Kamis, 05 Maret 2026

Dikawal Brimob Bersenjata Lengkap, Alat Berat Tambang Emas Ilegal Tapsel–Madina Dievakuasi ke Batalyon C Sipirok

Salamudin Tandang - Kamis, 05 Maret 2026 10:28 WIB
Dikawal Brimob Bersenjata Lengkap, Alat Berat Tambang Emas Ilegal Tapsel–Madina Dievakuasi ke Batalyon C Sipirok
Ist
Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Rantau Isnur Eka mengatakan, 10 unit ekskavator telah dievakuasi ke Mako Batalyon C Brimob di Sipirok.

POSMETRO MEDAN,MEDAN – Personel Satuan Brimob bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut mulai mengevakuasi alat berat ekskavator dari lokasi tambang emas ilegal di perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Mandailing Natal, Rabu (4/3/2026).

Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Rantau Isnur Eka mengatakan, sebanyak 10 unit ekskavator telah dievakuasi. Sementara sejumlah alat berat lainnya belum dapat dibawa karena mengalami kerusakan.

Proses evakuasi berlangsung dengan tingkat kesulitan tinggi. Jarak lokasi tambang ke pemukiman warga cukup jauh dan membutuhkan waktu sekitar lima jam perjalanan. Ekskavator harus dikemudikan langsung oleh operator karena tidak memungkinkan diangkut menggunakan truk, mengingat kondisi jalan yang bergelombang, berlumpur, serta terjal dan tidak dapat dilalui kendaraan biasa.

Baca Juga:

Setibanya di area pemukiman, barulah 10 unit alat berat tersebut diangkut menggunakan truk menuju Batalyon C Brimob di Sipirok untuk diamankan sebagai barang bukti.

"Alat berat kami keluarkan dari lokasi sekira pukul 14:00 WIB untuk dijadikan barang bukti," kata Kombes Rantau Isnur Eka, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga:

Ia menjelaskan, setiap alat berat yang dibawa ke Batalyon C Brimob Sipirok dikawal personel bersenjata lengkap. Untuk setiap empat unit ekskavator, pengawalan dilakukan oleh 90 hingga 150 personel atau setara tiga pleton.

Pengamanan ketat dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan penghadangan maupun perlawanan dari pihak-pihak yang tidak terima aktivitas tambang emas ilegal tersebut ditertibkan.

Sebelumnya, pada Senin (2/3/2026), upaya membawa dua alat berat sempat diintervensi oleh belasan pria bertubuh tegap.

"Setiap 4 alat berat di kawal 3 pleton," ungkapnya.

Dalam operasi penindakan sebelumnya, tim gabungan Sat Brimob dan Ditreskrimsus Polda Sumut menindak aktivitas tambang emas ilegal di pinggir Sungai Batang Gadis yang berada di perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Mandailing Natal.

Tags
beritaTerkait
BPBD Kota Medan Gelar Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan Bencana di SDN 064979 Medan Sunggal
Cendol Jadi Minuman Favorit untuk Berbuka Puasa
Sengketa Tanah Warisan di Danau Toba, Profesor Maryani Dilaporkan ke Polda Sumut
Timur Tengah Makin Tegang, Persiapan Timnas Irak Menuju Laga Play-Off Piala Dunia 2026 Terganggu
Pria Ini Ditangkap Ketahuan Bawa Sabu
Pascaoperasi PETI: Tak Hanya Penegakan Hukum, Brimob Sumut Berbagi Kepedulian di Desa Panabari
komentar
beritaTerbaru