Dini Hari Nanti: Brasil vs Norwegia, Siapa Takut!
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia di Piala Dunia 2026 Selecao Lebih Diunggulkan, Haaland Bisa Jadi Ancaman Besar.
Sport 33 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan– Rencana penutupan dua Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, memicu gelombang protes dari para orang tua murid.
Dengan dalih efisiensi, Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserang berencana menggabungkan SDN 105293 dan SDN 101778, namun kebijakan ini dinilai mencekik warga kalangan bawah yang khawatir akan membengkaknya biaya hidup dan keselamatan anak-anak mereka.
Para orang tua, yang mayoritas berasal dari keluarga prasejahtera, menyuarakan keberatan mereka dengan lantang. Kebijakan regrouping ini mengharuskan anak-anak mereka pindah ke sekolah lain di Desa Laut Dendang yang jaraknya disebut lebih dari tiga kilometer, sebuah jarak yang dianggap tidak masuk akal bagi mereka.
Baca Juga:
"Pak, kami sebagai orang tua sangat keberatan kalau sekolah ini ditutup. Kami ini warga kalangan rendah," ujar seorang ibu sambil menahan tangis saat ditemui, Selasa (7/10/ 2025).
"Kehidupan sehari-hari saja sudah tidak mencukupi, tambah lagi biaya untuk mengantar anak sekolah. Belum lagi kalau hujan, bagaimana nasib anak kami di jalan," sambungnya.
Baca Juga:
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Rencana pemindahan paksa ini dianggap akan menambah beban pengeluaran harian untuk ongkos transportasi.
Menurut para orang tua, alasan penutupan yang disampaikan kepala sekolah adalah karena status lahan sekolah yang merupakan lahan perkebunan, sebuah informasi yang menambah kebingungan mereka.
"Kami mohon kepada Bapak Pemerintah, Pak Bupati, Pak Dinas, sampai Pak Presiden, bantu kami agar sekolah ini tetap bertahan," lanjutnya.
Keluhan serupa datang dari Nur Cahaya Sigalingging, yang kedua anaknya bersekolah di kelas 3 dan 6. Baginya, jarak yang semakin jauh tidak hanya soal biaya, tetapi juga soal keamanan.
"Kalau dipindah ke Laut Dendang, jadi makin jauh. Tentu ongkos bertambah dan keamanan anak di jalan juga jadi pikiran," keluh Nur Cahaya.
Para orang tua murid menawarkan solusi alternatif. Mereka tidak menolak penggabungan, asalkan lokasi sekolah yang dipertahankan adalah yang saat ini mereka tempati. Pasalnya, mayoritas dari sekitar 150 siswa yang terdampak tinggal di sekitar sekolah tersebut.
"Kalau memang mau digabung, ya kalau bisa disatukan di sini. Jadikan satu sekolah di sini, jangan dua-duanya ditutup," usul seorang wali murid lainnya.
"Permintaan kami cuma satu, jangan sampai sekolah ini ditutup. Ini harapan kami satu-satunya agar anak-anak kami bisa tetap bersekolah dengan tenang,"tutupnya. (Dam)
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia di Piala Dunia 2026 Selecao Lebih Diunggulkan, Haaland Bisa Jadi Ancaman Besar.
Sport 33 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Kabar membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Indonesia. Tim Karya Ilmiah MAN 1 Medan berhasil mengukir pre
Medan 45 menit lalu
Timnas Maroko akan duel melawan Prancis di babak perempat final Piala Dunia 2026.
Sport 54 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Langkat Ketua Umum PWI Pusat Drs H Ahkmad Munir mengingatkan seluruh anggota PWI untuk tidak terlibat bisnis narkoba dan ju
Inter-Nasional 60 menit lalu
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026 Kelemahan 3 Singa di Estadio Azteca.
Sport satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Langkat Family Gathering ( FG) PWI Sumut di Jona Garden Langkat meriah bertabur hadiah, Sabtu ( 4/7/2026).Hadiah lucky dra
Sumut satu jam lalu
Singkirkan Paraguay di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Kylian Mbappe Jika Kami Harus Mengotori Tangan Kami, Kami akan Melakukannya.
Sport 2 jam lalu
Bupati Karo menghadiri pembukaan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke50 tahun 2026 ini.
Sumut 5 jam lalu
Polres Dairi menyalurkan 70 sak beras untuk warga yang membutuhkan.
Sumut 6 jam lalu
Memastikan situasi kamtibmas aman dan kondusif, Sat Samapta Polres Pematangsiantar patroli R4.
Sumut 7 jam lalu