Kapolsek Medan Kota Hadiri Sekaligus Pimpin Pengamanan Pekan Kuliner Khas V MUI Kota Medan 2026
Posmetro Medan, Medan Kapolsek Medan Kota AKP Feriawan, SH bersama jajarannya, mengelar kegiatan pengamanan kegiatan Pembukaan Pekan K
Medan 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN-Praktik pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus menuai sorotan tajam. Pasalnya, penegakan hukum yang dilakukan aparat selama ini dinilai masih menyentuh kulit luar dan belum menyentuh aktor intelektual di balik perusakan lingkungan tersebut.
Ketua Umum Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI), Bachtiar SH pun angkat bicara. Ia dan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak hanya mengamankan para pekerjanya saja, tetapi mengejar "Big Boss" atau dalang utama yang mendanai aktivitas ilegal tersebut.
"Kita minta APH segera mengejar siapa big boss dalang penambang liar yang ada di Madina. Tidak mungkin hanya pekerja saja yang ditangkap, mereka itu hanya orang lapangan. Kita berharap APH mengungkap siapa otaknya, siapa donaturnya," tegas Bachtiar kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).
Baca Juga:
Ia juga merasa heran dengan leluasanya alat berat masuk ke lokasi tambang. Padahal, akses menuju medan tersebut dikenal sangat sulit, bahkan bagi petugas sekalipun. Ia menduga ada "main mata" atau pembiaran yang dilakukan oknum tertentu.
"Logikanya, kalau tidak ada modal besar, mana mungkin alat berat itu bisa berjalan di sana. Saya heran, alat berat bisa tiba-tiba masuk, sementara APH saja menuju ke lapangan sulitnya minta ampun. Ini ada indikasi apa, Kok bisa dibiarkan," cetusnya dengan nada bertanya.
Baca Juga:
Lebih lanjut, Bachtiar meminta agar dilakukan pengusutan internal terhadap oknum-oknum yang diduga menjadi tameng atau membekingi para mafia tambang ini.
"Kita berharap APH juga mengusut siapa aparat-aparat hukum di lapangan yang terlibat. Pasti ada yang membekingi. Kalau tidak ada backing, tidak mungkin mereka berani masuk," tambahnya.
Mirisnya lagi, aktivitas tambang ilegal ini tetap berjalan di tengah situasi daerah yang kerap dilanda bencana alam. Bachtiar menilai para pelaku penambang liar ini sama sekali tidak memiliki empati terhadap keselamatan warga Madina.
"Apalagi ini suasana pasca bencana. Sudah berulang kali kena bencana, masih saja ada yang 'bermain' menambang liar. Risikonya jelas, masyarakat luas yang akan menanggung dampak bencana ke depannya akibat lingkungan yang dirusak. Kita minta APH betul-betul menelusuri siapa otak di belakang ini," pungkasnya.(Dam)
Posmetro Medan, Medan Kapolsek Medan Kota AKP Feriawan, SH bersama jajarannya, mengelar kegiatan pengamanan kegiatan Pembukaan Pekan K
Medan 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Berastagi Komitmen menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan terus ditunjukkan jajaran Polsek Berastagi. Dalam patroli yang
Kriminal 5 jam lalu
Perayaan Parheheon Sekolah Minggu HKBP SeRessort Onan Hasang
Sumut 7 jam lalu
Bupati JTP Hutabarat Resmikan Ujian Sabuk Wadokai Diikuti 300 Karateka di Menara Pandang Salib Kasih.
Sport 7 jam lalu
Zulkifli Hasan Hadiri Milad ke109 Aisyiyah dan Gebyar Muktamar ke49 Muhammadiyah/Aisyiyah di Medan
Medan 12 jam lalu
Spiderman Yaman Tewas Terjatuh ke Kawah Vulkanik Harat Damt Saat Bikin Konten.
Inter-Nasional 13 jam lalu
Satresnarkoba Polres Tanjungbalai berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu di sebuah kamar kos.
Sumut 13 jam lalu
Piala Dunia 2026 Belanda vs Jepang, Adu Kuat Negara Pernah jadi Sejarah Bagi Indonesia.
Sport 14 jam lalu
John McGinn mencetak gol pertama Skotlandia di Piala Dunia dalam 28 tahun. Kemudian ia melakukan selebrasi khasnya "googles",
Sport 14 jam lalu
Fans Cewek Korea Jadi Sorotan di Laga Pembuka Piala Dunia 2026.
Sport 14 jam lalu