Operasi Pekat Toba 2026 Satreskrim Polres Labusel Ringkus Terduga Pelaku Togel di Torgamba
Operasi Pekat Toba 2026 Satreskrim Polres Labusel Ringkus terduga pelaku Togel di Torgamba.
Peristiwa 37 menit lalu
POSMETRO MEDAN-Praktik pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus menuai sorotan tajam. Pasalnya, penegakan hukum yang dilakukan aparat selama ini dinilai masih menyentuh kulit luar dan belum menyentuh aktor intelektual di balik perusakan lingkungan tersebut.
Ketua Umum Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI), Bachtiar SH pun angkat bicara. Ia dan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak hanya mengamankan para pekerjanya saja, tetapi mengejar "Big Boss" atau dalang utama yang mendanai aktivitas ilegal tersebut.
"Kita minta APH segera mengejar siapa big boss dalang penambang liar yang ada di Madina. Tidak mungkin hanya pekerja saja yang ditangkap, mereka itu hanya orang lapangan. Kita berharap APH mengungkap siapa otaknya, siapa donaturnya," tegas Bachtiar kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).
Baca Juga:
Ia juga merasa heran dengan leluasanya alat berat masuk ke lokasi tambang. Padahal, akses menuju medan tersebut dikenal sangat sulit, bahkan bagi petugas sekalipun. Ia menduga ada "main mata" atau pembiaran yang dilakukan oknum tertentu.
"Logikanya, kalau tidak ada modal besar, mana mungkin alat berat itu bisa berjalan di sana. Saya heran, alat berat bisa tiba-tiba masuk, sementara APH saja menuju ke lapangan sulitnya minta ampun. Ini ada indikasi apa, Kok bisa dibiarkan," cetusnya dengan nada bertanya.
Baca Juga:
Lebih lanjut, Bachtiar meminta agar dilakukan pengusutan internal terhadap oknum-oknum yang diduga menjadi tameng atau membekingi para mafia tambang ini.
"Kita berharap APH juga mengusut siapa aparat-aparat hukum di lapangan yang terlibat. Pasti ada yang membekingi. Kalau tidak ada backing, tidak mungkin mereka berani masuk," tambahnya.
Mirisnya lagi, aktivitas tambang ilegal ini tetap berjalan di tengah situasi daerah yang kerap dilanda bencana alam. Bachtiar menilai para pelaku penambang liar ini sama sekali tidak memiliki empati terhadap keselamatan warga Madina.
"Apalagi ini suasana pasca bencana. Sudah berulang kali kena bencana, masih saja ada yang 'bermain' menambang liar. Risikonya jelas, masyarakat luas yang akan menanggung dampak bencana ke depannya akibat lingkungan yang dirusak. Kita minta APH betul-betul menelusuri siapa otak di belakang ini," pungkasnya.(Dam)
Operasi Pekat Toba 2026 Satreskrim Polres Labusel Ringkus terduga pelaku Togel di Torgamba.
Peristiwa 37 menit lalu
Sinergi TNI, Polri dan instansi kehutanan memperkuat pengamanan hutan KHDTK Pondok Buluh
Sumut 52 menit lalu
Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Timur mengecek lahan jagung petani binaan di Jalan Pattimura Ujung.
Sumut satu jam lalu
KPK Sikat 12 Kepala Daerah di level Bupati, Tapi Gubernur Belum Ada
Peristiwa satu jam lalu
Patroli Siskamling Koramil 12/Saribu Dolok Bersama Komduk, Perkuat Keamanan Malam dan Cegah Aksi Kriminalitas di Wilayah Silimakuta
Sumut 2 jam lalu
Shanaz Khairuz Putri Lauzia Dari Dunia Jurnalistik Menuju Politik dan Bisnis untuk Memberi Dampak Lebih Besar.
Profil 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam menduku
Sumut 2 jam lalu
Aksi Pungutan Liar Kendaraan di Kawasan Pantai Binasi Ditindak Polisi
Peristiwa 2 jam lalu
Tim Gabungan Satresnarkoba dan Polsek Medan Baru Ungkap Gudang Penyimpanan 5 Kilogram Sabu Jaringan CinaMalaysiaIndonesia
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Ketua Dekranasda Kabupaten Deli Serdang, Jelita Asri Ludin Tambunan, bersama Wakil Ketua Dekranasda Deli Serdang,
Sumut 2 jam lalu