Inovasi KISAH-KITA Bawa Duo MAN 3 Medan ke Top 80 Nasional
POSMETRO MEDAN, Medan Prestasi membanggakan kembali diraih Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Medan di tingkat nasional melalui inovasi di b
Inter-Nasional 58 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan-Pembongkaran lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar III Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Senin (17/11/2025), memunculkan persoalan baru.
Sejumlah pedagang mengaku menjadi korban pemalakan oknum preman yang meminta uang jutaan rupiah dengan janji lapak mereka tidak akan dibongkar. Praktik pungutan liar ini disebut semakin meresahkan warga dan pedagang kecil yang tengah berjuang mempertahankan penghasilan.
Menanggapi fenomena tersebut, Camat Percut Sei Tuan, A. Fitrian Syukri, menegaskan pemerintah tidak pernah mengeluarkan kebijakan pembayaran apa pun terkait penertiban bangunan.
Baca Juga:
"Tidak ada istilah 'bayar agar aman'. Semua bangunan yang melanggar aturan tetap akan ditertibkan. Semua bangunan yang berdiri di atas parit akan dibongkar. Jangan mau tertipu iming-iming bahwa bangunan ilegal tidak dibongkar. Pemerintah tidak pernah meminta atau membenarkan pungutan seperti itu," tegas Fitrian.
Ia menjelaskan bahwa proses penertiban dilakukan sepenuhnya berdasarkan Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum (Tibum) Kabupaten Deli Serdang, demi memperlancar aliran drainase, menjaga kepentingan umum, dan menata kembali kawasan Pasar III Tembung yang selama ini semrawut.
Baca Juga:
Isu pungli makin ramai setelah sebuah akun bernama @AGEN DAGING TERMURAH turut membenarkan adanya praktik pemerasan terhadap para pedagang.
"Benar bang… sering kali para pedagang dizalimi. Tolonglah pihak Polsek Medan Tembung segera menangkap preman itu," tulis akun tersebut.
Beberapa komentar lain dari warga juga mengungkapkan keluh kesah serupa. Salah seorang warga yang mengaku tinggal di Pasar III Tembung menuliskan bahwa oknum preman meminta uang Rp5 juta kepada pedagang agar lapak yang sudah dibeton tidak ikut dibongkar.
"Preman meminta uang ke pedagang Rp5 juta supaya lapak tidak dibongkar. Berarti pemerintah bisa diatur preman. Tolong datang lagi ke lokasi, kasihan rakyat kecil," tulisnya.
Keterangan ini memicu kekhawatiran bahwa oknum tertentu memanfaatkan momen penertiban untuk mencari keuntungan pribadi, sementara di sisi lain pedagang kecil kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.
POSMETRO MEDAN, Medan Prestasi membanggakan kembali diraih Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Medan di tingkat nasional melalui inovasi di b
Inter-Nasional 58 menit lalu
Posmetro Medan, Karo Kasus pencurian disertai kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi dan Bisnis (IT&B) Kabanjahe, Aspri
Peristiwa 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (DPC GRIB) Jaya Kota Medan menerima bantuan logistik berupa beras dar
Medan 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kembali menggelar Job Fair 2026 dengan melibatkan 30 perusahaan, sebagai up
Sumut 13 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Kabupaten Deli Serdang, Sandra D
Sumut 13 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Warga Dusun XVIII Persil, Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, menyambut penuh s
Sumut 13 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Langkat Aliansi Masyarakat dan Kontraktor Kabupaten Langkat bersama Badan Pengurus Cabang Gabungan Pelaksana Konstruksi N
Peristiwa 14 jam lalu
Polisi Bekuk Maling Kabel anti petir milik Stasiun Radio Pantai Sibolga.
Sumut 15 jam lalu
Samosir Sukses Jadi Tuan Rumah Toba Caldera Culture Festival 2026, Bupati Vandiko Dorong Budaya Batak ke Dunia.
Global 16 jam lalu
Polres Tapanuli Tengah Ringkus Terduga Pengedar Sabu di Toko Sepatu di Pandan.
Peristiwa 17 jam lalu