Dukung Perluasan Listrik, Asri Ludin Tambunan Minta PLN Cek Legalitas Eks HGU
POSMETRO MEDAN, Medan 1 Pemerintah Kabupaten Deli Serdang siap mendukung perluasan akses listrik, termasuk penambahan sambungan bagi 105
Sumut 36 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan– Rencana penutupan dua Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, memicu gelombang protes dari para orang tua murid.
Dengan dalih efisiensi, Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserang berencana menggabungkan SDN 105293 dan SDN 101778, namun kebijakan ini dinilai mencekik warga kalangan bawah yang khawatir akan membengkaknya biaya hidup dan keselamatan anak-anak mereka.
Para orang tua, yang mayoritas berasal dari keluarga prasejahtera, menyuarakan keberatan mereka dengan lantang. Kebijakan regrouping ini mengharuskan anak-anak mereka pindah ke sekolah lain di Desa Laut Dendang yang jaraknya disebut lebih dari tiga kilometer, sebuah jarak yang dianggap tidak masuk akal bagi mereka.
Baca Juga:
"Pak, kami sebagai orang tua sangat keberatan kalau sekolah ini ditutup. Kami ini warga kalangan rendah," ujar seorang ibu sambil menahan tangis saat ditemui, Selasa (7/10/ 2025).
"Kehidupan sehari-hari saja sudah tidak mencukupi, tambah lagi biaya untuk mengantar anak sekolah. Belum lagi kalau hujan, bagaimana nasib anak kami di jalan," sambungnya.
Baca Juga:
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Rencana pemindahan paksa ini dianggap akan menambah beban pengeluaran harian untuk ongkos transportasi.
Menurut para orang tua, alasan penutupan yang disampaikan kepala sekolah adalah karena status lahan sekolah yang merupakan lahan perkebunan, sebuah informasi yang menambah kebingungan mereka.
"Kami mohon kepada Bapak Pemerintah, Pak Bupati, Pak Dinas, sampai Pak Presiden, bantu kami agar sekolah ini tetap bertahan," lanjutnya.
Keluhan serupa datang dari Nur Cahaya Sigalingging, yang kedua anaknya bersekolah di kelas 3 dan 6. Baginya, jarak yang semakin jauh tidak hanya soal biaya, tetapi juga soal keamanan.
"Kalau dipindah ke Laut Dendang, jadi makin jauh. Tentu ongkos bertambah dan keamanan anak di jalan juga jadi pikiran," keluh Nur Cahaya.
Para orang tua murid menawarkan solusi alternatif. Mereka tidak menolak penggabungan, asalkan lokasi sekolah yang dipertahankan adalah yang saat ini mereka tempati. Pasalnya, mayoritas dari sekitar 150 siswa yang terdampak tinggal di sekitar sekolah tersebut.
"Kalau memang mau digabung, ya kalau bisa disatukan di sini. Jadikan satu sekolah di sini, jangan dua-duanya ditutup," usul seorang wali murid lainnya.
"Permintaan kami cuma satu, jangan sampai sekolah ini ditutup. Ini harapan kami satu-satunya agar anak-anak kami bisa tetap bersekolah dengan tenang,"tutupnya. (Dam)
POSMETRO MEDAN, Medan 1 Pemerintah Kabupaten Deli Serdang siap mendukung perluasan akses listrik, termasuk penambahan sambungan bagi 105
Sumut 36 menit lalu
Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto menjabat Kapolda Metro Jaya, tercatat dosen di UMSU
Profil 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Gedung H. Anif Lantai 3 Kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan di Jalan IAIN Sutomo menjadi sa
Medan 4 jam lalu
Polres Sergai Gagalkan Peredaran Sabu di Teluk Mengkudu, Dua Pria Ditangkap Patroli Rutin.
Sumut 5 jam lalu
Polres Simalungun Amankan Dua Terduga Penyalahgunaan Ganja 77 Gram di Pematang Bandar.
Peristiwa 6 jam lalu
Putu George Matthew Simbolon Cetak Sejarah punya IPK sempurna 4,0 di UI.
Profil 9 jam lalu
Apes... Baru Terima 800k, Pria Ini Ditangkap Polisi.
Peristiwa 20 jam lalu
Kapolres Tanjung Balai Hadiri Upacara Peringatan HUT ke81 TNI.
Sumut 21 jam lalu
Wakil Wali Kota Sibolga Tandatangani MoU dengan Kajari Sibolga, Dukung Program &ldquoJaksa Sahabat Pendidik&rdquo.
Sumut 21 jam lalu
PemkoKejari Pematangsiantar Perkuat Sinergi Dukung Tata Kelola Pendidikan melalui &lsquoJaksa Sahabat Pendidik&rsquo.
Sumut 21 jam lalu