DPD Tapanuli Utara Rayakan HUT Ke-1 dengan Penuh Kekeluargaan: “GMN Adalah Kita Semua”
POSMETRO MEDAN, TAPANULI UTARA Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke1 Gajah Muda Nusant
Sumut 11 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan - Universitas Negeri Medan (Unimed) menjadi tuan rumah pelepasan 10.000 mahasiswa relawan bencana dari berbagai perguruan tinggi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pelepasan mahasiswa tersebut dilakukan secara simbolis oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Auditorium Unimed, Sumatra Utara,Rabu (28/2/2026).
Baca Juga:

Rektor Unimed Prof, Baharuddin, M.Pd
Baca Juga:
Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional bertajuk "Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera", yang bertujuan memperkuat peran mahasiswa dalam proses pemulihan pascabencana secara berkelanjutan.
Berdasarkan data Kemdiktisaintek, Unimed menjadi perguruan tinggi dengan jumlah proposal terbanyak di Provinsi Sumatra Utara, yakni sebanyak 7 proposal. Disusul Universitas Sari Mutiara (5 proposal), Universitas Sumatera Utara (4 proposal), Institut Kesehatan Deli Husada, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), dan Universitas Satya Terra Bhinneka masing-masing 3 proposal.
Sementara IBKI, Politeknik Negeri Medan (Polmed), dan Universitas Prima Indonesia (UNPRI) masing-masing mengajukan 2 proposal. Adapun STIK Mitra Sejati, STIKes Siti Hajar, UNIVA, Universitas Deli Sumatera, UISU, Universitas Mahkota Tricom Unggul, UMN, UNPAB, dan Universitas Tjut Nyak Dhien masing-masing mengajukan 1 proposal.
Setiap proposal melibatkan 50 mahasiswa dan didampingi 3–4 orang dosen pembimbing. Secara keseluruhan, program ini melibatkan ribuan mahasiswa yang akan terjun langsung ke wilayah terdampak bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di penghujung tahun 2025.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa bukan sekadar kegiatan kemanusiaan jangka pendek, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang utuh dan kontekstual.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman
"Kita menyesuaikan kebutuhan daerah terdampak dengan jumlah mahasiswa yang diturunkan. Penyebaran mahasiswa terbanyak berada di Kabupaten Aceh Tamiang (Aceh), Kabupaten Tapanuli Selatan (Sumatera Utara), dan Kabupaten Agam (Sumatera Barat)," ujar Fauzan.
Ia menjelaskan, salah satu kekuatan utama program ini adalah penerapan inovasi teknologi tepat guna berbasis hasil riset perguruan tinggi yang disesuaikan dengan kondisi riil masyarakat. Bidang intervensi mencakup pemulihan ekonomi masyarakat, peningkatan akses layanan publik dan fasilitas umum, pemenuhan kebutuhan kesehatan, serta penguatan pengetahuan dan keterampilan warga pascabencana.
Dalam sektor pangan, mahasiswa mendorong ketahanan pangan berkelanjutan melalui diversifikasi pangan lokal, pertanian pascabencana, hingga pengembangan sistem hidroponik. Sementara di bidang energi dan layanan dasar, mahasiswa mengimplementasikan teknologi penyediaan air bersih, pencahayaan tenaga surya, serta pemulihan akses listrik untuk fasilitas vital masyarakat.
Sektor kesehatan juga menjadi perhatian, termasuk layanan kesehatan dasar, pendampingan psikososial, dan trauma healing bagi kelompok rentan.
"Program ini mengadopsi pendekatan social impact challenge, yaitu pemberdayaan masyarakat berbasis tantangan nyata di lapangan yang diselesaikan melalui kolaborasi lintas disiplin mahasiswa dan dosen," tambahnya.
Program ini juga selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi serta menjadi bagian dari prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam mendorong peran generasi muda membawa perubahan nyata bagi bangsa.
Sementara itu, Rektor Unimed Prof. Dr. Baharuddin, ST., M.Pd., menyampaikan bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah kegiatan ini sejalan dengan komitmen Unimed sebagai kampus berdampak.
"Bagi Universitas Negeri Medan, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian integral dari Tridarma Perguruan Tinggi," ujarnya.
Pada tahun 2026, program Mahasiswa Berdampak melibatkan 18 perguruan tinggi di Sumatera Utara dengan sekitar 2.000 mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan. Keterlibatan perguruan tinggi negeri, swasta, politeknik, dan institusi kesehatan menunjukkan pentingnya kolaborasi multidisipliner dalam pemulihan bencana.
Prof. Baharuddin juga berpesan kepada para mahasiswa agar menjadikan kegiatan ini sebagai ruang belajar kehidupan dengan mengedepankan empati, kerendahan hati, dan kerja kolaboratif.
"Hadirlah di tengah masyarakat dengan semangat pengabdian, sehingga kehadiran mahasiswa benar-benar memberi arti dan harapan bagi proses pemulihan," pungkasnya. (rel)
POSMETRO MEDAN, TAPANULI UTARA Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke1 Gajah Muda Nusant
Sumut 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pergeseran anggaran sebesar Rp503 miliar oleh Pemerintah Ka
Inter-Nasional 11 jam lalu
LKBH AMPI Binjai Siap Kawal Kasus Pembakaran Rumah Korban Intimidasi Jaringan Narkoba
Sumut 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN Gagalnya disahkan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Pemkab Deli Serdang Tahun Anggaran (TA) 2026, me
Medan 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memahami sej
Sumut 12 jam lalu
BHABINKAMTIBMAS HADIR MENDUKUNG EKONOMI KERAKYATAN.
Sumut 15 jam lalu
Polsek Barusjahe Berikan Pembinaan dan Bimbingan kepada Siswa SMA Negeri 1 Barusjahe.
Sumut 16 jam lalu
Polres Humbang Hasundutan menggelar acara pelepasan purna bakti Wakapolres.
Sumut 17 jam lalu
Polse Sianar Barat Cek Dugaan Curanmor di Jalan Simbolon Tindaklanjuti Laporan CC 110.
Sumut 18 jam lalu
Istana Pastikan Presiden Prabowo Lantik Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Siang Ini.
Inter-Nasional 19 jam lalu