Pemkab Humbahas Gelar Festival Margonsi se-Kawasan Danau Toba di Sipinsur
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) menggelar Festival Margonsi seKawasan Danau Toba di Sipinsur.
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN-Praktik pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus menuai sorotan tajam. Pasalnya, penegakan hukum yang dilakukan aparat selama ini dinilai masih menyentuh kulit luar dan belum menyentuh aktor intelektual di balik perusakan lingkungan tersebut.
Ketua Umum Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI), Bachtiar SH pun angkat bicara. Ia dan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak hanya mengamankan para pekerjanya saja, tetapi mengejar "Big Boss" atau dalang utama yang mendanai aktivitas ilegal tersebut.
"Kita minta APH segera mengejar siapa big boss dalang penambang liar yang ada di Madina. Tidak mungkin hanya pekerja saja yang ditangkap, mereka itu hanya orang lapangan. Kita berharap APH mengungkap siapa otaknya, siapa donaturnya," tegas Bachtiar kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).
Baca Juga:
Ia juga merasa heran dengan leluasanya alat berat masuk ke lokasi tambang. Padahal, akses menuju medan tersebut dikenal sangat sulit, bahkan bagi petugas sekalipun. Ia menduga ada "main mata" atau pembiaran yang dilakukan oknum tertentu.
"Logikanya, kalau tidak ada modal besar, mana mungkin alat berat itu bisa berjalan di sana. Saya heran, alat berat bisa tiba-tiba masuk, sementara APH saja menuju ke lapangan sulitnya minta ampun. Ini ada indikasi apa, Kok bisa dibiarkan," cetusnya dengan nada bertanya.
Baca Juga:
Lebih lanjut, Bachtiar meminta agar dilakukan pengusutan internal terhadap oknum-oknum yang diduga menjadi tameng atau membekingi para mafia tambang ini.
"Kita berharap APH juga mengusut siapa aparat-aparat hukum di lapangan yang terlibat. Pasti ada yang membekingi. Kalau tidak ada backing, tidak mungkin mereka berani masuk," tambahnya.
Mirisnya lagi, aktivitas tambang ilegal ini tetap berjalan di tengah situasi daerah yang kerap dilanda bencana alam. Bachtiar menilai para pelaku penambang liar ini sama sekali tidak memiliki empati terhadap keselamatan warga Madina.
"Apalagi ini suasana pasca bencana. Sudah berulang kali kena bencana, masih saja ada yang 'bermain' menambang liar. Risikonya jelas, masyarakat luas yang akan menanggung dampak bencana ke depannya akibat lingkungan yang dirusak. Kita minta APH betul-betul menelusuri siapa otak di belakang ini," pungkasnya.(Dam)
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) menggelar Festival Margonsi seKawasan Danau Toba di Sipinsur.
Sumut 3 jam lalu
Pemko Sibolga Tutup Turnamen Bola Voli U15, Hadiri Pelantikan Pengurus PBVSI yang Baru.
Sport 3 jam lalu
Kapolres Dairi Bersama Masyarakat Tanam Pohon, Wujudkan Lingkungan Hijau melalui Program Green Policing
Sumut 3 jam lalu
Longsor menutup jalan nasional Kabanjahe&ndashAceh Tenggara, Polsek Laubaleng turun langsung ke lokasi.
Peristiwa 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN Forum Komunikasi Lembaga Adat (FORKALA) Medan kembali menggelar kegiatan bertajuk Jelajah Kuliner Etnik Kota Medan. Kali i
Medan 5 jam lalu
Posmetro Medan , Binjai Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda gelar Pers Realase pengungkapan 4 kasus laporan curanmor dalam kurun wakt
Kriminal 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus be
Sumut 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Dampak bencana banjir di Kabupaten Deli Serdang pada 2026 menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan keja
Sumut 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN Hujan deras yang mengguyur tak menghalangi semangat Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak SIK MH, un
Medan 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Sebanyak 2.717 guru dan tenaga kependidikan berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paru
Sumut 8 jam lalu