewijk Adam Sedang Dievakuasi
Toyota Rush dan Truk Tangki Laga Kambing di Jalinsum Asahan, Dua Orang Luka-luka
Tragis Ade Astri Monica Tewas di Wahana Cinta Rakyat, Kapolsek Tembung Belum Terima Laporan?
Diduga Sopir Lalai, Perlintasan Tanpa Palang
Kampung Kolam Diserang Kawanan Pemuda, Warga Pekan Labuhan Tewas Tertembak
Akhirnya! Jenazah Korban Hanyut Muhammad Rizki Aslam Ditemukan Tersangkan di Tumpukan Kayu di Sungai Silau
komentar
beritaTerbaru