Pemiliknya Bang Min Masih DPO, Sampai di Medan Pembelinya Rupanya Polisi
Jual Beli Ganja 20 Kg, 2 Pria Divonis 20 Tahun Penjara.
Medan satu jam lalu
POSMETRO MEDAN— Kasus dugaan penggelapan dana nasabah yang melibatkan mantan Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara, Andi Hakim Febriansyah, terus menyita perhatian publik. Setelah sempat melarikan diri ke Australia, tersangka akhirnya berhasil ditangkap oleh Polda Sumatera Utara untuk menjalani proses hukum.
Kasus ini bermula dari laporan sejumlah nasabah yang merasa dirugikan atas investasi yang ditawarkan oleh tersangka. Dalam menjalankan aksinya, Andi Hakim Febriansyah diduga menggunakan modus dengan menawarkan produk investasi fiktif bernama "BNI Deposito Investment" yang mengatasnamakan Bank Negara Indonesia. Produk tersebut dijanjikan memberikan keuntungan bunga tinggi hingga 8 persen per tahun, sehingga menarik minat korban untuk menanamkan dana dalam jumlah besar.
Baca Juga:
Namun, setelah berjalan beberapa waktu, para nasabah mulai menyadari adanya kejanggalan. Produk investasi tersebut ternyata tidak pernah terdaftar secara resmi dan tidak termasuk dalam layanan yang dikeluarkan oleh pihak bank. Dana yang telah disetorkan para korban diduga tidak masuk ke sistem perbankan resmi, melainkan dikelola secara pribadi oleh tersangka.
Kerugian akibat kasus ini diperkirakan mencapai antara Rp28,5 miliar hingga Rp38 miliar. Sejumlah korban berasal dari kalangan masyarakat umum hingga lembaga keuangan berbasis komunitas, termasuk Credit Union (CU) Gereja Katolik Paroki Aek Nabara di Kabupaten Labuhanbatu.
Baca Juga:
Saat kasus mulai terungkap dan laporan resmi disampaikan kepada pihak berwajib, tersangka diketahui melarikan diri ke Australia melalui Bali pada 28 Februari 2026. Upaya pelarian tersebut diduga untuk menghindari proses hukum yang tengah berjalan.
Namun demikian, aparat dari Polda Sumatera Utara bergerak cepat melakukan pengejaran dan koordinasi lintas wilayah. Berkat upaya tersebut, tersangka akhirnya berhasil diamankan dan dibawa kembali untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh tersangka merupakan aksi individu dan tidak mewakili kebijakan institusi perbankan. Meski begitu, penyidik masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam kasus tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Selain itu, aparat juga tengah menelusuri aliran dana yang telah digelapkan guna mengidentifikasi aset-aset yang dapat disita sebagai bagian dari upaya pemulihan kerugian korban.
Kasus ini memicu kekhawatiran publik terhadap keamanan dana nasabah di lembaga perbankan, serta menyoroti pentingnya pengawasan internal yang ketat. Pihak Bank Negara Indonesia diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Jual Beli Ganja 20 Kg, 2 Pria Divonis 20 Tahun Penjara.
Medan satu jam lalu
Kemerdekaan ke81 Harus Jadi Momentum Benahi Pengelolaan Pendidikan.
Inter-Nasional 2 jam lalu
Jaga Tanaman Tetap Subur, Babinsa Dampingi Petani Bersihkan Gulma di Kebun Jahe.
Bisnis 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,BATAM Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, memperjuangkan penambahan Transfer Keuangan Daerah (
Medan 3 jam lalu
PKBM Bumi Literasi Tuan Rumah Digitalisasi Pembelajaran SPNF Deli Serdang.
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,NIAS BARAT Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat pelaksanaan Universal Health Coverage (U
Sumut 3 jam lalu
Prabowo Pangkas Bunga Cicilan Motor Listrik, DP Bakal Nol Yang Masih Pakai Motor Bensin Rasain Sendiri
Global 5 jam lalu
Buktikan Potensi "Hidden Gem", LLDikti I Gelar Perlombaan Mahasiswa Inklusi Rayakan Hari Kemerdekaan RI.
Medan 5 jam lalu
Sambut HUT Perak, Posmetro Medan Bikin Rakerda.
Sumut 5 jam lalu
Sopir taksi online di Medan berinisial JST (21) mencuri 11 alat musik gereja yang totalnya mencapai Rp61 juta.
Kriminal 12 jam lalu