"Secara over all Minahasa Utara sudah sangat baik. Kalau mereka bisa sukses dengan tiga event, kita juga harus bisa sukses dengan dua event. Setiap daerah punya karakteristik masing-masing, dan kita punya keunggulan tersendiri," kata Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan, APKASI 2026 tidak boleh hanya menjadi milik Deli Serdang. Bupati berkeinginan, event tersebut terintegrasi dengan promosi pariwisata kabupaten/kota lain di Sumatera Utara.
Baca Juga:
"Saya harap diskusi untuk kematangan acara bisa berjalan lancar dengan tuan rumah sebelumnya. Sebab, saya ingin linking dengan pengembangan pariwisata daerah lain dan menjadikan momentum bersama," ungkap Bupati.
Sementara itu, Direktur Eksekutif APKASI, Sarman Simanjorang memaparkan, pada malam syukuran dan puncak perayaan HUT ke-26 APKASI nantinya dilaksanakan sebelum Grand Final Putri Otonomi Indonesia.
Baca Juga:
Kemudian, ada juga women program yang melibatkan para Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) se-Indonesia agar tidak hanya mendampingi, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam kegiatan. Rangkaian acara lainnya meliputi pameran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), fun walk, turnamen olahraga.
"Sebanyak 15 finalis Putri Otonomi Indonesia juga akan menjalani masa karantina selama empat hari di Deli Serdang. Salah satu agenda mereka adalah mempromosikan potensi pariwisata Deli Serdang secara luas," jelasnya.
Mewakili Pemkab Minahasa Utara, Sekda Novly Gerith Wowiling mengaku takjub dengan luasan daerah dan potensi unggulan Deli Serdang. Dia yakin, penyelenggaraan tahun ini bisa lebih baik dari Minahasa Utara.
"Kami hadir ke Deli Serdang bersama APKASI untuk berbagi success story atas penyelenggaraan tahun lalu. Kami takjub melihat luasan dan potensi yang ada di Deli Serdang sangat jauh dari kami. Kami yakin Deli Serdang bisa lebih baik," harapnya. (Dms)
Tags
beritaTerkait
komentar