Austria Imbang Lawan Aljazair, Iran Pulang Kampung
Hasil Imbang Austria vs Aljazair Buat Iran Tersingkir dan Gagal ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026.
Sport 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan-Pembongkaran lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar III Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Senin (17/11/2025), memunculkan persoalan baru.
Sejumlah pedagang mengaku menjadi korban pemalakan oknum preman yang meminta uang jutaan rupiah dengan janji lapak mereka tidak akan dibongkar. Praktik pungutan liar ini disebut semakin meresahkan warga dan pedagang kecil yang tengah berjuang mempertahankan penghasilan.
Menanggapi fenomena tersebut, Camat Percut Sei Tuan, A. Fitrian Syukri, menegaskan pemerintah tidak pernah mengeluarkan kebijakan pembayaran apa pun terkait penertiban bangunan.
Baca Juga:
"Tidak ada istilah 'bayar agar aman'. Semua bangunan yang melanggar aturan tetap akan ditertibkan. Semua bangunan yang berdiri di atas parit akan dibongkar. Jangan mau tertipu iming-iming bahwa bangunan ilegal tidak dibongkar. Pemerintah tidak pernah meminta atau membenarkan pungutan seperti itu," tegas Fitrian.
Ia menjelaskan bahwa proses penertiban dilakukan sepenuhnya berdasarkan Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum (Tibum) Kabupaten Deli Serdang, demi memperlancar aliran drainase, menjaga kepentingan umum, dan menata kembali kawasan Pasar III Tembung yang selama ini semrawut.
Baca Juga:
Isu pungli makin ramai setelah sebuah akun bernama @AGEN DAGING TERMURAH turut membenarkan adanya praktik pemerasan terhadap para pedagang.
"Benar bang… sering kali para pedagang dizalimi. Tolonglah pihak Polsek Medan Tembung segera menangkap preman itu," tulis akun tersebut.
Beberapa komentar lain dari warga juga mengungkapkan keluh kesah serupa. Salah seorang warga yang mengaku tinggal di Pasar III Tembung menuliskan bahwa oknum preman meminta uang Rp5 juta kepada pedagang agar lapak yang sudah dibeton tidak ikut dibongkar.
"Preman meminta uang ke pedagang Rp5 juta supaya lapak tidak dibongkar. Berarti pemerintah bisa diatur preman. Tolong datang lagi ke lokasi, kasihan rakyat kecil," tulisnya.
Keterangan ini memicu kekhawatiran bahwa oknum tertentu memanfaatkan momen penertiban untuk mencari keuntungan pribadi, sementara di sisi lain pedagang kecil kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.
Warga berharap aparat kepolisian, khususnya Polsek Medan Tembung, segera turun tangan mengusut dugaan pungli yang meresahkan tersebut. Mereka meminta agar para pelaku pemerasan ditindak tegas sebelum kondisi semakin memanas dan menambah beban pedagang.
Sementara itu, kegiatan penertiban di kawasan Pasar III Tembung masih terus berlangsung hingga seluruh bangunan yang melanggar selesai dibongkar. Pemerintah Kecamatan Percut Sei Tuan kembali mengimbau masyarakat agar tidak takut melapor apabila menemukan praktik pungli, intimidasi, atau pemalakan dalam bentuk apa pun.
Pihak kecamatan menegaskan bahwa penataan kawasan akan terus dilakukan secara transparan dan tanpa kompromi terhadap pelanggaran, guna menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman bagi seluruh warga.(REZ)
Hasil Imbang Austria vs Aljazair Buat Iran Tersingkir dan Gagal ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026.
Sport 2 jam lalu
Kapolda Sumut Pimpin Upacara Pemuliaan NilaiNilai Tribrata, Perkuat Integritas Personel Sambut Hari Bhayangkara ke80.
Medan 2 jam lalu
Pungli di SidebukDebuk Disikat, Gubernur Bobby Nasution Kerahkan Personel Jaga 24 Jam
Sumut 5 jam lalu
Bertambah! Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Jadi 1.430 Orang.
Inter-Nasional 6 jam lalu
Hasil Piala Dunia 2026 Imbang vs Kolombia, Portugal di Jalur Neraka.
Sport 6 jam lalu
POSMETRO MEDANRibut tender kerja peningkatan mutu infrastruktur Kabupaten Nias Utara yang dimenangkan perusahaan penawar harga tertinggi, h
Sumut 16 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Menyemarakkan Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Polrestabes Medan menggelar Lomba Cipta Lagu Musisi Jalanan di Aula
Medan 16 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Tapsel Rumah Zakat imeresmikan masjid yang telah dibangun di Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapan
Sumut 18 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Achiruddin Hasibuan membantah melakukan pemukulan terhadap warga bernama Fauzi di Jalan Guru Sinumba, Medan Helvetia
Peristiwa 18 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Kesempatan kerja bagi masyarakat terus menjadi perhatian Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Melalui berbagai
Medan 19 jam lalu