Selasa, 17 Februari 2026

Rehabilitasi Hutan Pusuk Buhit Samosir, Komitmen Penyelamatan Danau Toba Terus Digencarkan

Jafar Sidik - Senin, 16 Februari 2026 22:57 WIB
Rehabilitasi Hutan Pusuk Buhit Samosir, Komitmen Penyelamatan Danau Toba Terus Digencarkan

POSMETRO MEDAN— Komitmen penyelamatan kawasan Danau Toba sebagai geopark dunia terus digencarkan melalui aksi nyata rehabilitasi hutan dan penghijauan di kawasan kaldera. Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (UGGp) kembali melaksanakan penanaman pohon di lahan bekas terbakar di Lombang Nabagas, Desa Huta Ginjang, lereng Pusuk Buhit, Senin (16/02/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Gerakan Hijaukan Toba yang telah dimulai sejak 2025. Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah konkret menjaga kelestarian kawasan strategis nasional yang telah diakui oleh UNESCO sebagai bagian dari jaringan geopark dunia.

Baca Juga:

General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UGGp, Dr. Azizul Kholis, menegaskan bahwa penyelamatan Danau Toba tidak boleh bersifat sementara, melainkan harus dilakukan secara konsisten dan terukur.

"Danau Toba bukan hanya kebanggaan Sumatera Utara, tetapi juga warisan dunia. Karena itu, pelestariannya harus berkelanjutan dan melibatkan semua pihak," ujarnya.

Baca Juga:

Menurut Azizul, program rehabilitasi lahan kritis ini sejalan dengan komitmen Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam menjaga status Toba Caldera sebagai UNESCO Global Geopark.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, turut hadir dan melakukan penanaman pohon secara simbolis di lokasi rehabilitasi hutan. Ia menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Samosir terhadap upaya pelestarian lingkungan di kawasan Danau Toba.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Asisten II Hotraja Sitanggang, Asisten III Arnod Sitorus, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, pimpinan OPD Kabupaten Samosir, Ketua dan anggota PKK Kabupaten Samosir, serta dua senator asal Sumatera Utara, Dr. Badikenita Sitepu dan Dr. KH M. Nuh.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah, komunitas lingkungan, akademisi, serta masyarakat setempat. Seluruh rangkaian program juga telah dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara guna memastikan kesesuaian teknis dan keberlanjutan jangka panjang.

Azizul berharap, gerakan penghijauan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan dengan indikator capaian yang jelas. Selain memperkuat ekosistem kawasan, langkah tersebut juga diharapkan mampu mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar Danau Toba kegiatan ini merupakan wujud kongkrit kerjasama antara BP TCUGGP Dengan pusat Studi Geopark Indonesia di bawah pimpinan Dr Wilmar Simanjorang.

Dengan sinergi lintas sektor dan komitmen yang konsisten, penyelamatan Danau Toba diyakini tidak hanya menjaga status geopark dunia, tetapi juga memastikan warisan alam tersebut tetap lestari bagi generasi mendatang.(Rez)

Tags
beritaTerkait
Sambut Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerhati Sosial M. Arif Tanjung Rajut Silaturahmi Bersama Insan Pers ‎
BKM Masjid Al Firdaus Gelar Tradisi Punggahan Sambut Ramadhan di Jalan Karya Jaya Medan Johor
Rico Waas Dorong Percepatan Penyelesaian Revitalisasi Stadion Teladan
Operasi Keselamatan Toba 2026, Angka Kematian di Jalan Turun Drastis 45 Persen
Gelombang Pengunduran Diri Pejabat Eselon II, Tata Kelola Provinsi Sumatera Utara Dipertanyakan
Polri Bantu Pemulihan Rumah Ibadah Lintas Agama di Tapteng Pascabanjir
komentar
beritaTerbaru